Hasil Studi: Reputasi Kelihatan Abstrak, Tapi Bisa Bikin Perusahaan Panen Untung

Vania Rossa

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:04 WIB
Hasil Studi: Reputasi Kelihatan Abstrak, Tapi Bisa Bikin Perusahaan Panen Untung
Ilustrasi Reputasi Perusahaan. (Pexels)
baca 10 detik
  • Studi Burson mengukur reputasi sebagai aset keuangan, menunjukkan potensi laba tahunan pemegang saham hingga 4,78 persen secara global.
  • Kualitas lingkungan kerja dan integrasi AI menjadi penentu reputasi utama, mengancam munculnya "pajak reputasi" bagi yang salah kelola.
  • Perusahaan reputasi kuat unggul dalam inovasi serta tata kelola; reputasi kini menjadi mata uang bisnis terukur yang nyata.

Suara.com - Selama ini reputasi sering dianggap cuma urusan citra—penting, tapi sulit diukur. Padahal, di balik kesan abstraknya, nama baik ternyata bisa berubah jadi aset bernilai besar yang bikin perusahaan benar-benar panen untung.

Studi terbaru dari Burson mengungkap fakta menarik: perusahaan dengan reputasi kuat berpotensi memperoleh tambahan laba tahunan tak terduga bagi pemegang saham hingga 4,78 persen. Jika dikalkulasikan secara global, nilai ini membentuk apa yang disebut sebagai “Ekonomi Reputasi”, dengan total valuasi mencapai US$7,07 triliun.

Penelitian bertajuk The Global Reputation Economy: A New Asset Class for a New Era ini berhasil mengukur reputasi sebagai aset konkret. Hasilnya, “laba reputasi” yang dimiliki perusahaan dalam studi tersebut berkisar dari US$2 juta hingga US$202 miliar—angka yang bahkan melampaui proyeksi keuntungan berdasarkan indikator keuangan konvensional.

“Selama puluhan tahun, para pemimpin tahu bahwa reputasi itu penting, tetapi belum pernah bisa mengukurnya sebagai aset keuangan. Sekarang, kita bisa,” ujar Corey duBrowa, CEO Global Burson, dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa reputasi adalah sistem yang saling terhubung dan, jika dikelola dengan cermat, mampu menghasilkan keuntungan besar sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan di tengah gejolak.

AI, Tempat Kerja, dan Risiko “Pajak Reputasi”

Menariknya, studi ini juga menyoroti medan persaingan reputasi terbaru: AI dan lingkungan kerja. Meski faktor tempat kerja hanya menyumbang 11 persen dari total delapan penentu reputasi, kualitasnya justru menciptakan selisih kinerja reputasi hingga 11,8 persen antara perusahaan terbaik dan terburuk.

Burson memperingatkan bahwa kesenjangan ini bisa berubah menjadi krisis reputasi, terutama bagi perusahaan yang gagal mengelola integrasi AI secara manusiawi.

“Perusahaan harus melampaui sekadar ‘strategi AI’ dan mulai membangun strategi sumber daya manusia berbasis AI,” kata Matt Reid, Global Corporate and Public Affairs Lead Burson.

baca juga

Menurutnya, perusahaan yang berinvestasi pada pelatihan ulang dan melibatkan karyawan dalam transisi teknologi akan memperoleh nilai reputasi tambahan. Sebaliknya, mereka yang melihat AI hanya sebagai alat pemangkasan tenaga kerja berisiko membayar ‘pajak reputasi’—di mana efisiensi finansial justru diimbangi penurunan nilai reputasi.

Temuan lain menunjukkan bahwa perusahaan dengan reputasi terkuat unggul di semua indikator, terutama pada aspek inovasi, kualitas produk, dan tata kelola. Bahkan di sektor dengan risiko tinggi seperti aerospace dan energi, peningkatan reputasi justru datang dari perbaikan internal—mulai dari tata kelola hingga lingkungan kerja—bukan semata narasi teknis atau keberlanjutan.

Sebaliknya, sektor keuangan menjadi contoh nyata bagaimana reputasi yang melemah dapat berdampak langsung pada nilai perusahaan. Penurunan kepercayaan pada aspek kepemimpinan, tata kelola, dan peran sosial tercatat menempatkan nilai reputasi miliaran dolar dalam risiko.

“Model lama yang memandang reputasi secara statis sudah tidak relevan,” lanjut duBrowa.

“Reputasi bersifat organik dan terus berkembang. Dengan memahami komponennya secara presisi, perusahaan dapat memprediksi dan memengaruhi hasil finansial secara nyata,” tegasnya.

Reputasi sebagai Mata Uang Baru Bisnis

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Kejar Perusahaan Baja Pengemplang Pajak asal China, Curiga Orang Dalam Terlibat

Purbaya Kejar Perusahaan Baja Pengemplang Pajak asal China, Curiga Orang Dalam Terlibat

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 15:14 WIB

Senja Terakhir di Kampung yang Masih Bernapas

Senja Terakhir di Kampung yang Masih Bernapas

Your Say | Selasa, 13 Januari 2026 | 18:20 WIB

Fenomena Demam Saham Asuransi Awal 2026, Kesempatan atau Jebakan Bandar?

Fenomena Demam Saham Asuransi Awal 2026, Kesempatan atau Jebakan Bandar?

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 19:22 WIB

Terkini

Nasib Hutan Papua jika Burung Cenderawasih Kehilangan Habitat dan Pohon Pakan

Nasib Hutan Papua jika Burung Cenderawasih Kehilangan Habitat dan Pohon Pakan

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Manusia Ditargetkan Kembali Mendarat di Bulan pada 2028

Manusia Ditargetkan Kembali Mendarat di Bulan pada 2028

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Dulu Benci, Sekarang Relate: Mengapa Squidward Adalah Cermin Pekerja Modern

Dulu Benci, Sekarang Relate: Mengapa Squidward Adalah Cermin Pekerja Modern

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Pria 56 Tahun di Samarinda Ditemukan Bersimbah Darah, Lengan Nyaris Putus

Pria 56 Tahun di Samarinda Ditemukan Bersimbah Darah, Lengan Nyaris Putus

Kaltim | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:43 WIB

iPad Lipat Apple Disebut Mirip Huawei MateBook Fold?

iPad Lipat Apple Disebut Mirip Huawei MateBook Fold?

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Duplikasi Gaya Jokowi Elektabilitas KDM Melejit di Bursa Capres 2029

Duplikasi Gaya Jokowi Elektabilitas KDM Melejit di Bursa Capres 2029

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:22 WIB

Nubia REDMAGIC 12 Pro+ Menggoda Gamer, Layar Tanpa Notch dan Kipas 25.500 RPM

Nubia REDMAGIC 12 Pro+ Menggoda Gamer, Layar Tanpa Notch dan Kipas 25.500 RPM

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Periklindo Minta Kepastian Kebijakan Insentif Motor Listrik Demi Kelangsungan Industri

Periklindo Minta Kepastian Kebijakan Insentif Motor Listrik Demi Kelangsungan Industri

Otomotif | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Koalisi 2029 Bisa Goyah! Prabowo Diminta Rem Pernyataan Kontroversial

Koalisi 2029 Bisa Goyah! Prabowo Diminta Rem Pernyataan Kontroversial

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:06 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Akibat Paparan Matahari Usia 45 Tahun

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Akibat Paparan Matahari Usia 45 Tahun

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:05 WIB

×