Kenapa Ribuan Dokumen Skandal Epstein Files Ditarik Kembali? Simak Fakta Terbarunya

Husna Rahmayunita

Kamis, 05 Februari 2026 | 14:00 WIB
Kenapa Ribuan Dokumen Skandal Epstein Files Ditarik Kembali? Simak Fakta Terbarunya
Ilustrasi Epstein Files. [Freepik]

Suara.com - Publik Amerika Serikat kembali dikejutkan oleh rilis terbaru dokumen kasus Jeffrey Epstein. Pada Jumat lalu, Departemen Kehakiman AS (Department of Justice/DOJ) merilis sekitar tiga juta dokumen tambahan yang berkaitan dengan mendiang pelaku kejahatan seksual tersebut.

Namun, belum genap beberapa hari dipublikasikan, ribuan dokumen Epstein Files justru ditarik kembali dari akses publik. Langkah tarik-ulur ini menimbulkan pertanyaan besar. Sebenarnya berapa jumlah Epstein File yang beredar, dan mengapa dokumen yang sudah diumumkan justru ditarik kembali? Simak ulasannya berikut.

Alasan di Balik Penarikan Ribuan Dokumen

Rilis jutaan dokumen ini merupakan tindak lanjut dari Epstein Files Transparency Act, undang-undang yang disahkan pada 19 November lalu. Undang-undang tersebut mewajibkan pemerintah AS membuka arsip terkait penyelidikan Epstein demi transparansi publik.

Sebelum rilis dilakukan, Jaksa Agung AS Pam Bondi dan Jaksa Federal Jay Clayton menegaskan bahwa perlindungan privasi korban akan menjadi prioritas utama. Mereka mengklaim telah mengerahkan lebih dari 500 pengacara dan peninjau untuk memeriksa dokumen satu per satu, termasuk melakukan penyaringan digital terhadap nama korban dan informasi identitas lainnya.

Departemen Kehakiman Rilis Foto Kematian Epstein Usai Gantung Diri (The Departemen of Justice)
Departemen Kehakiman Rilis Foto Kematian Epstein Usai Gantung Diri (The Departemen of Justice)

Tak lama setelah dokumen dipublikasikan, pengacara korban Epstein langsung menemukan bahwa sejumlah arsip masih memuat nama, tanggal lahir, hingga detail pribadi para perempuan yang menuduh Epstein melakukan perdagangan seks, pelecehan, dan kejahatan seksual lainnya.

Investigasi CBC News menemukan bahwa beberapa dokumen yang sempat tayang memuat foto telanjang perempuan muda, bahkan ada yang diduga masih di bawah umur saat foto itu diambil.

Salah satu dokumen paling sensitif yang kemudian ditarik adalah transkrip kesaksian tahun 2007 dari seorang agen FBI dalam penyelidikan bernama sandi Operation Leap Year. Meski sebagian teks telah disensor, dokumen tersebut tetap menampilkan nama depan korban, inisial nama belakang, tanggal lahir, dan nama sekolah menengahnya.

Dalam kesaksian itu, agen FBI menjelaskan bagaimana korban yang masih di bawah umur awalnya direkrut Epstein untuk pijat, lalu secara bertahap diarahkan ke aktivitas seksual. Terdapat deskripsi eksplisit mengenai tindakan yang dilakukan Epstein, termasuk hadiah alat bantu seksual yang diberikan saat korban berusia 18 tahun.

Pada Selasa pagi, dokumen tersebut sudah tidak bisa lagi diakses melalui situs resmi DOJ.

baca juga

Tuduhan Sensasional terhadap Tokoh Politik

Selain masalah privasi korban, dokumen yang dirilis juga memuat klaim sensasional dan belum terbukti terhadap tokoh-tokoh ternama, termasuk Presiden AS saat ini Donald Trump dan mantan Presiden Bill Clinton.

Beberapa dokumen berisi tuduhan hubungan seksual dengan remaja di bawah umur. Namun DOJ menegaskan bahwa klaim tersebut tidak pernah diverifikasi oleh penyelidik mana pun.

Dalam siaran persnya, DOJ menyebut bahwa sebagian dokumen berisi tuduhan tidak benar terhadap Presiden Trump yang dikirim ke FBI menjelang Pemilu 2020, sehingga dinilai berpotensi bermotif politik.

Dokumen-dokumen ini pun ikut ditarik untuk mencegah penyebaran informasi yang belum terkonfirmasi.

Korban Merasa Dikhianati Negara

Mengutip dari Cbc.ca, yang paling memprihatinkan adalah dampak langsung terhadap para korban. Melalui pengacara Henderson dan Edwards, sejumlah korban mengajukan permohonan resmi ke pengadilan agar nama mereka dihapus dari dokumen publik. Salah satu korban yang disebut sebagai Jane Doe 5 menyatakan dirinya tidak pernah tampil ke publik, namun kini harus menghadapi tekanan media dan publik. 

“Aku sekarang diteror media dan pihak lain. Ini menghancurkan hidupku,” tulisnya dalam surat yang diajukan ke pengadilan.

Kasus ini menimbulkan kritik keras terhadap DOJ karena dianggap gagal menjalankan perlindungan dasar terhadap korban kejahatan seksual. Publik juga makin keras mengkritik DOJ karena bukan hanya korban Epstein saja yang terdampak. 

Masalah penyensoran juga meluas ke pihak-pihak yang sama sekali tidak terkait langsung dengan kejahatan Epstein. CBC News menemukan bahwa nama depan seorang sipir penjara Manhattan, tempat Epstein meninggal, sempat tidak disensor sehingga identitasnya dapat dilacak.

Dalam kasus lain, alamat email pribadi seorang perempuan muda, yang orang tuanya berteman dengan Epstein, tidak disamarkan di satu dokumen, meski telah disensor di dokumen lain.

Kesalahan-kesalahan ini menimbulkan kesan bahwa proses penyaringan dilakukan tidak konsisten dan tergesa-gesa. Pada akhirnya ribuan dokumen harus ditarik. 

Juru bicara DOJ mengakui kepada CBC News bahwa sekitar 0,1 persen dari total halaman yang dirilis mengandung informasi identitas korban yang tidak disensor. Dengan total rilis mencapai sekitar tiga juta halaman, angka tersebut berarti lebih dari 3.000 halaman harus ditarik kembali. Dalam dokumen pengadilan, pengacara korban menyatakan kebocoran ini sepenuhnya bisa dicegah, bahkan dengan metode sederhana seperti pencarian nama otomatis.

Demikian itu Epstein Files yang jumlah pastinya masih belum diketahui. Kasus ini memperlihatkan ironi besar yakni niat membuka kebenaran justru berujung pada luka baru bagi para korban, sekaligus mempertanyakan keseriusan negara dalam melindungi mereka. Rilis Epstein File pun kini bukan hanya soal transparansi, tetapi juga tentang tanggung jawab, etika, dan batas antara kepentingan publik dan hak privasi korban.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dulunya Guru, Apa yang Bikin Jeffrey Epstein Kaya Raya?

Dulunya Guru, Apa yang Bikin Jeffrey Epstein Kaya Raya?

Lifestyle | Kamis, 05 Februari 2026 | 13:37 WIB

Siapa Kafrawi Yuliantono yang Disebut dalam Epstein Files? Kenali Sosoknya

Siapa Kafrawi Yuliantono yang Disebut dalam Epstein Files? Kenali Sosoknya

Lifestyle | Kamis, 05 Februari 2026 | 12:38 WIB

Baju Jeffrey Epstein di Bali Ramai Jadi Perdebatan, Pakai Batik Bapak Atau Versace?

Baju Jeffrey Epstein di Bali Ramai Jadi Perdebatan, Pakai Batik Bapak Atau Versace?

Lifestyle | Kamis, 05 Februari 2026 | 12:13 WIB

Terkini

Rahasia di Balik Secangkir Kopi Enak, Brewer Harus Paham Suhu hingga Ekstraksi

Rahasia di Balik Secangkir Kopi Enak, Brewer Harus Paham Suhu hingga Ekstraksi

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 12:23 WIB

Ekspor Makanan Olahan Meningkat, Indonesia Bidik Peluang Bisnis di Pasar Internasional

Ekspor Makanan Olahan Meningkat, Indonesia Bidik Peluang Bisnis di Pasar Internasional

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 12:17 WIB

Ratusan Tersangka Ditetapkan, Tapi Penegakan Hukum Karhutla Belum Berpihak ke Masyarakat

Ratusan Tersangka Ditetapkan, Tapi Penegakan Hukum Karhutla Belum Berpihak ke Masyarakat

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:17 WIB

Strategi Pemprov DKI Tangkal Copet dan Narkoba di Halte Transjakarta

Strategi Pemprov DKI Tangkal Copet dan Narkoba di Halte Transjakarta

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:17 WIB

Longsor Timbun Badan Jalan di Pangkalan Limapuluh Kota, Akses Sumbar-Riau Ditutup

Longsor Timbun Badan Jalan di Pangkalan Limapuluh Kota, Akses Sumbar-Riau Ditutup

Sumbar | Jum'at, 06 November 2026 | 12:16 WIB

Kembali Menggema di Sidang Ijazah Jokowi, Dari Mana Asal-usul Julukan 'Roy Panci' untuk Roy Suryo?

Kembali Menggema di Sidang Ijazah Jokowi, Dari Mana Asal-usul Julukan 'Roy Panci' untuk Roy Suryo?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:16 WIB

Apakah Foto Ijazah Boleh Pakai Kacamata? Ini Ketentuannya

Apakah Foto Ijazah Boleh Pakai Kacamata? Ini Ketentuannya

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:14 WIB

Presiden Prabowo Kena Sadap, KSPI dan Sejumlah Serikat Buruh Siap Turun ke Monas

Presiden Prabowo Kena Sadap, KSPI dan Sejumlah Serikat Buruh Siap Turun ke Monas

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:09 WIB

CODE GEASS: Star Chaser Aspal Umumkan Jadwal Tayang 2027, Seiyuu, dan Staf

CODE GEASS: Star Chaser Aspal Umumkan Jadwal Tayang 2027, Seiyuu, dan Staf

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 12:02 WIB

2 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Kulit Sensitif Tanpa SLS dan Alkohol

2 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Kulit Sensitif Tanpa SLS dan Alkohol

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 12:01 WIB

×