Harga Masker Melonjak Drastis saat Erupsi Anak Gunung Krakatau! Warga Keluhkan Aksi Nakal Seller

Muhamad Yasir

Senin, 07 September 2026 | 07:47 WIB
Harga Masker Melonjak Drastis saat Erupsi Anak Gunung Krakatau! Warga Keluhkan Aksi Nakal Seller
Foto udara Gunung Anak Krakatau, Sabtu (5/9/2026) petang. ANTARA/HO Badan Geologi
baca 10 detik
  • Sejumlah warganet di media sosial mengeluhkan lonjakan harga masker hingga sepuluh kali lipat di marketplace saat erupsi Anak Gunung Krakatau.
  • Kenaikan harga dan pembatalan pesanan masker terjadi karena tingginya kebutuhan warga untuk melindungi diri dari abu vulkanik.
  • Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I memperpanjang penutupan tujuh bandara hingga Senin (7/9/2026) akibat sebaran abu vulkanik.

Suara.com - Keluhan soal harga masker yang melonjak drastis mencuat di media sosial di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau. Sejumlah warga mengaku mendapati harga masker berubah berkali-kali lipat setelah mereka melakukan pemesanan melalui marketplace.

Keluhan itu salah satunya disampaikan akun Threads @lydixxxxxxxx. Ia mengaku harga masker yang semula sekitar Rp200 ribu tiba-tiba berubah menjadi Rp1,3 juta saat hendak membeli di toko daring.

"Nih kejadian banget pagi ini, dari 200 ribuan jadi 1,3 juta beli di. Seller alasan barang habis makanya dia naikin harga biar nggak ada yang checkout. Dia pikir pembelinya anak TK bisa dibodohin pake alasan kek gitu," tulisnya.

Dalam tangkapan layar percakapan yang diunggah, penjual menyebut stok barang kosong. Namun, ketika dipersoalkan karena harga berubah, penjual mengaku sengaja menaikkan harga agar tidak ada pembeli yang melakukan checkout.

Keluhan serupa disampaikan akun Threads @bapxxxx. Ia mengaku pesanan masker yang dibuat pada malam hari dibatalkan pada pagi berikutnya dengan alasan harga mengalami perubahan.

"Semalam gw checkout terus tadi pagi dicancel katanya naik harga pas liat harga barunya bener-bener naik 10x lipet gua doain debu di rumah lu muter terus ya?????!!!!!" tulisnya.

Sementara itu, akun @sheixxxxxxx mengunggah tangkapan layar pengembalian dana senilai Rp262.770 untuk pesanan masker. Dalam keterangannya, pembatalan disebut terjadi karena penjual tidak mengatur pengiriman tepat waktu.

Unggahan-unggahan tersebut kemudian beredar di media sosial dan memunculkan sorotan terhadap harga masker ketika masyarakat membutuhkan perlindungan dari paparan abu vulkanik.

Kebutuhan masker meningkat setelah abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap sejumlah wilayah. Abu vulkanik juga mengganggu aktivitas penerbangan.

baca juga
Petugas darat melakukan penutupan mesin pesawat yang terparkir dengan menggunakan bahan khusus di apron Terminal 1 C Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). Penutupan mesin pesawat dilakukan untuk mencegah masuknya sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang mengguyur Bandara Soekarno Hatta. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU
Petugas darat melakukan penutupan mesin pesawat yang terparkir dengan menggunakan bahan khusus di apron Terminal 1 C Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). Penutupan mesin pesawat dilakukan untuk mencegah masuknya sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang mengguyur Bandara Soekarno Hatta. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU

Tujuh Bandara Ditutup

Sebanyak tujuh bandara di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah I kembali menghentikan operasional akibat terdampak abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau. Penutupan diperpanjang hingga Senin (7/9/2026) pukul 08.59 WIB.

Tujuh bandara tersebut termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten, dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.

Informasi perpanjangan penghentian operasional disampaikan melalui akun Instagram resmi Otban Wilayah I @otbansatu pada Senin dini hari.

