-
Jenama lokal mulai meluncurkan tren fashion Ramadan 2026 di bazar GlamLocal.
-
Warna pastel, sage, dan bordir mewah masih menjadi pilihan utama konsumen.
-
Rompi lepas dan gaya minimalis jadi tren baru favorit anak muda jelang Ramadan 2026.
Suara.com - Jelang Ramadan 2026, tren modest fashion versi berbagai jenama lokal sudah mulai muncul ke permukaan. Tren fashion Ramadan tampil beragam, mulai dari warna, detail, hingga konsep busana keluarga alias sarimbit.
Perwakilan bazar fashion GlamLocal, Adela Umayraa, merangkum tren fashion Ramadan 2026 yang paling banyak diminati pengunjung, sekaligus menjadi etalase jenama lokal.
Namun, tidak semuanya merupakan tren baru karena beberapa item fashion masih diminati, seperti katun bolong alias katbol.
"Seperti katun bolong itu beberapa masih ada yang jual dan mungkin mereka sudah riset dari Ramadan tahun lalu," ujar Adela ditemui di bazar GlamLocal Fashion Parade di Grand Atrium, Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Berikut ini rangkuman tren fashion Ramadan 2026 versi jenama lokal yang ditampilkan dalam bazar tersebut:
1. Warna pastel dan sage
![Perwakilan bazar fashion GlamLocal, Adela Umayraa saat ditemui di Jakarta. [Suara.com/Dini Afrianti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/25/95443-perwakilan-bazar-fashion-glamlocal-adela-umayraa-saat-ditemui-di-jakarta.jpg)
Warna pastel seperti dusty pink, baby blue, hingga sage masih mendominasi koleksi busana Ramadan, khususnya untuk sarimbit keluarga. Warna ini dipilih karena memberi kesan lembut dan mudah dipadukan.
“Kalau untuk warna keluarga itu pasti warna pastel, warna sage masih, dan dipadukan dengan pattern-pattern serta paillette lace,” ujar Adela.
2. Earth tone dan warna bold
Selain warna kalem, Ramadan 2026 juga menghadirkan pilihan warna yang lebih berani. Warna earth tone dan bold color hadir untuk menjawab selera konsumen yang ingin tampil lebih ekspresif.
“Sekarang warnanya justru lebih beragam, nggak cuma earth tone, tapi ada juga yang warna bold. Jadi orang yang suka warna kuat tetap bisa pakai,” ungkapnya dalam bazar yang berlangsung sejak 21 hingga 25 Januari 2026 itu.
3. Bordir dan lace
![Modest fashion di Bazar Glam Local Fashion Parade di Grand Atrium, Kota Kasablanka, Jakarta. [Suara.com/Dini Afrianti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/25/17698-modest-fashion-di-bazar-glam-local-fashion-parade.jpg)
Detail bordir dan lace masih menjadi elemen favorit karena mampu memberikan kesan elegan tanpa terlihat berlebihan. Banyak brand mengandalkan material ini untuk koleksi Ramadan.
“Sekarang banyak yang main di bordir, lace juga masih kuat, karena itu bisa bikin looks-nya lebih mewah,” jelasnya.
4. Sarimbit keluarga
Busana kembaran keluarga masih menjadi salah satu item paling diburu pengunjung. Brand pun menyesuaikan koleksi mereka agar bisa dikenakan oleh seluruh anggota keluarga.
“Di sini juga jualan sarimbitan keluarga, mulai dari ibunya, anaknya, bapaknya ada. Karena banyak family yang datang dan pengin seragam,” papar Adela.
5. Rompi lepas
![Modest fashion di Bazar Glam Local Fashion Parade di Grand Atrium, Kota Kasablanka, Jakarta. [Suara.com/Dini Afrianti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/25/74390-modest-fashion-di-bazar-glam-local-fashion-parade.jpg)
Rompi lepas menjadi salah satu tren yang mencuri perhatian karena fleksibel dan mudah dipadukan dengan berbagai outfit. Item ini cocok untuk gaya Ramadan yang praktis, termasuk untuk hangout ke kantor hingga menghadiri acara buka bersama.
“Ada juga rompi lepas yang bisa di-mix and match sesuai selera fashion masing-masing,” kata dia.
6. Gaya minimalis
![Modest fashion di Bazar Glam Local Fashion Parade di Grand Atrium, Kota Kasablanka, Jakarta. [Suara.com/Dini Afrianti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/25/47671-modest-fashion-di-bazar-glam-local-fashion-parade.jpg)
Untuk segmen anak muda, tren Ramadan 2026 mengarah ke desain yang lebih simpel dan minimalis, dengan sentuhan bordir agar tidak terlihat polos.
“Kalau buat anak muda itu lebih ke warna beige, mainnya di bordir. Jadi lebih simpel, minimalis, tapi nggak polos banget,” pungkas Adela