Suara.com - Saat memasuki bulan Ramadan, perlengkapan ibadah biasanya mulai banyak dicari. Tidak sedikit orang yang berburu mukena baru untuk digunakan saat tarawih, tadarus, hingga persiapan salat Idulfitri.
Mukena adem tentu menjadi pilihan favorit agar aktivitas ibadah terasa lebih nyaman dan mendukung kekhusyukan.
Setiap orang pasti ingin melaksanakan salat dengan perasaan tenang tanpa terganggu rasa panas atau tidak nyaman.
Kenyataannya, bahan mukena sangat berpengaruh terhadap konsentrasi saat berdoa. Bayangkan ketika sedang khusyuk bermunajat, lalu muncul rasa gerah karena kain terlalu tebal atau terasa berat. Fokus pun bisa langsung terpecah.
Itulah sebabnya, memilih mukena dengan bahan yang tepat menjadi hal penting untuk menunjang kualitas ibadah. Material yang ringan, sejuk, serta mudah dikenakan akan membantu menjaga kenyamanan, terutama ketika menjalankan salat dengan durasi cukup lama seperti tarawih maupun salat Id.
Sebelum melihat rekomendasi bahannya, ada baiknya memahami mengapa mukena yang adem sangat dibutuhkan, khususnya di negara tropis seperti Indonesia yang cenderung beriklim panas.
Mukena yang terasa sejuk umumnya dibuat dari kain lembut yang nyaman bersentuhan dengan kulit dan memiliki kemampuan menyerap keringat secara optimal.
Karakter ini membuat tubuh tetap terasa segar meskipun mukena dipakai dalam waktu lama. Dengan begitu, ibadah dapat berlangsung tanpa gangguan rasa lengket maupun panas berlebih.
Ciri-Ciri Mukena Adem Berkualitas

Agar tidak salah menentukan pilihan, berikut beberapa karakteristik mukena adem yang perlu diperhatikan:
Baca Juga: Olahraga Saat Puasa: Mitos, Fakta, dan Panduan dari dr. Tirta
1. Material yang Sesuai
Pilih mukena berbahan serat alami atau kain yang memiliki sirkulasi udara baik (breathable), seperti katun rayon, armani satin, maupun polymicro. Jenis kain tersebut biasanya ringan, tidak membuat gerah, dan terasa nyaman di kulit.
2. Mampu Menyerap Keringat
Kemampuan menyerap keringat menjadi poin penting, terutama saat digunakan di cuaca panas. Bahan seperti rayon dikenal efektif menjaga kenyamanan ketika tubuh mulai berkeringat.
3. Ringan dan Tidak Kaku
Mukena dengan bobot ringan dan tekstur yang tidak kaku akan terasa lebih praktis saat dipakai maupun dirawat. Potongan yang longgar juga membantu sirkulasi udara tetap lancar sehingga tubuh tidak mudah merasa pengap.
Selain kenyamanan, daya tahan mukena juga dipengaruhi oleh jenis kain yang digunakan. Jika kamu berencana membeli mukena baru, berikut beberapa rekomendasi bahan mukena adem yang bisa dijadikan pertimbangan.
Rekomendasi Bahan Mukena yang Adem
Inilah beberapa bahan mukena yang adem dan berkualitas, yang layak dijadikan pilihan:
1. Katun Rayon
Katun rayon termasuk bahan yang sering digunakan untuk mukena, khususnya model mukena Bali. Sesuai namanya, kain ini merupakan perpaduan serat rayon dan katun.
Banyak orang menyukainya karena terasa dingin serta berkualitas baik. Namun, karena teksturnya sangat lembut, mukena berbahan katun rayon cenderung mudah kusut.
2. Katun Jepang
Katun Jepang juga menjadi pilihan populer sebagai bahan mukena yang nyaman. Awalnya kain ini lebih sering dipakai untuk gamis, tetapi kini banyak dimanfaatkan untuk mukena karena memberikan rasa adem saat digunakan.
Keunggulan katun Jepang terletak pada daya serap keringat yang tinggi dan sensasi tidak panas di kulit. Selain itu, warnanya tidak mudah luntur ketika dicuci. Di pasaran, tersedia banyak pilihan warna serta motif menarik dari kain ini.
3. Katun Paris
Tak hanya digunakan untuk hijab, katun Paris juga kerap dijadikan bahan mukena adem. Ciri khasnya adalah ketebalan kain yang sangat tipis dan ringan.
Kain ini dibuat menggunakan benang kecil, yaitu benang katun 60s, sehingga terasa ringan dan sejuk ketika dikenakan. Katun Paris juga memiliki kemampuan menyerap keringat dengan baik, sehingga tetap nyaman dipakai meski salat di ruangan tanpa pendingin udara.
4. Kain Sutra
Jika mencari mukena dengan kualitas premium, kain sutra bisa menjadi pilihan. Sutra dibuat dari serat alami kepompong ulat sutra murbei, sehingga tidak heran jika harganya relatif tinggi.
Mukena berbahan sutra dikenal kuat, tahan lama, serta elastis. Kain ini mampu menyerap kelembapan tanpa memberikan efek berat atau basah.
Karena tampilannya elegan dan kualitasnya unggul, mukena sutra sering dipilih sebagai bingkisan seserahan atau hadiah spesial.
5. Katun Silk
Katun silk merupakan kombinasi 50 persen serat katun dan 50 persen serat sutra. Perpaduan ini menghasilkan kain yang ringan sekaligus lembut di kulit.
Keistimewaannya terletak pada efek kilau halus yang membuat tampilan terlihat lebih anggun saat mengenakan mukena. Selain cocok untuk penggunaan sehari-hari, mukena berbahan silk juga tampak mewah ketika dipakai saat salat Idul Fitri.
Tips Memilih Mukena Adem yang Nyaman
Agar tidak keliru dalam menentukan pilihan, berikut beberapa hal yang bisa dipertimbangkan:
- Kenali jenis kainnya. Rayon, armani satin, dan polymicro termasuk bahan yang nyaman digunakan.
- Pastikan sirkulasi udara baik dengan memilih potongan yang longgar dan material breathable.
- Perhatikan detail tambahan seperti resleting leher, tali adjustable, pad karet, atau pouch penyimpanan.
- Sesuaikan dengan kebutuhan. Jika sering bepergian, pilih mukena yang ringan dan mudah dilipat.
Cara Merawat Mukena agar Tetap Tahan Lama
Agar mukena tetap awet dan nyaman dipakai dalam jangka panjang, lakukan perawatan berikut:
- Gunakan air dingin saat mencuci untuk menjaga tekstur kain.
- Hindari deterjen berbahan keras yang bisa merusak serat.
- Jemur di tempat teduh, bukan di bawah sinar matahari langsung.
- Setrika dengan suhu rendah sesuai karakter kain.
- Simpan di area yang kering dan bersih agar terhindar dari jamur.
Memilih mukena adem bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bentuk perhatian terhadap kenyamanan saat beribadah. Dengan bahan yang tepat, fokus dalam berdoa dapat terjaga tanpa gangguan rasa gerah.
Selagi masih dalam suasana Ramadan dan menjelang hari raya, momen ini bisa dimanfaatkan untuk menyiapkan mukena terbaik untuk salat Id. Pilihlah mukena dengan material sejuk dan fitur yang mendukung agar setiap ibadah terasa lebih khusyuk, tenang, dan bermakna.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama