Suara.com - Nama Manohara Odelia Pinot kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena karya atau penampilan, melainkan karena konflik yang kembali mencuat antara dirinya dan sang ibunda, Daisy Fajarina. Perseteruan ibu dan anak ini tengah mendapat sorotan.
Apalagi, yang terbaru publik dihebohkan dengan dugaan bahwa ibunda Manohara menggunakan akun bodong di media sosial untuk 'menyereng' sang putri. Isu ini kembali membuka luka lama sekaligus memicu diskusi luas tentang konflik keluarga yang terekspos ke ruang publik.
Lantas, bagaimana kronologi lengkap perseteruan Manohara dan ibundanya dari awal hingga kabar terkini?
Awal Mula Konflik Manohara dan Ibunda
Perseteruan Manohara dengan sang ibunda mengemuka setelah sang artis buka suara melalui Story Instagram. Konflik ini berawal dari perbedaan pandangan dan masalah internal keluarga yang kemudian melebar.
![Manohara Odelia Pinot. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/06/88471-manohara-odelia-pinot.jpg)
Manohara secara terbuka mengungkap bahwa hubungannya dengan sang ibu tidak lagi harmonis. Ia mengaku mengalami tekanan emosional dan menyebut adanya pola hubungan yang tidak sehat.
Wanita kelahiran 28 Februari 1992 itu mengaku sudah putus kontak dengan Daisy Fajarina. Saat menjawab pertanyaan netizen, Manohara secara gamblang menyebut dirinya sebenarnya tidak terlalu dekat dengan ibunda.
Ia mengaku mendapat penyiksaan secara fisik dan psikologis sejak kecil. Bahkan, menurutnya, sang ibu sengaja memanfaatkan kondisi tertentu. Apa yang dulu terlihat ke publik, adalah bagian pencitraan.
Di sisi lain, sang ibunda juga memberikan pernyataan yang bertolak belakang. Ia membantah tudingan anaknya dan menyebut bahwa apa yang disampaikan Manohara tidak sepenuhnya benar. Sejak saat itu, konflik keduanya menjadi konsumsi publik dan terus berlanjut dalam berbagai versi cerita.
Kasus Lama
Seiring waktu, konflik ini tak kunjung menemukan titik temu. Manohara telah memilih untuk menjaga jarak dan menegaskan bahwa langkah tersebut diambil demi kesehatan mentalnya. Ia beberapa kali menyampaikan pentingnya boundaries dalam hubungan keluarga, terutama ketika relasi tersebut dianggap merugikan secara emosional.

Banyak pihak menilai bahwa konflik ini mencerminkan isu yang lebih besar, yaitu toxic family relationship, sebuah topik yang kini semakin sering dibicarakan secara terbuka. Dukungan pun mengalir kepada Manohara, terutama dari warganet yang merasa memiliki pengalaman serupa.
Manohara juga sempat meminta agar pengalaman tak mengenakkan yang sempat dialaminya tak diungkit. Seperti diketahui, saat berusia 16 tahun, ia sempat dinikahkan dengan Pangeran Kelantaan Malaysia, Tengku Fakhry.
Pernikahan tersebut mencuat pada 2008 hingga membuat publik geger, tak hanya di Indonesia, namun sampai Malaysia dan Singapura.
Manohara menegaskan pernikahan tersebur tidak sah. Artis blasteran Indonesia-Amerika itu menolak disebut sebagai mantan istri Tengku Fakhry. Kasus ini pun kembali mengingatkan dengan sikap ibunda Manohara saat itu.
Munculnya Dugaan Akun Bodong Sang Ibunda
Konflik ibu dan anak itu pun, kembali memanas ketika publik menduga bahwa sang ibunda menggunakan akun bodong di media sosial untuk membalas pernyataan Manohara baru baru ini.
Dugaan ini muncul setelah beredarnya komentar dan unggahan dari akun anonim yang dinilai menyerang Manohara secara personal, namun memiliki pola bahasa dan isi yang dianggap mirip dengan pernyataan sang ibu sebelumnya.
Warganet dengan cepat mengaitkan akun tersebut dengan ibunda Manohara. Spekulasi pun berkembang luas, meski belum ada bukti hukum yang secara resmi mengonfirmasi kepemilikan akun tersebut.
Manohara sendiri menanggapi isu ini dengan sikap yang relatif tenang. Ia menegaskan bahwa dirinya sudah memilih fokus pada kehidupan pribadi dan kesehatan mental, serta tidak ingin kembali terseret dalam konflik yang sama.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama