Berapa IPK Minimal Beasiswa LPDP 2026? Ini Rincian Menurut Jenisnya

Ruth Meliana

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:35 WIB
Berapa IPK Minimal Beasiswa LPDP 2026? Ini Rincian Menurut Jenisnya
ilustrasi IPK beasiswa LPDP (freepik)
baca 10 detik
  • Beasiswa LPDP 2026 menetapkan IPK minimal 3.00 untuk Magister dan 3.25 untuk Doktor bagi program reguler.
  • Terdapat pengecualian IPK lebih rendah (2.50-3.00) pada skema Afirmasi dan beberapa bidang studi tertentu.
  • Pendaftar wajib melampirkan transkrip legalisir serta mengonversi IPK jika merupakan lulusan dari perguruan tinggi luar negeri.

Suara.com - Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahun 2026 menjadi incaran banyak calon mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Dan salah satu syarat paling sering ditanyakan adalah minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

IPK menjadi penentu awal kelayakan akademik pendaftar, dan ketentuannya bervariasi tergantung jenjang studi serta jenis beasiswa. Lantas, beasiswa LPDP 2026 minimal IPK berapa?

Berdasarkan panduan resmi LPDP, minimal IPK untuk program reguler adalah 3.00 untuk magister (S2) dan 3.25 untuk doktor (S3) pada skala 4.00.

Rincian Minimal IPK Berdasarkan Jenjang Studi

Untuk beasiswa LPDP 2026, syarat IPK minimal ditetapkan sebagai berikut:

1. Jenjang Magister (S2)

Pendaftar harus memiliki IPK dari jenjang S1 atau D4 minimal 3.00 pada skala 4.00. Ini berlaku untuk lulusan perguruan tinggi terakreditasi, baik dalam maupun luar negeri. Bukti diperlukan berupa transkrip nilai asli atau yang telah dilegalisir.

2. Jenjang Doktor (S3)

IPK dari jenjang S2 minimal 3.25 pada skala 4.00. Ketentuan ini lebih ketat karena program doktor menuntut kemampuan riset yang lebih mendalam.

Pengecualian diberikan untuk jurusan tertentu seperti seni, budaya, atau olahraga, di mana IPK minimal bisa lebih rendah, yaitu antara 2.75 hingga 2.90, tergantung subskema. Hal ini untuk mendorong partisipasi dari bidang non-STEM yang tetap strategis bagi keberagaman SDM Indonesia.

baca juga

Variasi IPK Minimal Berdasarkan Jenis Beasiswa

LPDP 2026 menawarkan berbagai jenis beasiswa, dan syarat IPK bisa berbeda:

1. Beasiswa Reguler

Mengikuti standar umum di atas (3.00 untuk S2, 3.25 untuk S3). Untuk subskema Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD) seperti QS Top 100, syarat IPK lebih tinggi dan disertai skor bahasa yang unggul.

2. Beasiswa Afirmasi

Ditujukan untuk kelompok rentan seperti warga daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), prasejahtera, penyandang disabilitas, atau putra-putri Papua.

Di sini, IPK minimal lebih fleksibel, yaitu 2.50 untuk S2 dan 3.00 untuk S3 pada skala 4.00. Ini bertujuan untuk inklusivitas tanpa mengorbankan kualitas.

3. Beasiswa Targeted (misalnya Fellowship Dokter Spesialis)

Untuk profesi strategis seperti dokter spesialis, IPK minimal dari jenjang spesialis adalah 3.00. Pendaftar harus menyertakan transkrip nilai asli atau legalisir, serta bukti Surat Tanda Registrasi (STR) aktif.

4. Beasiswa Kolaborasi

Kerja sama dengan mitra seperti BRIN atau kementerian, syarat IPK mengikuti reguler tetapi bisa disesuaikan dengan fokus riset, terutama di bidang STEM.

Bagi lulusan luar negeri, IPK harus dikonversi melalui situs resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) atau Kementerian Agama.

Jika program magister adalah penelitian tanpa IPK, pendaftar S3 harus melampirkan surat keterangan dari perguruan tinggi asal.

Dokumen Pendukung dan Cara Verifikasi IPK

Untuk membuktikan IPK, pendaftar wajib mengunggah:

  • Transkrip nilai asli atau legalisir (maksimal 1MB dalam format PDF).
  • Surat Keterangan Lulus (SKL) jika ijazah belum terbit.
  • Hasil konversi IPK untuk lulusan luar negeri melalui laman piln.kemdikbud.go.id atau diktis.kemenag.go.id.

