-
Investasi tabungan emas digital bisa dimulai dengan modal hanya Rp50 ribu.
-
Emas fisik membutuhkan biaya cetak dan penyimpanan ekstra yang cukup mahal.
-
Tabungan emas digital lebih likuid karena saldo bisa dijual sebagian saja.
Suara.com - Investasi emas sedang naik daun belakangan ini, karena dianggap paling aman dari gempuran inflasi.
Namun buat kita yang punya budget terbatas, seringkali dilema lebih baik menabung emas dalam bentuk fisik, seperti logam mulia atau menabung emas digital.
Anda jangan sampai salah langkah, karena cara Anda berinvestasi emas harus disesuaikan dengan isi dompet.
Supaya tak bingung, berikut ini perbedaan tabungan emas dan emas fisik untuk investasi.
1. Modal Awal
Jika Anda hanya punya uang sebatas Rp50 ribu atau di bawahnya, tabungan emas digital bisa jadi pilihan terbaik untuk investaasi.
Di aplikasi digital atau pegadaian, Anda bisa beli emas mulai dari nominal recehan.
Lain halnya dengan membeli logam mulia fisi, Anda minimal kamu harus beli kepingan 0,5 gram atau 1 gram yang harganya sekarang sudah tembus Rp3,1 jutaan - Rp3,4 jutaan per 30 Januari 2026.
Jadi buat yang mau mulai investasi tanpa nunggu gajian besar, tabungan emas lebih masuk akal.
Baca Juga: KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?

2. Biaya Tersembunyi yang Sering Terlupakan
Banyak orang yang tidak sadar kalau beli emas fisik itu ada biaya cetaknya.
Misalnya, Anda beli emas 10 gram, maka Anda bisa kena biaya cetak sekitar Rp700 ribu sampai Rp1 juta tambahan.
Sedangkan di Tabungan Emas, Anda cuma beli angkanya saja secara digital sesuai harga pasar saat itu tanpa biaya cetak.
Biaya cetak baru muncul kalau nanti saldo Anda sudah banyak dan Anda mutusin buat mencetaknya jadi batangan asli.
3. Tingkat Keamanan
Investasi berupa emas fisik memang kepuasan tersendiri, tapi risikonya juga tinggi kalau disimpan di rumah.
Bahkan, Anda harus mengeluarkan biaya lebih jika ingin menyewa Safe Deposit Box di bank untuk menyimpan emas fisik.
Kalau Tabungan Emas, saldo Anda akan tersimpan aman di sistem aplikasi yang diawasi oleh OJK atau Bappebti.
Sehingga, Anda tak perlu pusing mikirin brankas atau maling emas fisik yang disimpan di rumah.
4. Likuiditas
Tabungan emas digital bisa dimanfaatkan ketika Anda membutuhkan dana darurat untuk bayar kontrakan atau motor.
Anda bisa jual saldo emas Anda sedikit saja, misalnya cuma senilai Rp200 ribu untuk servis motor.
Sedangkan emas fisik, Anda tidak bisa memotongnya alias Anda harus menjualnya seluruh kepingan itu.
5. Transparansi dan Kemudahan Akses
Tabungan emas sekarang sudah canggih banget, karena Anda bisa pantau harga emas naik-turun secara real-time lewat HP sambil rebahan.
Transaksinya juga instan, tinggal klik jual atau beli.
Sementara, emas fisik biasanya mengharuskan Anda datang ke toko emas atau butik logam mulia secara langsung.
Mana yang Lebih Baik untuk Investasi dengan Budget Terbatas?
Anda bisa pilih tabungan emas digital, jika Anda pemula dengan modal terbatas tapi ingin menabung rutin harian dan tak mau repot soal penyimpanan.
Anda bisa pilih logam mulia fisik, jika punya dana besar dan ingin aset riil yang bisa dipegang langsung dan berniat menjadikannya warisan atau simpanan jangka panjang di atas 5 tahun.