Suara.com - Apakah libur 45 hari di bulan puasa benar adanya? Cek jadwal libur Ramadhan 2026 resmi sebelum Anda merencanakan agenda keluarga.
Pemerintah menetapkan libur awal puasa bagi pelajar melalui Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin Menko PMK Praktikno, Kamis (5/2/2026). Dalam rapat tersebut disepakati bahwa siswa sekolah mendapatkan libur awal puasa mulai Senin, 16 Februari 2026 hingga Minggu, 22 Februari 2026. Libur ini berbarengan dengan cuti bersama Imlek yang diteruskan hingga akhir pekan.
Kemudian, anak-anak sekolah akan libur kembali jelang Idulfitri, yakni mulai Senin, 23 Maret 2026 hingga akhir pekan pada 29 Maret 2026. Siswa akan kembali belajar di sekolah pada 30 Maret 2026.
Mengingat cukup panjangnya libur Idulfitri orang tua dan anak bisa bisa melakukan beragam kegiatan yang bersifat bonding. Bonding antara orang tua dan anak tidak selalu harus dilakukan lewat kegiatan mahal atau liburan jauh.
Yang terpenting adalah kehadiran, perhatian, dan waktu berkualitas yang benar-benar dihabiskan bersama. Berikut ini lima aktivitas yang bisa dilakukan orang tua dan anak untuk meningkatkan bonding selama libur Lebaran, sekaligus memperkuat kedekatan emosional dalam keluarga.
1. Memasak dan Menyiapkan Hidangan Lebaran
Melibatkan anak dalam proses memasak hidangan Lebaran bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif. Orang tua dapat mengajak anak membantu menyiapkan bahan, mengaduk adonan, atau menghias kue kering. Aktivitas ini tidak hanya melatih keterampilan motorik anak, tetapi juga mengajarkan nilai kebersamaan dan tanggung jawab.
Selain itu, memasak bersama membuka ruang komunikasi yang hangat. Orang tua bisa berbincang santai, bercerita tentang tradisi keluarga, atau mengenalkan resep turun-temurun. Anak pun merasa dihargai karena dilibatkan dalam kegiatan orang dewasa. Momen sederhana di dapur ini sering kali menjadi kenangan yang melekat hingga anak dewasa.
2. Mengunjungi Keluarga dan Bersilaturahmi Bersama
Baca Juga: Bacaan Doa Ziarah Kubur Lengkap Sebelum Puasa Ramadhan Sesuai Sunnah
Silaturahmi adalah inti dari perayaan Lebaran. Mengajak anak mengunjungi keluarga besar dapat menjadi sarana mempererat ikatan tidak hanya dengan orang tua, tetapi juga dengan anggota keluarga lain. Orang tua dapat menjelaskan kepada anak makna saling memaafkan, menghormati orang yang lebih tua, serta pentingnya menjaga hubungan keluarga.
Selama kunjungan, orang tua sebaiknya tetap mendampingi anak, bukan sekadar membiarkannya bermain sendiri. Dengan demikian, anak merasa aman dan diperhatikan. Momen berbagi cerita, mendengarkan pengalaman orang lain, dan tertawa bersama keluarga besar dapat memperkaya pengalaman emosional anak.
3. Liburan Singkat atau Staycation
Jika memungkinkan, libur Lebaran 2026 bisa dimanfaatkan untuk liburan singkat atau staycation bersama keluarga inti. Tidak harus bepergian jauh, menginap di kota sendiri atau mengunjungi tempat wisata lokal sudah cukup untuk menciptakan suasana baru. Perubahan lingkungan membantu orang tua dan anak keluar dari rutinitas sehari-hari.
Selama liburan, orang tua bisa lebih fokus pada anak tanpa gangguan pekerjaan. Aktivitas seperti berenang, berjalan santai, atau sekadar mengobrol sebelum tidur dapat mempererat ikatan emosional. Anak pun merasa mendapatkan perhatian penuh, sesuatu yang sangat berharga bagi perkembangan psikologisnya.
4. Bermain Permainan Tradisional atau Board Game