- Amartha menggelar kompetisi memasak untuk mengangkat 75 kuliner lokal Jawa berbasis pangan rumah tangga.
- Melibatkan 1.000+ ibu UMKM binaan, seleksi menilai teknik memasak dan pemahaman bahan lokal.
- Bertema hidup secukupnya, ajang ini merayakan pangan pekarangan sekaligus memperkuat UMKM daerah.
"Kami merasa sangat senang dan bangga bisa berpartisipasi mewakili daerah masing-masing. Sebagai ibu-ibu yang sehari-hari dekat dengan dapur dan pangan lokal, ajang ini memberi kami ruang untuk
menunjukkan bahwa masakan rumahan juga punya nilai dan cerita," cerita Ismiati.
Puncak kompetisi akan digelar di Jakarta dalam rangkaian peluncuran Amartha Prosper, yang mana para finalis akan berkompetisi di hadapan juri utama dan calon investor.
Skema ini tidak hanya menampilkan kemampuan kuliner Ibu Mitra, tetapi juga memperkuat narasi pangan lokal, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta konektivitas antara UMKM akar rumput dan ekosistem investasi berkelanjutan.
Amartha Prosper merupakan platform investasi berkelanjutan dari Amartha yang menghubungkan masyarakat dengan pembiayaan UMKM perempuan di ekonomi akar rumput.
Melalui Amartha Prosper, investasi tidak hanya memberikan imbal hasil, tetapi juga berdampak langsung bagi usaha ibu-ibu di desa, penguatan ekonomi keluarga, dan keberlanjutan komunitas.
Melalui kompetisi ini, Amartha ingin menguatkan nilai bahwa UMKM berperan penting dalam merawat keberlanjutan budaya kuliner lokal.
Namun, UMKM membutuhkan dukungan berupa akses keuangan yang inklusif dan terjangkau. Oleh sebab itu, Amartha menawarkan berbagai layanan yang mendukung penguatan ekonomi akar rumput.
Mulai dari layanan investasi mikro yang memungkinkan mitra menyisihkan sebagian keuntungan usaha sebagai dana pendidikan anak maupun dana darurat, layanan warung digital AmarthaLink yang membantu menambah pendapatan mitra, hingga Amartha Prosper sebagai platform investasi berkelanjutan yang diharapkan mampu membantu UMKM untuk memperoleh modal usaha.
"Berangkat dari dapur-dapur sederhana para ibu, Amartha membuka akses layanan keuangan yang inklusif agar tradisi pangan lokal tidak hanya hadir di meja makan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan," kata Julie.
Baca Juga: Askrindo Akselerasi Transformasi Bisnis dan Digital Demi Perkuat Ekosistem UMKM
"Melalui investasi berkelanjutan, masyarakat diajak untuk ikut berkontribusi menguatkan UMKM perempuan, ekonomi daerah, dan keberlanjutan pangan lokal. Dari rasa rumahan inilah, Amartha berharap masa depan
pangan Indonesia tetap terjaga," tandasnya.
Hingga tahun 2025, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp37 triliun modal usaha kepada 3,7 juta UMKM perempuan, guna memperkuat kewirausahaan mikro, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Indonesia.