5 Panduan Takbiran di Bali Jika Idulfitri Berbarengan dengan Nyepi

Farah Nabilla

Kamis, 19 Maret 2026 | 04:52 WIB
5 Panduan Takbiran di Bali Jika Idulfitri Berbarengan dengan Nyepi
Warga menyalakan suar saat merayakan malam takbiran di Kawasan Manggarai, Jakarta, Minggu (30/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Dalam beberapa tahun tertentu, perayaan Hari Raya Idulfitri umat Islam dapat berdekatan atau bahkan berbarengan dengan Hari Raya Nyepi umat Hindu. Kondisi ini pernah terjadi sebelumnya dan berpotensi kembali terjadi di masa depan, termasuk kemungkinan pada tahun 2026 ketika kalender keagamaan dua agama besar di Indonesia memiliki tanggal yang sangat berdekatan.

Bagi masyarakat yang tinggal di Bali, situasi ini memerlukan penyesuaian khusus, terutama bagi umat Islam yang biasanya menggelar takbiran pada malam menjelang Idulfitri. Takbiran yang identik dengan lantunan takbir, kegiatan di masjid, hingga pawai keliling tentu perlu disesuaikan dengan aturan Nyepi yang menekankan suasana hening dan tanpa aktivitas di luar rumah.

Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan panduan pelaksanaan malam takbiran yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, khususnya di wilayah Bali.

Panduan Takbiran di Bali Jika Idulfitri Berbarengan Nyepi

Dalam panduan tersebut, umat Islam diperbolehkan melaksanakan takbiran di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki.

Pelaksanaan takbiran dilakukan tanpa penggunaan pengeras suara, tidak menyalakan petasan atau mercon maupun bunyi-bunyian lainnya, serta menggunakan penerangan secukupnya. Waktu pelaksanaan dibatasi mulai pukul 18.00 WITA hingga 21.00 WITA.

Selanjutnya, pengamanan dan ketertiban selama kegiatan takbiran menjadi tanggung jawab masing-masing pengurus masjid atau mushola. Meski demikian, koordinasi dengan aparat keamanan setempat tetap harus dilakukan guna menjaga kondusivitas.

Tak hanya itu, berbagai pihak juga turut dilibatkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Mulai dari prajuru desa adat, pengurus masjid atau mushola, pecalang, linmas, hingga aparat desa atau kelurahan diminta bekerja sama secara sinergis dengan aparat keamanan untuk memastikan pelaksanaan Nyepi dan takbiran berjalan harmonis.

Kemenag menegaskan bahwa panduan ini bersifat khusus dan hanya berlaku di Bali, terutama ketika malam takbiran bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Oleh karena itu, informasi yang menyebut aturan ini berlaku secara nasional dipastikan tidak benar.

baca juga

Panduan tersebut tertuang dalam Seruan Bersama yang ditandatangani oleh sejumlah tokoh dan pejabat, antara lain Ketua FKUB Bali Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet, Kepala Kanwil Kemenag Bali I Gusti Made Sunartha, Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, serta Gubernur Bali Wayan Koster.

Direktur Jenderal Bimas Hindu, I Nengah Duija, juga menegaskan bahwa pedoman ini memang ditujukan khusus untuk wilayah Bali. Namun, ia menilai aturan serupa dapat dijadikan referensi di daerah lain yang memiliki komunitas Hindu, terutama jika Idulfitri bertepatan dengan Nyepi.

Ia berharap masyarakat dapat memahami panduan tersebut sebagai bentuk kearifan bersama dalam menjaga kerukunan dan saling menghormati antarumat beragama.

Kemenag juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga suasana damai dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Belakangan ini, beredar konten di media sosial yang keliru menyebut aturan tersebut berlaku untuk seluruh daerah.

“Kami mengajak umat beragama untuk tidak mudah terprovokasi. Indonesia memiliki tradisi panjang dalam menjaga toleransi. Penyesuaian seperti ini justru mencerminkan kedewasaan dalam beragama dan hidup berdampingan,” demikian imbauan Kemenag.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nyepi 2026 Tahun Saka Berapa? Ini Maknanya

Nyepi 2026 Tahun Saka Berapa? Ini Maknanya

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 04:45 WIB

Jelang Nyepi, Bandara Ngurah Rai Dipadati Puluhan Ribu Penumpang

Jelang Nyepi, Bandara Ngurah Rai Dipadati Puluhan Ribu Penumpang

Foto | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:28 WIB

Lafal Takbiran Idulfitri Arab, Latin, dan Artinya Lengkap dengan Link Audio Nonstop!

Lafal Takbiran Idulfitri Arab, Latin, dan Artinya Lengkap dengan Link Audio Nonstop!

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:36 WIB

Bolehkah Makan Sebelum Sholat Ied Idulfitri? Ini Waktu Terbaik dan Jenis Makanan yang Dianjurkan

Bolehkah Makan Sebelum Sholat Ied Idulfitri? Ini Waktu Terbaik dan Jenis Makanan yang Dianjurkan

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:31 WIB

Bolehkah Berhubungan Suami Istri di Malam Takbiran Idulfitri? Ini Hukumnya dalam Islam

Bolehkah Berhubungan Suami Istri di Malam Takbiran Idulfitri? Ini Hukumnya dalam Islam

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:14 WIB

9 Link Download DJ Takbiran Idul Fitri MP3, Suara Jernih Kualitas Super HD

9 Link Download DJ Takbiran Idul Fitri MP3, Suara Jernih Kualitas Super HD

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:01 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×