- Physical sunscreen memantulkan sinar UV tanpa penyerapan sistemik ke aliran darah.
- Bahan aktif zinc oxide dan titanium dioxide dalam physical sunscreen diakui FDA sebagai aman serta efektif secara topikal.
- Penggunaan physical sunscreen membantu mencegah hiperpigmentasi seperti melasma, masalah umum pada ibu hamil.
Suara.com - Selama masa kehamilan, kesehatan kulit menjadi perhatian utama bagi banyak ibu hamil. Paparan sinar matahari dapat menyebabkan masalah seperti hiperpigmentasi atau melasma. Kondisi tersebut sering disebut sebagai "mask of pregnancy", di mana bercak gelap muncul di wajah.
Oleh karena itu, penggunaan sunscreen atau tabir surya menjadi penting untuk melindungi kulit dari sinar UV. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah physical sunscreen aman untuk ibu hamil?
Physical sunscreen, juga dikenal sebagai mineral sunscreen, bekerja dengan cara memantulkan sinar UV daripada menyerapnya. Berbeda dengan chemical sunscreen yang menyerap sinar dan mengubahnya menjadi panas.
Physical sunscreen biasanya mengandung bahan aktif seperti zinc oxide atau titanium dioxide. Bahan-bahan ini membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit, sehingga tidak diserap ke dalam aliran darah.
Menurut para ahli dermatologi, physical sunscreen dianggap sebagai pilihan teraman selama kehamilan karena minim risiko penyerapan sistemik.
Hal ini kontras dengan chemical sunscreen yang mengandung oxybenzone, avobenzone, atau octinoxate. Kandungan itu dapat diserap oleh kulit dan berpotensi memengaruhi hormon atau perkembangan janin, meskipun bukti ilmiahnya masih terbatas.
Organisasi seperti Environmental Working Group (EWG) merekomendasikan zinc oxide non-nano sebagai opsi terbaik untuk ibu hamil, karena partikelnya tidak menembus kulit dan aman untuk digunakan secara luas.
Studi ilmiah mendukung keamanan ini. Sebuah artikel di PubMed Central menyebutkan bahwa penggunaan broad-spectrum sunscreen, termasuk yang berbasis mineral, bermanfaat untuk mencegah pigmentasi pada wanita hamil tanpa risiko signifikan.
FDA juga mengklasifikasikan zinc oxide dan titanium dioxide sebagai Generally Recognized as Safe and Effective (GRASE) untuk penggunaan topikal, termasuk pada ibu hamil. Tidak ada laporan utama tentang efek samping serius dari physical sunscreen pada kehamilan, asalkan digunakan sesuai petunjuk.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Sunscreen Murah di Bawah Rp50 Ribu untuk Perlindungan UV yang Optimal
Namun, beberapa ibu hamil mungkin mengalami iritasi kulit jika produk mengandung tambahan seperti fragrance atau paraben, jadi penting memilih yang hypoallergenic.
Manfaat physical sunscreen bagi ibu hamil sangat beragam. Selain melindungi dari kanker kulit dan penuaan dini, ia membantu mengurangi risiko melasma yang dipicu oleh perubahan hormon dan paparan UV.
Sebuah tinjauan dari American Academy of Dermatology menyarankan SPF minimal 30 dengan perlindungan broad-spectrum untuk aktivitas luar ruangan.
Bagi ibu hamil yang aktif, bentuk seperti lotion atau stick lebih praktis, sementara spray harus dihindari untuk mencegah inhalasi partikel.
Meski aman, ada tips penting dalam memilih dan menggunakan physical sunscreen. Berikut tipsnya:
- Periksa label untuk memastikan bebas dari chemical filter.
- Aplikasikan secara merata 15-30 menit sebelum keluar rumah dan ulangi setiap dua jam, terutama setelah berenang atau berkeringat.
- Pilih produk dengan sertifikasi dari lembaga seperti EWG atau yang direkomendasikan oleh dokter kandungan.
- Jika ada riwayat alergi, lakukan patch test terlebih dahulu.
- Alternatif alami seperti pakaian pelindung atau menghindari matahari puncak (pukul 10-14) juga bisa dikombinasikan untuk perlindungan maksimal.
Secara keseluruhan, physical sunscreen aman dan direkomendasikan untuk ibu hamil sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit. Konsultasikan dengan dokter untuk saran personal, terutama jika ada kondisi kulit khusus.