- “Ice Cream” digunakan sebagai bahasa sandi untuk aktivitas seksual dan pemikat anak.
- “Grape” merupakan kode eufemisme untuk pemerkosaan.
- Sementara itu, “Pizza” dan “Keju” sering dijadikan simbol child pornography di media sosial.
Lebih lanjut, beberapa sumber juga menyebut istilah "ice cream: bisa merujuk pada praktik prostitusi laki-laki. Meski terdengar biasa, istilah ini patut diwaspadai.
Arti Kode "Grape"
Istilah "grape" merupakan eufemisme atau kode yang menggantikan kata "rape" atau pemerkosaan dalam dokumen dan percakapan tertentu.
Kata ini muncul dalam konteks "grape allegations", yang merujuk pada dugaan kasus kekerasan seksual, dan digunakan untuk membahas dampaknya terhadap penyintas.
Arti Kode "Pizza"
Beberapa laporan internasional pada 2020, mengungkapkan bahwa emoji makanan tertentu digunakan oleh predator di media sosial untuk menyamarkan aktivitas ilegal mereka.
Fenomena ini paling banyak terlihat di Instagram, di mana simbol-simbol tersebut menjadi semacam kode bagi pelaku.
Emoji keju dan pizza sering muncul dalam pola ini. Aktivis perlindungan anak menjelaskan bahwa pengguna predator memanfaatkan emoji tersebut untuk menandai konten yang melibatkan eksploitasi seksual anak.
Secara spesifik, emoji pizza merepresentasikan anak perempuan secara umum.
Baca Juga: Baju Jeffrey Epstein di Bali Ramai Jadi Perdebatan, Pakai Batik Bapak Atau Versace?
Jika digabung dengan emoji keju, kedua emoji ini sering dianggap sebagai singkatan "CP", yang dipahami dalam komunitas tertentu sebagai child pornography atau pornografi anak.