"Tujuh Bandar Udara di Wilayah Kerja Kantor Otban I yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengalami penghentian operasional hingga pukul 08.59 WIB," demikian pernyataan dalam unggahan tersebut.

Adapun tujuh bandara yang terdampak yakni:

  1. Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang;
  2. Bandara Radin Inten II (TKG), Lampung;
  3. Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Jakarta;
  4. Bandara Husein Sastranegara (BDO), Bandung;
  5. Bandara Budiarto (RTO), Tangerang;
  6. Bandara Pondok Cabe (PCB), Tangerang Selatan;
  7. Bandara M. Taufik Kiemas (TFY), Pekon Serai, Lampung.

Penghentian operasional tersebut berlaku berdasarkan NOTAM masing-masing bandara hingga pukul 08.59 WIB pada Senin.

Otoritas penerbangan juga mengimbau calon penumpang memastikan kembali status penerbangan sebelum berangkat.

"Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jasa penerbangan untuk memeriksa status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melaksanakan perjalanan," imbaunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas Abu Krakatau! Penutupan 7 Bandara Termasuk Soetta dan Halim Diperpanjang Sampai Senin Pagi

Imbas Abu Krakatau! Penutupan 7 Bandara Termasuk Soetta dan Halim Diperpanjang Sampai Senin Pagi

News | Senin, 07 September 2026 | 07:23 WIB

Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak

Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:45 WIB

Paparan Abu Vulkanik, 2 Warga Serang Dirujuk ke Rumah Sakit

Paparan Abu Vulkanik, 2 Warga Serang Dirujuk ke Rumah Sakit

News | Minggu, 06 September 2026 | 22:08 WIB

Terkini

Marvel dan Kadokawa Luncurkan Lima Manga Baru, Ada Iron Man!

Marvel dan Kadokawa Luncurkan Lima Manga Baru, Ada Iron Man!

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:30 WIB

8 Arti Mimpi Kehilangan Motor Menurut Primbon Jawa, Malah Pertanda Baik?

8 Arti Mimpi Kehilangan Motor Menurut Primbon Jawa, Malah Pertanda Baik?

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:29 WIB

Mobil Listrik Mungil Suzuki Resmi Dirilis, Harga Bikin BYD Atto 1 dan Pesaingnya Ketar-ketir

Mobil Listrik Mungil Suzuki Resmi Dirilis, Harga Bikin BYD Atto 1 dan Pesaingnya Ketar-ketir

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Cara Pakai Skintint Somethinc agar Tahan Lama, Perhatikan 3 Langkah Ini

Cara Pakai Skintint Somethinc agar Tahan Lama, Perhatikan 3 Langkah Ini

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:16 WIB

Kunjungi SRT 4 DKI Jakarta, Gus Ipul: Tata Kelola dan Pengawasan Terus Dibenahi

Kunjungi SRT 4 DKI Jakarta, Gus Ipul: Tata Kelola dan Pengawasan Terus Dibenahi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:15 WIB

Prabowo 2 Vs Gibran 0 untuk Berlaga di Pilpres 2029

Prabowo 2 Vs Gibran 0 untuk Berlaga di Pilpres 2029

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:14 WIB

Serangan Houthi Hantam Bandara Riyadh Hingga Penumpang Panik Berlarian

Serangan Houthi Hantam Bandara Riyadh Hingga Penumpang Panik Berlarian

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:13 WIB

Wardah Cooling Bright Jelly Facial Foam untuk Kulit Apa? Cek Manfaatnya

Wardah Cooling Bright Jelly Facial Foam untuk Kulit Apa? Cek Manfaatnya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:12 WIB

Gus Ipul Ajak Ratusan Siswa Sekolah Rakyat Berkomitmen Tolak Perundungan

Gus Ipul Ajak Ratusan Siswa Sekolah Rakyat Berkomitmen Tolak Perundungan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:11 WIB

Karhutla dan Banjir Terus Berulang, DPR Desak Evaluasi Izin Sawit dan Tambang di Kawasan Hutan

Karhutla dan Banjir Terus Berulang, DPR Desak Evaluasi Izin Sawit dan Tambang di Kawasan Hutan

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:10 WIB

×