Apa Penyebab Angin Kencang di Sejumlah Daerah Hari Ini?

Farah Nabilla | Suara.com

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:38 WIB
Apa Penyebab Angin Kencang di Sejumlah Daerah Hari Ini?
Penyebab Angin Kencang di Sejumlah Daerah Hari Ini (freepik)

Suara.com - Angin kencang kembali melanda sejumlah daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya hari ini. Sejak malam hingga pagi, tiupan angin yang datang tiba-tiba disertai hujan membuat aktivitas warga terganggu dan meningkatkan risiko bencana.

Salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan adalah Kabupaten Sleman, Yogyakarta di mana angin kencang menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik dan mengganggu jaringan listrik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat dampak angin kencang terjadi di empat kapanewon, yakni Cangkringan, Pakem, Sleman, dan Turi. Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Haris, menjelaskan bahwa angin kencang mulai bertiup sejak Jumat malam hingga siang hari ini masih terpantau aktif.

Di Kapanewon Cangkringan, pohon tumbang dilaporkan menimpa jaringan listrik di dua lokasi berbeda. Kondisi serupa juga terjadi di Kapanewon Pakem, dengan dua titik pohon tumbang yang mengganggu jaringan kelistrikan.

Sementara itu, di Kapanewon Sleman terdapat dua titik pohon tumbang yang melintang di jalan dan sempat menghambat arus lalu lintas. Di wilayah Turi, pohon tumbang kembali dilaporkan menimpa jaringan listrik, sehingga berpotensi menimbulkan pemadaman sementara.

Melihat kondisi tersebut, BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat berada di luar ruangan. Hingga siang hari, angin kencang masih dirasakan di beberapa wilayah Sleman dan sekitarnya, sehingga potensi kejadian serupa masih bisa terjadi.

Penjelasan BMKG soal Penyebab Angin Kencang di Sejumlah Daerah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta menjelaskan bahwa angin kencang yang melanda Sleman dan wilayah DIY bukanlah fenomena tunggal. Salah satu pemicunya adalah pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang berada di sekitar pantai barat laut Australia.

Meski pusat siklon berada cukup jauh dari Indonesia, dampaknya tetap terasa melalui penguatan pola angin di lapisan atmosfer atas. BMKG mencatat adanya aktivitas angin kencang di lapisan 925 mb atau sekitar 762 meter di atas permukaan laut, dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 45 knot atau setara 18–83 km/jam.

Wilayah dengan topografi cukup tinggi, seperti Sleman bagian utara, memiliki potensi lebih besar terdampak angin kencang akibat kondisi ini.

Selain pengaruh siklon, BMKG juga menegaskan bahwa dinamika atmosfer di selatan Pulau Jawa masih sangat aktif. Pola angin yang menguat bersamaan dengan pertumbuhan awan hujan turut meningkatkan potensi cuaca ekstrem secara lokal, termasuk angin kencang yang datang mendadak.

Berdasarkan pemantauan BMKG, angin kencang hari ini tidak hanya berpotensi terjadi di Sleman. Wilayah lain di DIY yang perlu mendapat perhatian lebih meliputi Bantul, Kota Yogyakarta, Kulon Progo bagian utara, serta Gunungkidul.

BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpotensi terjadi, terutama pada siang hingga malam hari. Hujan ini dapat disertai angin kencang dan petir, sehingga meningkatkan risiko pohon tumbang, kerusakan atap rumah, gangguan jaringan listrik, hingga kecelakaan lalu lintas akibat jarak pandang yang menurun.

Kondisi cuaca yang sering dirasakan warga pun cenderung mendadak. Dalam banyak kasus, cuaca semula cerah, namun dalam hitungan menit angin bertiup kencang dan hujan turun cukup deras. Fenomena ini erat kaitannya dengan pertumbuhan awan konvektif yang cepat di atmosfer.

Secara lebih luas, BMKG juga mengingatkan adanya potensi peningkatan cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia menjelang akhir Januari 2026. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyebutkan bahwa gangguan dinamika atmosfer saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan, yang dapat berdampak pada banjir, tanah longsor, dan gangguan transportasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Angin Kencang 24-25 Januari, Wilayah Mana yang Terdampak?

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Angin Kencang 24-25 Januari, Wilayah Mana yang Terdampak?

Tekno | Sabtu, 24 Januari 2026 | 12:03 WIB

Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG

Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG

News | Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:02 WIB

Trah HB II: Kerja Sama Rp 90 Triliun dengan Inggris Tak Sebanding dengan Harta Jarahan Geger Sepehi

Trah HB II: Kerja Sama Rp 90 Triliun dengan Inggris Tak Sebanding dengan Harta Jarahan Geger Sepehi

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 19:32 WIB

Pemprov DKI Tingkatkan Modifikasi Cuaca Hingga Tiga Kali Sehari, Termasuk ke Wilayah Penyangga

Pemprov DKI Tingkatkan Modifikasi Cuaca Hingga Tiga Kali Sehari, Termasuk ke Wilayah Penyangga

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:17 WIB

Sambut Tahun Baru Imlek 2026, Satoria Hotel Yogyakarta Tawarkan Perayaan Ramah Keluarga

Sambut Tahun Baru Imlek 2026, Satoria Hotel Yogyakarta Tawarkan Perayaan Ramah Keluarga

Your Say | Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:12 WIB

Terkini

Struktur Organisasi Daycare Little Aresha Yogyakarta yang Kini Disegel Polisi

Struktur Organisasi Daycare Little Aresha Yogyakarta yang Kini Disegel Polisi

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 14:50 WIB

Kesaksian Horor Google Maps Bongkar Sisi Gelap Daycare Little Aresha, Orang Tua Langsung Speak Up

Kesaksian Horor Google Maps Bongkar Sisi Gelap Daycare Little Aresha, Orang Tua Langsung Speak Up

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 14:41 WIB

Powder Foundation Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi yang Anti Luntur

Powder Foundation Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi yang Anti Luntur

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 13:47 WIB

Hangat dan Penuh Makna, EsCampur97 Hadirkan Pameran Space of Happiness

Hangat dan Penuh Makna, EsCampur97 Hadirkan Pameran Space of Happiness

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 13:24 WIB

Daycare Little Aresha Disegel, Ini Tips Pilih Tempat Penitipan Anak yang Ideal

Daycare Little Aresha Disegel, Ini Tips Pilih Tempat Penitipan Anak yang Ideal

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 13:21 WIB

6 Maskara Waterproof di Bawah Rp50 Ribu, Anti Luntur Bikin Bulu Mata Lentik

6 Maskara Waterproof di Bawah Rp50 Ribu, Anti Luntur Bikin Bulu Mata Lentik

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 13:09 WIB

7 Parfum Aroma Bunga yang Segar untuk Cuaca Panas, dari Produk Lokal sampai Branded

7 Parfum Aroma Bunga yang Segar untuk Cuaca Panas, dari Produk Lokal sampai Branded

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 11:27 WIB

Lebih dari Sekadar Sehat, Kini Nutrisi Tubuh Bisa Dipantau dengan Data Secara Akurat

Lebih dari Sekadar Sehat, Kini Nutrisi Tubuh Bisa Dipantau dengan Data Secara Akurat

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 11:12 WIB

Daycare Little Aresha Punya Siapa? Disorot Terkait Dugaan Kekerasan pada Anak

Daycare Little Aresha Punya Siapa? Disorot Terkait Dugaan Kekerasan pada Anak

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 11:07 WIB

AC yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan AC Hemat Listrik untuk Jangka Panjang

AC yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan AC Hemat Listrik untuk Jangka Panjang

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 10:40 WIB