Retinol dan Retinoid Apakah Sama? Jangan Asal Pakai, Pahami Perbedaannya

Nur Khotimah Suara.Com
Rabu, 28 Januari 2026 | 14:15 WIB
Retinol dan Retinoid Apakah Sama? Jangan Asal Pakai, Pahami Perbedaannya
Retinol dan Retinoid apakah sama? (freepik)

Suara.com - Retinol dan retinoid menjadi dua bahan skincare yang paling sering disebut saat membahas perawatan anti aging.

Keduanya dikenal ampuh membantu menyamarkan garis halus, memperbaiki tekstur kulit, hingga membuat wajah tampak lebih cerah.

Lantas, retinol dan retinoid apakah sama, dan mana yang lebih efektif untuk menyamarkan tanda penuaan?

Sekilas keduanya terdengar mirip dan sama-sama berasal dari vitamin A. Padahal, retinol dan retinoid memiliki perbedaan yang penting. Salah memilih produk bisa membuat kulit iritasi, kering, atau bahkan berjerawat.

Agar tidak salah langkah, penting untuk memahami perbedaan retinol dan retinoid agar kamu bisa menentukan mana yang paling sesuai dengan kondisi kulit.

Retinol dan Retinoid: Apa Bedanya?

Retinol dan Retinoid apakah sama? (freepik)
Retinol dan Retinoid apakah sama? (freepik)

Meski sama-sama berasal dari vitamin A, retinol dan retinoid memiliki perbedaan penting dari sisi kekuatan, cara kerja, hingga cara mendapatkannya.

Retinoid merupakan istilah umum yang mencakup seluruh turunan vitamin A, termasuk tretinoin, adapalene, hingga retinol itu sendiri.

Retinoid dengan kadar tinggi biasanya hanya bisa diperoleh melalui resep dokter karena sifatnya yang lebih kuat dan langsung aktif di kulit.

Sementara itu, retinol adalah bentuk retinoid yang lebih ringan dan dijual bebas. Retinol masih perlu diubah terlebih dahulu oleh kulit menjadi bentuk aktif (retinoic acid) sebelum bekerja.

Baca Juga: 7 Retinol untuk Mengencangkan Kulit Usia 50 Tahun

Proses ini membuat hasilnya muncul lebih lambat, tetapi juga menjadikannya lebih ramah untuk pemula atau pemilik kulit sensitif.

Menurut dr. Giorgio Barnes K, Sp.DVE, perbedaan inilah yang sering disalahpahami.

"Retinol itu lebih soft dan bisa dibeli OTC, sedangkan retinoid lebih keras dan biasanya butuh resep dokter," jelas dr. Giorgio, dikutip dari Instagram @rsabdiwaluyo.

"Banyak orang asal pakai tanpa tahu jenis kulit dan dosisnya, akhirnya muncul iritasi, kemerahan, kulit mengelupas, sampai jerawat," lanjutnya.

Oleh karena itu, penting untuk tidak asal membeli produk hanya karena sedang tren. Mengenali jenis kulit dan memilih kadar yang sesuai jauh lebih penting agar manfaatnya bisa dirasakan tanpa efek samping berlebihan.

Cara Kerja Retinol dan Retinoid di Kulit

Baik retinol maupun retinoid bekerja dengan cara mempercepat pergantian sel kulit dan merangsang produksi kolagen. Inilah yang membuat keduanya sangat populer sebagai bahan anti aging.

Dengan pemakaian rutin, kulit akan terasa lebih halus, tampak lebih cerah, dan garis-garis halus perlahan tersamarkan.

Retinoid bekerja lebih cepat karena kandungannya sudah aktif saat diaplikasikan ke kulit.

Itulah sebabnya retinoid sering diresepkan dokter untuk mengatasi jerawat sedang hingga berat, hiperpigmentasi membandel, atau tanda penuaan yang cukup nyata.

Namun, karena kekuatannya tinggi, risiko iritasi juga lebih besar, terutama di awal pemakaian.

Sebaliknya, retinol bekerja secara bertahap. Karena masih harus dikonversi oleh kulit menjadi bentuk aktif, hasilnya memang tidak instan.

Namun justru inilah keunggulannya. Retinol cenderung lebih nyaman digunakan, terutama bagi pemula, kulit kering, atau kulit sensitif.

Dengan penggunaan teratur, retinol tetap mampu memperbaiki tekstur kulit, meningkatkan elastisitas, dan memberikan efek glowing yang sehat.

Retinol dan Retinoid: Mana yang Lebih Efektif untuk Menyamarkan Tanda Penuaan?

Untuk menentukan mana yang lebih efektif sangat bergantung pada kondisi kulit dan tujuan perawatan.

Kalau kamu baru mulai menggunakan skincare berbahan aktif atau memiliki kulit sensitif, retinol biasanya menjadi pilihan paling aman.

Retinol efektif untuk mengatasi tanda penuaan ringan seperti garis halus awal, kulit kusam, dan tekstur tidak merata, meski hasilnya membutuhkan waktu dan konsistensi.

Namun, jika kamu menghadapi tanda penuaan yang lebih jelas, seperti kerutan dalam atau flek yang sulit hilang, retinoid bisa memberikan hasil lebih cepat karena potensi kerjanya lebih tinggi. Retinoid juga sering dipilih untuk kasus jerawat yang cukup berat.

Meski begitu, penggunaannya sangat disarankan di bawah pengawasan dokter kulit agar dosis dan frekuensinya sesuai dengan toleransi kulit.

Demikianlah penjelasan lengkap terkait perbedaan retinol dan retinoid dan mana yang lebih efektif samarkan tanda penuaan. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI