-
Munggahan Ramadan 2026 melambangkan semangat peningkatan kualitas iman umat Muslim.
-
Tradisi ini menjadi momen penghapusan dosa melalui proses saling memaafkan sesama.
-
Ziarah kubur dan sedekah menjadi bagian penting pengingat akhirat saat Munggahan.
Suara.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, masyarakat Indonesia punya segudang tradisi unik untuk menyambutnya, salah satunya Munggahan.
Bagi masyarakat Sunda dan Jawa, Munggahan menjadi tradisi wajib yang dilakukan sebelum menjalani ibadah puasa Ramadan.
Namun, tradisi Munggahan itu tak cuma soal urusan perut atau makan enak bareng keluarga besar.
Ada makna spiritual dan sosial yang sangat mendalam di baliknya.
Berikut ini, simak makna dan hikmah lengkap di balik tradisi Munggahan sebelum Ramadan.

1. Filosofi Naik ke Derajat yang Lebih Mulia
Kata Munggahan sendiri berasal dari bahasa Sunda "Unggah" dan Jawa "Munggah" yang berarti naik atau meningkat.
Karena itu, tradisi ini melambangkan semangat umat Muslim untuk naik ke tempat yang lebih mulia dan meningkatkan kualitas ibadah sebelum memasuki bulan Ramadan.
Jadi bukan cuma kalender yang ganti bulan, tapi iman kita juga harus ikutan naik kelas.
Baca Juga: Bagaimana Cara Memilih Cushion yang Tidak Menyebabkan Jerawat? Cek 3 Rekomendasi Produknya
2. Ajang Menghapus Dosa Lewat Saling Memaafkan
Munggahan adalah momen pembersihan diri secara lahir dan batin.
Sebelum menuaikan ibadah puasa sebulan penuh, kita disarankan untuk membersihkan hati dari sifat buruk dan dosa kepada sesama.
Karena itu, acara Munggahan selalu diisi dengan sesi saling memaafkan antar anggota keluarga, kerabat, hingga tetangga.
Jadi pas masuk hari pertama puasa, hati sudah bersih dan siap beribadah dengan khusyuk.
3. Wujud Syukur Masih Ketemu Ramadhan