Suara.com - Bulan Syaban merupakan salah satu bulan yang memiliki keistimewaan dalam agama Islam. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah sebagai persiapan menyambut datangnya bulan Ramadhan.
Rasulullah SAW juga diketahui lebih sering melaksanakan puasa sunnah pada bulan Syaban dibandingkan bulan-bulan lainnya. Salah satu ibadah yang dianjurkan untuk dikerjakan di bulan Syaban adalah puasa Ayyamul Bidh.
Puasa sunnah ini dilaksanakan setiap pertengahan bulan Hijriah, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15. Keistimewaan pelaksanaannya di bulan Syaban semakin terasa karena bertepatan dengan momen Nisfu Syaban. Puasa Ayyamul Bidh di bulan Syaban termasuk dalam kategori puasa sunnah.
Nisfu Syaban sendiri jatuh pada pertengahan bulan Syaban, yaitu tanggal 15. Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai salah satu malam istimewa dalam Islam. Banyak umat Muslim memanfaatkan momen tersebut untuk memperbanyak doa, zikir, serta berbagai amalan kebaikan lainnya.
Niat Puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh
Ketentuan niat puasa Ayyamul Bidh lebih fleksibel dibandingkan puasa wajib Ramadhan. Niat masih diperbolehkan dilakukan pada pagi hari, selama belum mengonsumsi makanan atau minuman sejak terbit fajar dan dilakukan sebelum waktu zuhur. Meski demikian, yang paling utama atau afdal adalah meniatkannya sejak malam hari.
Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh pada momentum Nisfu Syaban yang dapat diamalkan.
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْبَيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma yaumul baidh sunatan lillaahi ta'aalaa."
Atau niat berikut ini:
Baca Juga: Niat Puasa Syaban Sekaligus Qadha Ramadhan: Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala."
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Syaban esok hari karena Allah Ta'ala."
Hukum Menggabungkan Puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh
Pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh boleh dilakukan secara berurutan selama tiga hari. Namun, bagi yang memiliki kendala, puasa ini juga dapat dikerjakan secara terpisah selama masih berada di rentang tanggal 13 hingga 15 Hijriah.
Keistimewaan tersendiri terjadi pada Selasa, 3 Februari 2026. Pada hari tersebut, umat Islam berkesempatan memperoleh pahala ganda karena bertepatan antara hari ketiga puasa Ayyamul Bidh dan hari Nisfu Syaban.
Kapan Pelaksanaan Puasa Nisfu Syaban dan Ayyamul Bidh
Malam Nisfu Syaban sudah dimulai sejak Senin malam, 2 Februari 2026. Sementara itu, jadwal puasa Ayyamul Bidh pada Syaban tahun 2026 berlangsung pada 1 hingga 3 Februari 2026.
Berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh Februari 2026:
- Minggu, 1 Februari 2026: 13 Syaban 1447 H
- Senin, 2 Februari 2026: 14 Syaban 1447 H
- Selasa, 3 Februari 2026: 15 Syaban 1447 H
Amalan Nisfu Syaban
Ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di momen Nisfu Syaban. Amalan tersebut antara lain salat malam, membaca Al-Qur'an, beristighfar dan berdoa, puasa sunnah di hari Nisfu Syaban, serta bersedekah dan berbuat baik.
Beberapa bentuk kebaikan yang bisa dilakukan antara lain bersedekah kepada fakir miskin, memberikan makanan kepada orang lain, membantu orang yang membutuhkan, serta memperbanyak silaturahmi dan memaafkan kesalahan orang lain.
Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan untuk meraih keutamaan Nisfu Syaban yang hanya tiba satu tahun sekali menjelang Ramadhan ini.
1. Membaca Surat Yasin Tiga Kali
Pada malam Nisfu Sya’ban, sebagian masyarakat memiliki tradisi membaca surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda, yakni untuk memohon umur panjang, dilapangkan rezeki, dan mendapatkan husnul khatimah.
Tradisi ini populer di kalangan umat Islam, meskipun perlu dicatat bahwa tidak ada satu pun hadis shahih yang secara spesifik menyebutkan keutamaan membaca Yasin pada malam Nisfu Sya’ban.
2. Memperbanyak Doa
Malam Nisfu Sya’ban merupakan malam istimewa karena Allah SWT menjanjikan pengabulan doa. Rasulullah SAW bersabda:
"Lima malam yang tidak akan ditolak doa di dalamnya: malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya'ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan Malam Idul Adha".
Umat Islam dianjurkan memanfaatkan malam ini untuk memperbanyak doa dengan sungguh-sungguh.
3. Membaca Dua Kalimat Syahadat
Kalimat syahadat merupakan ucapan mulia yang membawa rahmat Allah SWT, terutama bila diulang-ulang pada malam Nisfu Sya’ban. Hadis riwayat Sayyid Muhammad bin Alawi dalam Ithmi’nanul Qulub menyebut:
"Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah, khususnya bulan Syaban dan malam pertengahannya."
4. Memperbanyak Istighfar
Manusia tidak lepas dari dosa, baik yang disengaja maupun tidak. Istighfar menjadi amalan utama untuk memohon ampunan Allah SWT. Hadis Sayyid Muhammad bin Alawi menyatakan:
"Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Syaban dan malam pertengahannya."
5. Berpuasa di hari Nisfu Syaban
Puasa sunnah pada siang hari juga dianjurkan. Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah SAW bersabda:
"Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah bersabda: "Apabila sampai pada malam Nisfu Sya'ban, maka shalatlah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya, karena sesungguhnya Allah akan turun ke dunia pada malam tersebut sejak matahari terbenam dan Allah berfirman: "Tidak ada orang yang meminta ampun kecuali Aku akan mengampuni segala dosanya, tidak ada yang meminta rezeki melainkan Aku akan memberikannya rezeki, tidak ada yang terkena musibah atau bencana, kecuali Aku akan menghindarkannya, tidak ada yang demikian, tidak ada yang demikian, sampai terbit fajar" (HR. Imam Ibnu Majah dalam kitab Sunannya hadits no: 1378).
Keutamaan Nisfu Syaban
Mengutip dari laman resmi Baznas, pertengahan Sya'ban adalah momen emas untuk memanjatkan doa. Malam ini adalah momen yang tepat untuk refleksi diri (muhasabah) atas segala perbuatan setahun ke belakang sebelum kita benar-benar bersih memasuki bulan Ramadhan.
Keutamaan bulan ini juga terekam jelas dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Melansir baznas.go.id, Rasulullah SAW diketahui sangat sering berpuasa di bulan ini.
Dalam hadis riwayat Usamah bin Zaid RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Bulan Syaban adalah bulan yang sering dilupakan oleh manusia, berada antara Rajab dan Ramadan. Padahal bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam, dan aku senang jika amalku diangkat dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i).
Malam Nisfu Syaban disebut sebagai malam di mana catatan amal manusia dalam setahun diangkat dan digantikan dengan yang baru.
Sebagai malam yang istimewa, banyak yang memanfaatkannya dengan meningkatkan amal ibadah dan berdoa agar diberikan keberkahan dalam kehidupan.
Kontributor : Rizky Melinda