Suara.com - Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan viralnya kisah penjual es gabus yang dituding menggunakan bahan dasar spons di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Aparat kepolisian pun menindak lanjuti temuan itu dengan melakukan pemeriksaan terhadap sampel es kue gabus untuk memastikan keamanannya.
Dari hasil pemeriksaan awal dan lanjutan, menyatakan bahwa es kue gabus aman dan layak dikonsumsi. Selain itu, es gabus yang dijual tidak menggunakan bahan berbahaya seperti spons atau Polyurethane Foam (PU Foam).
Di balik kasus viral ini, sebenarnya es gabus terbuat dari apa dan bagaimana cara membuatnya?
Sebelum mengetahui bahan-bahan pembuatannya, mari kita menggali lebih dalam tentang es gabus. Yuk, simak!
Mengenal Es Gabus
Pertama kali populer di Indonesia di era tahun 1970-an, jajanan satu ini dikenal dengan sebutan "es krim gabus" atau "ice cream wafer".

Meski begitu, tidak diketahui secara jelas di daerah mana es gabus berasal. Terdapat sumber yang menyatakan, es gabus berasal dari Yogyakarta, namun ada pula yang menyebut dari Pontianak, Kalimantan Barat.
Es kue atau es gabus sendiri merupakam jajanan tradisional yang dibuat dengan bahan dasar tepung dan santan yang dibekukan, lalu dipotong-potong kotak kecil sebelum dijual.
Istilah “gabus” sama sekali tidak merujuk pada bahan baku pembuatannya, namun digunakan karena teksturnya yang ringan, berpori, serta empuk saat digigit. Berkat teksturnya itulah, es ini dianggap seolah menyerupai gabus atau spons, hingga akhirnya dikenal dengan nama es gabus.
Baca Juga: Fitnah Es Gabus Berbahan Spons, DPR Tegaskan Minta Maaf Saja Tak Cukup, Oknum Aparat Harus Disanksi!
Tampilan es gabus umumnya berbentuk balok panjang yang dipotong kecil. Warnanya cenderung cerah, seperti kuning, merah muda, hijau, biru, atau cokelat, tergantung pada pewarna makanan yang digunakan. Es satu ini umumnya dibungkus demgan plastik kecil tanpa tusuk dan dijajakan secara keliling.
Es Gabus Terbuat dari Apa?
Es gabus adalah jajanan jadul yang terbuat dari tepung hunkwe. Diketahui, tepung hunkwe sendiri merupakan tepung yang terbuat dari kacang hijau.
Bahan makanan ini memiliki tekstur yang lebih lembut, halus, dan berwarna putih dengan sedikit transparan usai diolah. Tepung hunkwe terkenal lantaran dapat memberi efek kenyal pada makanan.
Proses pembuatan tepung ini sendiri dilakukan dengan cara mengeringkan dan menggiling kacang hijau sampai menjadi bubuk halus.
Jika dibandingkan dengan tepung maizena, tapioka dan terigu biasa, tekstur hunkwe sedikit lebih kasar, namun saat diolah, hasilnya jadi lebih kenyal dan licin.
Tepung hunkwe memiliki fungsi utama sebagai pengental, pembentuk tekstur, serta penambah kekenyalan pada berbagai jenis masakan, seperti bubur, kue, hingga saus. Bahkan, kekenyalan yang dihasilkan dari tepung ini menjadi ciri khas dalam berbagai jajanan tradisional Indonesia, termasuk es gabus jadul.