Suara.com - Tahukah Anda bahwa pakaian adat China memiliki sejarah yang panjang dan mengagumkan?
Bukan hanya soal warna, pakaian China juga memiliki arti dan makna filosofis yang menarik untuk diketahui.
Dalam budaya China, setidaknya ada 4 jenis pakaian adat yang masih digunakan sampai sekarang. Pakaian-pakaian ini memiliki makna sendiri dan dipakai di acara-acara tertentu.
Jenis Pakaian Adat China untuk Wanita dan Pria
1. Hanfu - Busana Klasik Etnis Han
Hanfu bisa dibilang sebagai pakaian tradisional Tiongkok yang paling tua dan paling bersejarah.
Namanya berarti “pakaian orang Han”, yaitu etnis mayoritas di Tiongkok. Konon, asal-usulnya sudah ada lebih dari 4.000 tahun lalu, ketika Leizu yang merupakan istri Kaisar Kuning (Huangdi), mengembangkan kain sutra.
Seiring pergantian dinasti, bentuk Hanfu terus berkembang. Pada masa Dinasti Han, pakaian ini dipromosikan secara luas oleh kalangan bangsawan dan akhirnya menjadi busana resmi etnis Han.
Bahkan, pengaruhnya menyebar ke negara-negara tetangga seperti Korea, Jepang, dan Vietnam.
Sekarang, Hanfu jarang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya hanya dikenakan saat festival tradisional, upacara pernikahan, atau sesi foto bernuansa klasik.
Bagian-bagian Hanfu:
Hanfu terdiri dari beberapa potongan pakaian, di antaranya:
- Yi (): atasan dengan kerah menyilang
- Pao (): jubah panjang, umumnya dipakai pria
- Ru (): semacam blus berkerah silang
- Shan (): kemeja atau jaket ringan
- Qun/Chang (/): rok (dipakai pria maupun wanita di masa lampau)
- Ku (): celana
Hanfu juga dilengkapi berbagai aksesori yang digantung di ikat pinggang, disebut pei. Pada zaman dahulu, semakin banyak dan semakin indah hiasannya, semakin tinggi pula status sosial pemakainya.
Pria biasanya memakai topi tradisional, sementara wanita menghias rambut dengan aksesori kepala.
Secara umum, Hanfu terbagi dalam tiga gaya utama: atasan dengan rok, atasan dengan celana, dan model jubah panjang terusan. Gaya atasan dan rok adalah yang paling populer, terutama di kalangan wanita.