Kemenkes Ingatkan Risiko Jangka Panjang Konsumsi Ikan Sapu-sapu dari Sungai Tercemar

Bella, Lilis Varwati

Selasa, 27 Januari 2026 | 16:58 WIB
Kemenkes Ingatkan Risiko Jangka Panjang Konsumsi Ikan Sapu-sapu dari Sungai Tercemar
Ilustrasi siomay. (Pexels/Nonik Yench)
baca 10 detik
  • Kemenkes mengingatkan potensi risiko kesehatan jangka panjang dari konsumsi ikan sapu-sapu dari perairan tercemar.
  • Ikan sapu-sapu invasif cenderung memakan kotoran dan lumut, rentan mengakumulasi cemaran lingkungan seperti logam berat.
  • Meskipun data PTM spesifik belum ada, cemaran dalam ikan berpotensi bertransmisi ke tubuh manusia saat dikonsumsi.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan potensi risiko kesehatan jangka panjang dari konsumsi ikan sapu-sapu yang berasal dari sungai tercemar. Meski belum ada data spesifik terkait penyakit tidak menular (PTM) akibat konsumsi ikan tersebut, Kemenkes menegaskan prinsip kehati-hatian tetap harus dikedepankan.

Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu termasuk jenis ikan invasif yang dikenal sebagai "pembersih akuarium". Ikan ini cenderung memakan lumut, alga, hingga kotoran di dasar perairan, bukan ikan hidup.

Kondisi tersebut membuat ikan sapu-sapu rentan terpapar berbagai cemaran dari lingkungan tempat hidupnya.

“Ikan sapu-sapu kan makan lumut, makan kotoran, dia bukan ikan yang makan ikan hidup. Kalau PTM kan lebih kita enggak tahu jangka panjangnya seperti apa ya,” kata Nadia ditemui di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Menurut Nadia, hingga kini belum ada kajian atau data khusus yang menunjukkan dampak langsung konsumsi ikan sapu-sapu terhadap munculnya penyakit tidak menular pada manusia. Namun, ia menilai risiko kesehatan tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan perairan tempat ikan tersebut hidup.

“Kalau misalnya makanan ikannya itu bukan makanan yang baik, misalnya sungai yang tercemar, pasti yang menyebabkan bukan salah ikannya, yang salah itu cemarannya,” ujarnya.

Nadia menjelaskan, cemaran seperti logam berat maupun zat berbahaya lainnya tidak dapat dibersihkan oleh tubuh ikan. Akibatnya, zat-zat tersebut berpotensi berpindah ke tubuh manusia saat ikan dikonsumsi.

“Cemarannya itu yang tidak bisa dibersihkan dalam tubuh ikan itu, yang nanti kalau kita makan ikut masuk ke dalam tubuh,” kata Nadia.

Ia menambahkan, secara prinsip, ikan yang hidup di perairan tercemar berisiko menjadi media transmisi zat berbahaya ke manusia, termasuk jika terpapar bahan berbahaya dengan efek jangka panjang.

baca juga

“Kalau data penyakit PTM akibat ikan sapu-sapu memang belum ada. Tapi prinsipnya, kalau ikannya makannya enggak bagus, tubuh ikan itu enggak bisa membersihkan itu. Dia makan cemaran radioaktif, dia enggak bisa bersihin radioaktifnya, pasti akan bertransmisi ke manusia juga,” tegasnya.

Kemenkes pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih sumber pangan, terutama ikan yang berasal dari sungai atau perairan dengan tingkat pencemaran tinggi, mengingat dampak kesehatannya bisa muncul dalam jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosok Arief 'Anak Kali' yang Menaruh Asa di Ciliwung Lewat Konten Ikan Sapu-Sapu

Sosok Arief 'Anak Kali' yang Menaruh Asa di Ciliwung Lewat Konten Ikan Sapu-Sapu

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 15:51 WIB

Waspada Siomay Campuran Ikan Sapu-Sapu, Dinas KPKP DKI Ingatkan Bahaya Logam Berat yang Mengintai

Waspada Siomay Campuran Ikan Sapu-Sapu, Dinas KPKP DKI Ingatkan Bahaya Logam Berat yang Mengintai

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 15:44 WIB

Saat Negara Jadi Sumber Stres: Overexposure Trauma di Tengah Berita Negatif

Saat Negara Jadi Sumber Stres: Overexposure Trauma di Tengah Berita Negatif

Your Say | Selasa, 27 Januari 2026 | 13:45 WIB

Kasatgas Tito Pastikan Layanan Kesehatan di Tiga Provinsi Pascabencana Pulih 100 Persen

Kasatgas Tito Pastikan Layanan Kesehatan di Tiga Provinsi Pascabencana Pulih 100 Persen

News | Senin, 26 Januari 2026 | 17:06 WIB

Buku Perjalanan Menerima Diri, Wujudkan Self Love dengan Latihan Journaling

Buku Perjalanan Menerima Diri, Wujudkan Self Love dengan Latihan Journaling

Your Say | Senin, 26 Januari 2026 | 13:56 WIB

Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak

Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak

Health | Minggu, 25 Januari 2026 | 15:26 WIB

Banjir Jakarta: Ancaman Kesehatan Publik yang Tersembunyi di Balik Genangan

Banjir Jakarta: Ancaman Kesehatan Publik yang Tersembunyi di Balik Genangan

Your Say | Minggu, 25 Januari 2026 | 13:03 WIB

Alhamdulillah, RSUD Aceh Tamiang Sudah Kembali Beroperasi

Alhamdulillah, RSUD Aceh Tamiang Sudah Kembali Beroperasi

Foto | Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:00 WIB

Mau Cari Inspirasi Bisnis Kuliner? Pameran Makanan dan HoReCa Bakal Hadir Akhir 2026

Mau Cari Inspirasi Bisnis Kuliner? Pameran Makanan dan HoReCa Bakal Hadir Akhir 2026

Lifestyle | Jum'at, 23 Januari 2026 | 23:18 WIB

28 Juta Warga Indonesia Berpotensi Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Apa yang Terjadi?

28 Juta Warga Indonesia Berpotensi Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Apa yang Terjadi?

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 21:51 WIB

Terkini

Babak Baru Kasus Gibran Tipu Malaysia: KPK Negeri Jiran Bergerak Telusuri Uang Rp600 M

Babak Baru Kasus Gibran Tipu Malaysia: KPK Negeri Jiran Bergerak Telusuri Uang Rp600 M

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas

Mobil Mercedes-Benz Tabrak Warung Mi Balap di Deli Serdang, Satu Orang Tewas

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras

Kabur ke Hutan Dua Hari, Dua Pria di Purbalingga Ditangkap dengan Bukti 23.198 Obat Keras

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:15 WIB

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

IFW Soroti Kerentanan Perempuan dalam Pernikahan Siri Usai Kasus Pembunuhan di Madiun

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Malaysia dan Singapura Protes Keras Asap Karhutla dari RI, Ini Respons Dasco

Malaysia dan Singapura Protes Keras Asap Karhutla dari RI, Ini Respons Dasco

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api

Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:02 WIB

520 Hari Tanpa Laga Resmi, Mees Hilgers Ungkap Perjalanan Berat Sebelum Comeback

520 Hari Tanpa Laga Resmi, Mees Hilgers Ungkap Perjalanan Berat Sebelum Comeback

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:02 WIB

×