Bahkan, meskipun niat utamanya hanya qadha, keistimewaan Nisfu Syaban tetap diharapkan bisa diraih.
Jalaluddin as-Suyuthi juga menjelaskan bahwa sebagian ulama memasukkan penggabungan niat puasa Syaban dengan qadha Ramadan ke dalam kategori ibadah yang sah untuk keduanya.
Meski demikian, memang ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian menilai hanya puasa wajibnya yang sah, sementara sunahnya tidak dihitung secara khusus.
Namun, pendapat yang membolehkan penggabungan niat ini cukup kuat dan banyak diamalkan, khususnya di kalangan Mazhab Syafi'i.
Bacaan Niat Puasa Nisfu Syaban Digabung Puasa Ganti Ramadan
Bagi umat Islam yang ingin menjalankan puasa di bulan Syaban, khususnya saat Nisfu Syaban, terdapat dua jenis niat yang bisa diamalkan, yaitu niat puasa qadha Ramadan dan niat puasa sunah Syaban.
Keduanya dapat dibaca secara terpisah, atau digabungkan dalam satu rangkaian niat, sesuai keyakinan masing-masing.
Jika tujuan utama adalah melunasi utang puasa Ramadan, maka cukup berniat qadha. Namun, apabila ingin sekaligus menghadirkan niat puasa sunah Syaban, maka boleh membaca kedua niat tersebut.
Berikut bacaan niatnya:
Baca Juga: Bayar Fidyah Puasa 1 Hari Berapa Rupiah dan Kg Beras? Begini Ketentuan yang Benar
1. Niat puasa qadha Ramadan di bulan Syaban
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhaa’i fardhi syahri ramadhaana lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: "Aku berniat mengqadha puasa Bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta'ala."
2. Niat puasa sunah bulan Syaban
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى