Jelang Ramadan, Pemerintah Petakan 7 Komoditas Paling Rawan Picu Inflasi

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 28 Januari 2026 | 07:26 WIB
Jelang Ramadan, Pemerintah Petakan 7 Komoditas Paling Rawan Picu Inflasi
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian. [Ist]
baca 10 detik
  • Pemerintah mengidentifikasi tujuh komoditas pangan berisiko tinggi menyebabkan inflasi menjelang Ramadan 2026.
  • Tantangan utama bukan stok, melainkan ketimpangan distribusi regional yang harus diatasi dengan intervensi dini.
  • Pengendalian harga pangan krusial karena lonjakan berdampak langsung pada daya beli masyarakat menjelang hari besar.

Suara.com - Pemerintah memetakan tujuh komoditas pangan yang dinilai paling berisiko memicu inflasi menjelang bulan Ramadan 2026.

Komoditas tersebut menjadi fokus pengendalian harga dalam beberapa pekan ke depan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan lonjakan harga pangan kerap terjadi saat permintaan meningkat menjelang Ramadan.

“Ini perlu kita antisipasi lebih awal karena Ramadan tinggal tiga minggu lagi,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Berdasarkan paparan Kantor Staf Presiden (KSP), tujuh komoditas yang masuk kategori risiko tinggi adalah beras, cabai rawit, minyak goreng, minyak kita, daging ayam ras, telur ayam ras, serta cabai merah.

Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Popi Rufaidah menjelaskan, ketujuh komoditas tersebut memiliki rekam jejak kuat sebagai penyumbang inflasi saat Ramadan dan Lebaran.

Minyak Kita [Antara]
Minyak Kita [Antara]

“Keempat komoditas dengan risiko sistemik tinggi adalah beras medium, cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan jagung tingkat peternak,” kata Popi.

Ia menambahkan, jagung pakan ternak menjadi perhatian khusus karena berkaitan langsung dengan biaya produksi ayam dan telur, dua komoditas protein hewani yang permintaannya melonjak saat Ramadan.

Popi menyebut, tantangan utama saat ini bukan pada stok nasional, melainkan ketimpangan distribusi antarwilayah yang memicu disparitas harga.

baca juga

“Stok nasional relatif aman, tapi distribusinya belum merata,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah mendorong intervensi lebih dini berbasis wilayah ekstrem, yakni daerah dengan harga sangat tinggi atau sangat rendah. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam menjaga stabilitas harga.

Tito menegaskan, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi menjaga pasokan dan distribusi, terutama di wilayah dengan kendala logistik.

“Kalau distribusinya macet, pasti harga akan naik,” kata Tito.

Selain operasi pasar, pemerintah juga mengandalkan penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Gerakan Pangan Murah di daerah rawan inflasi.

Tito mengingatkan, pengendalian harga pangan menjelang Ramadan menjadi krusial karena langsung berdampak pada daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

“Kalau harga pangan naik saat Ramadan, dampaknya ke masyarakat akan terasa sekali,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Ramadan, Pemerintah Diminta Percepat Belanja Negara Guna Stimulasi Kredit

Jelang Ramadan, Pemerintah Diminta Percepat Belanja Negara Guna Stimulasi Kredit

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 07:05 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Beras Naik, Bawang Merah hingga Kedelai Impor Turun

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Beras Naik, Bawang Merah hingga Kedelai Impor Turun

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 09:19 WIB

Ini Tips Rencanakan Mudik Sekaligus Ide Liburan Bersama Keluarga

Ini Tips Rencanakan Mudik Sekaligus Ide Liburan Bersama Keluarga

Bisnis | Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:12 WIB

Jelang Ramadan, Jualan Online Ternyata Bisa Raup Ratusan Juta

Jelang Ramadan, Jualan Online Ternyata Bisa Raup Ratusan Juta

Bisnis | Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:04 WIB

Jelang Ramadan, Bulog Jamin Harga Beras, Minyak, dan Gula Tak Tembus HET

Jelang Ramadan, Bulog Jamin Harga Beras, Minyak, dan Gula Tak Tembus HET

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 17:35 WIB

Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?

Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 15:36 WIB

Terkini

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi

Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:16 WIB

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:59 WIB

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:40 WIB

×