Suara.com - Lebaran merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hari Raya Idulfitri tidak hanya menjadi penanda berakhirnya ibadah puasa Ramadan, tetapi juga identik dengan tradisi silaturahmi, mudik ke kampung halaman, hingga libur panjang yang dimanfaatkan untuk beristirahat atau berwisata.
Oleh karena itu, banyak masyarakat yang mulai mencari tahu Lebaran 2026 hari apa dan jatuh di bulan apa agar bisa menyusun agenda sejak jauh hari.
Di Indonesia, Lebaran juga memiliki dampak besar terhadap aktivitas nasional. Pemerintah biasanya menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama yang berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Aparatur Sipil Negara (ASN), karyawan swasta, hingga peserta didik di sekolah. Informasi terkait jadwal ini sangat penting, baik untuk perencanaan mudik, pengaturan jadwal kerja, maupun kegiatan keluarga.
Jika bertanya-tanya lebaran 2026 hari apa, setiap umat Islam mengetahui bahwa secara kalender Masehi, Lebaran tidak memiliki tanggal yang tetap setiap tahunnya. Hal ini karena penentuan Hari Raya Idul fitri mengikuti kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan. Akibatnya, tanggal Lebaran selalu maju sekitar 10–11 hari setiap tahun jika dibandingkan kalender Masehi.
Sebagai gambaran, Lebaran tahun 2025 jatuh pada 31 Maret. Lantas, Lebaran 2026 bulan apa? Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, Lebaran 2026 diperkirakan masih jatuh di bulan Maret, namun dengan tanggal yang lebih awal.
Perkiraan awal menyebutkan bahwa Hari Raya Idul fitri 1447 Hijriah akan tiba pada tanggal 20 atau 21 Maret 2026, hari Jumat dan Sabtu. Jika sesuai perkiraan tersebut, maka Lebaran 2026 lebih maju dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan siklus kalender Islam yang lebih pendek dibandingkan kalender Masehi.
Perkiraan Awal Ramadan 1447 H
Untuk mengetahui kepastian Lebaran, penentuan awal bulan Ramadan menjadi acuan utama. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah merilis Kalender Hijriah Indonesia 2026 sebagai panduan awal. Dalam kalender tersebut, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Perkiraan ini didasarkan pada metode hisab atau perhitungan astronomi terhadap pergerakan bulan. Meski demikian, penetapan resmi awal Ramadan tetap menunggu hasil rukyatul hilal dan sidang isbat yang biasanya digelar pada akhir bulan Syaban.
Baca Juga: KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
Sidang ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari perwakilan organisasi masyarakat Islam, ahli astronomi, hingga instansi pemerintah terkait. Hisab dilakukan melalui perhitungan ilmiah dan astronomis, sedangkan rukyat dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap hilal di berbagai titik di Indonesia.
Hasil dari kedua metode tersebut kemudian dibahas dalam sidang isbat untuk menetapkan tanggal resmi awal Ramadan maupun Hari Raya Idulfitri. Oleh sebab itu, meskipun kalender Hijriah sudah memberikan perkiraan, masyarakat tetap perlu menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.
Lebaran 2026 Hari Apa?
Berdasarkan Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 yang diumumkan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Tanggal ini menjadi rujukan awal bagi instansi pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat luas dalam menyusun rencana kegiatan tahunan.
Sebagai salah satu hari libur terbesar di Indonesia, Lebaran biasanya disertai dengan libur tambahan di hari-hari sekitarnya. Hal ini bertujuan agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk merayakan Idulfitri, bersilaturahmi, dan melakukan perjalanan mudik.
Masih merujuk pada SKB 3 Menteri, pemerintah juga menetapkan cuti bersama Lebaran 2026 untuk mendukung kelancaran perayaan Hari Raya Idulfitri. Adapun cuti bersama yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut: