Evolusi Ekonomi Sabu Raijua, Mengubah Komoditas Lokal Menjadi Bisnis Hijau Inklusif

Rendy Adrikni Sadikin

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:00 WIB
Evolusi Ekonomi Sabu Raijua, Mengubah Komoditas Lokal Menjadi Bisnis Hijau Inklusif
Masyarakat Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.(Dokumentasi pribadi)
baca 10 detik
  • Fokus transformasi ekonomi Kabupaten Sabu Raijua mencakup ekonomi hijau, inklusi sosial, dan perlembagaan kebijakan publik.
  • Kunci transisi ini terletak pada kemandirian dan kapasitas yang dimiliki masyarakat, bukan dari faktor luar.
  • Dua skema pendanaan, ICCA dan BUMI, ditawarkan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat hingga Juni 2026.

Suara.com - Kabupaten Sabu Raijua berada di ambang transformasi ekonomi besar yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan inklusivitas. Ada tiga fokus utama yang digalakkan: transformasi ekonomi hijau, inklusi sosial serta perlembagaan kebijakan publik untuk mengunci keberlanjutan inisiatif masyarakat lokal.

Topik besar tersebut mengemuka dalam diskusi yang digelar Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menggandeng Global Environment Facility Small Grants Programme Indonesia dan Yayasan Pikul. Acara dalam format focus group discussion (FGD) tersebut digelar di Gedung DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, Rabu (14/1/2026).

Dalam diskusi tersebut, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, Sidi Rana Menggala, menekankan kunci transisi ini terletak pada kemandirian dan kapasitas yang dimiliki masyarakat, bukan dari faktor luar. Sidi pun merinci alasan tiga pilar utama tersebut menjadi fokus yang digalakkan dalam diskusi tersebut.

Gula semut, salah satu komoditi lokal dari Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.(Dokumentasi pribadi)
Gula semut, salah satu komoditi lokal dari Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.(Dokumentasi pribadi)

"Transformasi ekonomi ditekankan lewat pengembangan model bisnis berkelanjutan dan rantai nilai adil bagi komunitas penerima manfaat. Inklusi sosial menjadi prioritas untuk memastikan semua kelompok masyarakat, termasuk yang rentan seperti perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas, terlibat aktif dan mendapatkan manfaat setara dari program,” kata dia. 

Sementara itu, imbuh Sidi, perlembagaan kebijakan bertujuan untuk mengintegrasikan keberhasilan praktik program ke dalam kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah, sehingga menciptakan dukungan regulasi jangka panjang.

“Keberlanjutan sejati adalah saat masyarakat mampu mengelola inisiatifnya secara berdaulat,” tutur ilmuwan lulusan Ghent University Belgia tersebut.

Perubahan Paradigma Menuju Pasar Global

Diskusi ini melibatkan pakar seperti Direktur Yayasan Detara (Inklusivitas), Radityo Putro Handrito dari Universitas Brawijaya yang menyoroti ekonomi hijau, dan Galuh Syahbana Indraprahasta dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait kebijakan publik.

Salah satu topik alam diskusi tersebut yakni kewirausahaan hijau. Fokus topik ini mengarah kepada perubahan paradigma masyarakat. Perubahan tersebut dari masyarakat yang sekadar memproduksi komoditas menjadi model bisnis hijau yang terhubung dengan pasar atau off-taker.

baca juga

Ada dua tujuan penting dari program tersebut, yakni memastikan kelompok rentan, seperti perempuan dan penyandang disabilitas, menjadi aktor kunci dalam tata kelola sumber daya, dan tentunya mendorong adopsi praktik baik di tingkat komunitas menjadi kebijakan formal, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Sorgum, salah satu makanan khas di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.(Dokumentasi pribadi)
Sorgum, salah satu makanan khas di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.(Dokumentasi pribadi)

Dalam upaya memperkuat potensi ekonomi, pemangku kepentingan pun mengidentifikasi sejumlah komoditas unggulan yang siap bersaing di pasar nasional maupun internasional. Garam dan rumput laut, misalnya, tetap menjadi sektor utama yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan daerah dengan dukungan pemerintah pusat.

Tak hanya itu, gula Sabu yang ikonik juga diproyeksikan untuk dikembangkan menjadi gula semut demi menyasar pasar perhotelan dan ekspor. Potensi lainnya mencakup tenun Ikat yang telah memiliki indikasi geografis, serta keragaman pangan lokal unik seperti bawang merah putih (mola huna pudi), sorgum Raijua yang pulen, dan kacang hijau hitam.

Dukungan Finansial untuk Kemandirian

Menjelang penutupan program pada Juni 2026, GEF SGP Indonesia menawarkan dua skema pendanaan strategis. Salah satunya program Indonesia Contact Center Association (ICCA) yang menyediakan hibah sekitar Rp 5,6 miliar. Adapun pendanaan tersebut diperuntukkan bagi pengembangan budaya dan masyarakat adat..

Adapula tawaran skema Bantuan Usaha melalui Investasi (BUMI) mitra kerjasama dengan Penabulu Foundation. Pendanaannya hingga senilai Rp 75 juta per pelaku usaha. Fokus dalam pendanaan tersebut yakni pada pengembangan komoditas bernilai tinggi guna memastikan kemandirian ekonomi masyarakat Sabu Raijua di masa depan.

Langkah ini selaras dengan visi Bupati Thobias Uly yang berkomitmen mendukung teknologi tepat guna berbasis kearifan lokal melalui pendanaan dan pelatihan, serta peringatan Kepala Bappeda Victor Radamuri bahwa perencanaan berbasis data dan kolaborasi dengan mitra seperti GEF SGP Indonesia adalah harga mati untuk menghindari kegagalan pembangunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kedaulatan Data dan Kearifan Lokal, Pondasi Sabu Raijua Hadapi Krisis Iklim Global

Kedaulatan Data dan Kearifan Lokal, Pondasi Sabu Raijua Hadapi Krisis Iklim Global

Lifestyle | Jum'at, 16 Januari 2026 | 10:55 WIB

Merayakan Ragam Inovasi Lokal di Sabu Raijua, dari Menangkap Embun hingga Pupuk Organik

Merayakan Ragam Inovasi Lokal di Sabu Raijua, dari Menangkap Embun hingga Pupuk Organik

Lifestyle | Kamis, 15 Januari 2026 | 08:10 WIB

Program Kebun Mama, Kala Perempuan di NTT Memimpin Perubahan dengan Menanam Asa

Program Kebun Mama, Kala Perempuan di NTT Memimpin Perubahan dengan Menanam Asa

Lifestyle | Jum'at, 19 Desember 2025 | 06:14 WIB

Terkini

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:59 WIB

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 16:58 WIB

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut

Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 16:54 WIB

Flash Sale BRImo: Beli Pulsa Cukup Bayar Pakai Uang Koin Rp1

Flash Sale BRImo: Beli Pulsa Cukup Bayar Pakai Uang Koin Rp1

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 16:48 WIB

Naik LRT Bareng Pramono, Prabowo Beri Instruksi Mendadak soal Penghijauan Jakarta

Naik LRT Bareng Pramono, Prabowo Beri Instruksi Mendadak soal Penghijauan Jakarta

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:45 WIB

Promo BRI x RiaMiranda, Beri Gift Spesial untuk 250 Pembeli Pertama

Promo BRI x RiaMiranda, Beri Gift Spesial untuk 250 Pembeli Pertama

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 16:44 WIB

×