30 hari × 1,5 kg beras = 45 kg beras.
Jadi, jawaban dari pertanyaan berapa kg beras untuk bayar fidyah 30 hari adalah sekitar 45 kilogram beras, yang kemudian dibagikan kepada fakir miskin.
Apabila fidyah dibayarkan dalam bentuk uang, biasanya disesuaikan dengan harga satu porsi makanan di daerah masing-masing.
Sebagai contoh, jika satu porsi makanan ditetapkan senilai Rp50.000, maka fidyah untuk 30 hari menjadi Rp1.500.000. Nominal ini bisa berbeda tergantung standar wilayah dan kebijakan lembaga zakat setempat.
Waktu Terbaik untuk Membayar Fidyah
Selain jumlah fidyah, waktu pembayarannya juga perlu diperhatikan. Pada dasarnya, fidyah boleh dibayarkan sejak seseorang meninggalkan puasa, terutama jika sudah yakin tidak mampu menggantinya dengan qadha.
Idealnya, fidyah dibayarkan sebelum datangnya Ramadan berikutnya. Hal ini bertujuan agar tanggungan ibadah tidak terus menumpuk dan hak fakir miskin bisa segera tersalurkan.
Namun, jika seseorang mengalami kesulitan, fidyah memang boleh ditunda. Meski begitu, tetap dianjurkan untuk segera membayarnya ketika sudah memiliki kemampuan, karena fidyah merupakan kewajiban yang tidak boleh diabaikan.
Bacaan Niat Fidyah
Saat menyerahkan fidyah, dianjurkan untuk membaca niat, meskipun sebenarnya niat di dalam hati sudah cukup. Melafalkan niat hukumnya sunnah dan bertujuan untuk meneguhkan hati.
Berikut beberapa contoh bacaan niat fidyah sesuai kondisi:
Baca Juga: Niat Puasa Qadha Ramadhan di Hari Senin dan Tata Cara yang Benar
1. Niat fidyah untuk orang tua atau sakit keras
Nawaitu an ukhrija haadzihil fidyah li iftar shaumi Ramadhana fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena berbuka puasa Ramadan, fardu karena Allah Ta’ala.
2. Niat fidyah wanita hamil atau menyusui
Nawaitu an ukhrija haadzihil fidyah an iftar shaumi Ramadhona lil khawfi ‘ala waladiyya fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena berbuka puasa Ramadan karena khawatir keselamatan anakku, fardu karena Allah Ta’ala.