- Generasi muda mendominasi wirausaha kuliner baru, namun hanya sedikit bisnis bertahan karena kurangnya pemahaman operasional kompleks.
- Ellenka menggelar program Kolaborasa sejak pertengahan 2024 untuk edukasi UMKM, puncaknya di Malang pada Desember 2025.
- Program EPIC Ellenka memberikan edukasi industri dan kewirausahaan kepada pelajar, termasuk di Jakarta pada Januari 2026.
Suara.com - Perkembangan bisnis kuliner di Indonesia kian menunjukkan dinamika yang signifikan, terutama dengan meningkatnya minat generasi muda untuk terjun sebagai wirausahawan di sektor ini.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan McKinsey Food Service Report yang dirilis tahun 2024 mencatat bahwa generasi muda menyumbang lebih dari 50% dari total wirausahawan baru di sektor kuliner.
Namun di balik pertumbuhan tersebut, tantangan besar masih membayangi, karena hanya 1 dari 5 bisnis baru yang mampu bertahan lebih dari tiga tahun, terutama akibat kurangnya pemahaman terhadap operasional industri kuliner yang kompleks dan kompetitif.
Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan yang lebih terstruktur dalam membekali pengusaha muda dan calon pelaku usaha kuliner dengan logika bisnis serta keterampilan teknis yang relevan dengan standar pasar global.
Menyadari urgensi tersebut, Ellenka secara konsisten mengambil peran aktif dalam pengembangan kapasitas pelaku industri kuliner Indonesia.
Sejak pertengahan tahun 2024, Ellenka melalui rangkaian acara Kolaborasa telah memberikan edukasi seputar tren kuliner dan pengembangan kompetensi kepada ratusan UMKM di berbagai kota seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Tangerang.
Puncak dari rangkaian inisiatif ini berlangsung pada 9 Desember 2025 di Malang, ketika Ellenka menggandeng Schoko, BOLA Deli, dan Sriboga bersama Chef Angie Wiranata (Master Chef Indonesia) untuk membekali 110 pelaku usaha rumah tangga, UMKM, hingga business starter.
Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai prediksi tren kuliner 2026 serta strategi operasional yang efisien melalui pemanfaatan produk-produk unggulan Ellenka.
Chef Angie Wiranata juga mendemonstrasikan pembuatan tren kuliner baru “Mochi Matcha” dengan RichCreme Whip Creme Powder, memberikan gambaran konkret bagaimana inovasi produk dapat menjawab selera pasar yang terus berkembang.
Tidak berhenti pada pemberdayaan UMKM, Ellenka juga memperluas dampak edukasinya ke ranah pendidikan melalui program Ellenka Program for Inspiring Class (EPIC).
Program ini menegaskan komitmen Ellenka dalam memajukan industri Food & Beverage (F&B) Indonesia dengan menghadirkan edukasi kreatif yang berfokus pada pengenalan standar industri kuliner, informasi tren F&B terkini, serta peluang karier dan kewirausahaan di sektor kuliner.
EPIC dirancang untuk memberikan gambaran nyata mengenai tantangan dan peluang industri F&B, sekaligus membekali peserta dengan perspektif profesional yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Program ini telah hadir di SMK Santa Maria, Jakarta pada 20 Januari 2026 dan SMKN 57 Jakarta pada 22 Januari 2026.
Dalam rangkaian kegiatan EPIC, sejumlah tokoh kuliner ternama turut berbagi pengalaman, termasuk William Wongso yang hadir bersama para siswa SMKN 57 Menteng, Jakarta.
Kegiatan ini tidak hanya berisi pemaparan teori, tetapi juga menghadirkan pengalaman komprehensif mulai dari wawasan tren dan inovasi produk yang fungsional bagi kesehatan, hingga praktik langsung di dapur profesional.
William Wongso juga menekankan pentingnya inovasi berbasis kebutuhan konsumen, khususnya di tengah perkembangan industri kuliner dan teknologi pangan.
“Dengan berkembangnya industri kuliner dan teknologi pangan, kita bisa melakukan inovasi salah satunya dengan melakukan substitusi bahan. Misalnya, untuk orang yang tidak bisa mengonsumsi santan atau susu, bisa menggunakan FiberCreme sebagai pengganti untuk tetap memunculkan rasa creamy dengan tambahan manfaat tinggi serat”, ungkap William Wongso.
Komitmen Ellenka dalam membangun ekosistem kuliner yang lebih siap dan berkelanjutan juga ditegaskan oleh Bryan Prananto, Brand Management Manager Ellenka.
“Diharapkan, program ini dapat menumbuhkan pola pikir wirausaha, mendorong inovasi, serta mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan industri kuliner Indonesia ke depan,” ujarnya.
Melalui sinergi antara program pemberdayaan UMKM lewat Kolaborasa dan pendekatan edukatif kepada pelajar melalui EPIC, Ellenka menunjukkan peran aktifnya sebagai motor penggerak industri pangan nasional.
Di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap bisnis kuliner, upaya ini menjadi fondasi penting untuk membangun industri F&B Indonesia yang tidak hanya kreatif dan kompetitif, tetapi juga lebih berkualitas, bergizi, dan berkelanjutan di masa depan.