Pendaftaran dilakukan online via beasiswalpdp.kemenkeu.go.id. Pastikan semua dokumen sesuai, karena kesalahan verifikasi IPK bisa menggugurkan aplikasi.

Tips Memenuhi Syarat IPK dan Persiapan

Jika IPK Anda mendekati batas minimal, perkuat aplikasi dengan esai kontribusi (1.500-2.000 kata) yang menunjukkan potensi Anda bagi Indonesia.

Sertifikat bahasa seperti TOEFL iBT (minimal 80 untuk S2) atau IELTS (6.5) juga wajib, serta dua surat rekomendasi.

Persiapkan sejak dini, karena seleksi LPDP 2026 dibagi dua tahap: Januari-Februari dan Juni-Juli.

Dengan kuota besar dan fokus STEM, kesempatan lolos lebih terbuka bagi yang memenuhi IPK minimal. Namun, ingat, IPK hanyalah gerbang awal, komitmen kembali ke Tanah Air dan kontribusi nyata menjadi penentu utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syarat LPDP 2026 Apa Saja? Ini Dokumen yang Wajib Kamu Siapkan

Syarat LPDP 2026 Apa Saja? Ini Dokumen yang Wajib Kamu Siapkan

Lifestyle | Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16 WIB

Benarkah Beasiswa LPDP 2026 Diutamakan 80 Persen ke STEM?

Benarkah Beasiswa LPDP 2026 Diutamakan 80 Persen ke STEM?

Lifestyle | Kamis, 22 Januari 2026 | 12:41 WIB

Apa Saja 9 Beasiswa Bundling LPDP 2026? Ini Keistimewaannya

Apa Saja 9 Beasiswa Bundling LPDP 2026? Ini Keistimewaannya

Lifestyle | Kamis, 22 Januari 2026 | 11:27 WIB

Terkini

Jakarta dan Banten Masih Terpapar! Abu Anak Krakatau Terus Bergerak hingga Lampung

Jakarta dan Banten Masih Terpapar! Abu Anak Krakatau Terus Bergerak hingga Lampung

News | Senin, 07 September 2026 | 08:04 WIB

Bungkam Semarang di Final! Tim Basket Putra Surakarta Sabet Emas POPDA Jateng 2026

Bungkam Semarang di Final! Tim Basket Putra Surakarta Sabet Emas POPDA Jateng 2026

Surakarta | Senin, 07 September 2026 | 08:04 WIB

Begal Mantan Istri, Pria di Jeneponto Tersungkur Kena Timah Panas

Begal Mantan Istri, Pria di Jeneponto Tersungkur Kena Timah Panas

Sulsel | Senin, 07 September 2026 | 07:59 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Rute Jakarta-Yogyakarta, 30 Penerbangan YIA Dibatalkan

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Rute Jakarta-Yogyakarta, 30 Penerbangan YIA Dibatalkan

Jogja | Senin, 07 September 2026 | 07:56 WIB

Lahan Kering, Harga Ambruk: Nestapa Dua Arah Petani Sayur Magetan

Lahan Kering, Harga Ambruk: Nestapa Dua Arah Petani Sayur Magetan

Jatim | Senin, 07 September 2026 | 07:52 WIB

Harga Masker Melonjak Drastis saat Erupsi Anak Gunung Krakatau! Warga Keluhkan Aksi Nakal Seller

Harga Masker Melonjak Drastis saat Erupsi Anak Gunung Krakatau! Warga Keluhkan Aksi Nakal Seller

News | Senin, 07 September 2026 | 07:47 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Berdampak ke Pendidikan Tangerang, TK-SMP Wajib PJJ

Abu Vulkanik Anak Krakatau Berdampak ke Pendidikan Tangerang, TK-SMP Wajib PJJ

Banten | Senin, 07 September 2026 | 07:44 WIB

Sibuk World Tour, BTS Diincar Jadi Line-up Coachella 2027!

Sibuk World Tour, BTS Diincar Jadi Line-up Coachella 2027!

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 07:40 WIB

Nasib Penyeberangan Merak-Bakauheni di Tengah Geliat Gunung Anak Krakatau

Nasib Penyeberangan Merak-Bakauheni di Tengah Geliat Gunung Anak Krakatau

Lampung | Senin, 07 September 2026 | 07:38 WIB

Bukan Cuma Kejar Pace, ISOPLUS Run 2026 Hadirkan Pengalaman Digital di Lintasan

Bukan Cuma Kejar Pace, ISOPLUS Run 2026 Hadirkan Pengalaman Digital di Lintasan

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 07:33 WIB

×