Awal Ramadan Beda Lagi, Pakar Ungkap Mengapa Muhammadiyah Lebih Dulu Tetapkan Puasa

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 18 Februari 2026 | 17:42 WIB
Awal Ramadan Beda Lagi, Pakar Ungkap Mengapa Muhammadiyah Lebih Dulu Tetapkan Puasa
Pakar Fotogrametri, Tono Saksono. (tangkap layar Youtube Forum Keadilan TV)
  • Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 18 Februari menggunakan metode ilmu pengetahuan, berbeda dari prediksi 19 Februari oleh Pemerintah dan NU.
  • Pakar Tono Saksono menyatakan Muhammadiyah mengutamakan data sains dan ijtima, bukan pengamatan visual mata telanjang untuk penentuan hilal.
  • Penentuan hilal idealnya merujuk pada wilayah paling timur dunia sebagai referensi waktu universal untuk keseragaman global.

Suara.com - Perbedaan penentuan awal Ramadan kembali menjadi sorotan publik. Muhammadiyah secara tegas telah menetapkan awal puasa jatuh pada 18 Februari, sementara Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) diprediksi baru akan memulai pada 19 Februari.

Pakar Fotogrametri, Tono Saksono, mengungkapkan bahwa variabel kunci yang membuat Muhammadiyah lebih awal memberikan kepastian adalah penggunaan metode ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan sekadar pengamatan mata telanjang.

“Muhammadiyah kan dalam hal ini asal sudah ijtima (konjungsi), maka satu detik setelah ijtima hilal pasti lahir. Bahwa tidak kelihatan, iya mungkin tidak kelihatan. Tapi itu tidak penting bagi Muhammadiyah karena tadi itu melihatnya itu bukan melihat dengan mata, tapi melihat dengan ilmu pengetahuan,” ujar Prof. Tono dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, bagi Muhammadiyah, “melihat” hilal tidak lagi dimaknai sebagai pengamatan fisik, melainkan sebagai pembuktian berbasis data sains.

Tono juga menyoroti kriteria baru yang kerap digunakan pemerintah, yakni syarat ketinggian hilal minimal 5 hingga 8 derajat agar dapat dinyatakan masuk bulan baru. Ia menilai persyaratan tersebut masih memiliki celah secara ilmiah.

“Saya buktikan bahwa itu sebetulnya keliru loh persyaratan seperti itu. Karena kalau misalnya kurang dari itu apakah bukan hilal? Ya pasti hilal lah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, standar paling sederhana dalam menentukan masuknya bulan baru adalah dengan merujuk pada titik paling timur di dunia. Dalam hal ini, Tono mengambil contoh kota Gisborne di New Zealand sebagai referensi titik timur.

“Kalau di situ terjadi ijtima sebelum subuh atau sebelum fajar, ya sudah, itu sudah masuk (bulan baru). Karena itu bisa dibuktikan sains dan teknologi bisa membuktikan seluruh dunia itu memperoleh hilal itu,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan mengenai apakah satu titik di dunia yang melihat hilal berlaku untuk seluruh dunia, Tono menekankan pentingnya referensi waktu universal.

Menurutnya, referensi utama haruslah wilayah paling timur karena memiliki Universal Time (UT) paling kecil. Seiring waktu berjalan, setiap detiknya angka tersebut akan bertambah besar ke arah barat.

“Harus keseluruhannya menerima hilal ya. Jadi maka dari itu, referensinya harus yang paling timur karena di paling timur UT-nya paling kecil. Setiap detiknya kan bertambah besar,” pungkasnya.

Perbedaan metode antara Wujudul Hilal yang berbasis hisab (perhitungan) dan Rukyatul Hilal (pengamatan fisik) diprediksi akan terus menjadi dinamika dalam penentuan hari besar keagamaan di Indonesia, selama belum ada keseragaman kriteria berbasis sains yang disepakati semua pihak.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapan Sholat Tarawih Pertama 2026? Muhammadiyah dan Pemerintah Resmi Beda Waktu Mulai

Kapan Sholat Tarawih Pertama 2026? Muhammadiyah dan Pemerintah Resmi Beda Waktu Mulai

Lifestyle | Selasa, 17 Februari 2026 | 20:26 WIB

Kemenag Tetapkan 1 Ramadan Pada Kamis 19 Februari, Mengapa Beda dengan Muhammadiyah?

Kemenag Tetapkan 1 Ramadan Pada Kamis 19 Februari, Mengapa Beda dengan Muhammadiyah?

News | Selasa, 17 Februari 2026 | 20:17 WIB

Link Resmi Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H, Awal Puasa Segera Diumumkan!

Link Resmi Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H, Awal Puasa Segera Diumumkan!

Lifestyle | Selasa, 17 Februari 2026 | 18:33 WIB

Terkini

Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang

Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:07 WIB

Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi

Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:58 WIB

Bongkar LHKPN AKP Deky: Kasat Narkoba yang Dipecat karena Beking Bandar Ternyata Punya Harta Rp1 M

Bongkar LHKPN AKP Deky: Kasat Narkoba yang Dipecat karena Beking Bandar Ternyata Punya Harta Rp1 M

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siti Zuhro Tagih Komitmen Reformasi Polri: Jajaran Harus Setia pada NKRI, Bukan pada Prabowo

Siti Zuhro Tagih Komitmen Reformasi Polri: Jajaran Harus Setia pada NKRI, Bukan pada Prabowo

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:51 WIB

Balas Ancaman Trump, Iran: Teluk Oman akan Jadi Pemakaman AL AS

Balas Ancaman Trump, Iran: Teluk Oman akan Jadi Pemakaman AL AS

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:42 WIB

Sang Adik Ditangkap Tentara Israel, Presiden Irlandia: Saya Sangat Bangga Padanya

Sang Adik Ditangkap Tentara Israel, Presiden Irlandia: Saya Sangat Bangga Padanya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:27 WIB

KPK Diam-diam Periksa Eks Anak Buah Budi Karya dalam Kasus Korupsi DJKA

KPK Diam-diam Periksa Eks Anak Buah Budi Karya dalam Kasus Korupsi DJKA

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:22 WIB

Jakarta Mau Jual Obligasi Daerah, Warga Kini Bisa Ikut Bangun Ibu Kota

Jakarta Mau Jual Obligasi Daerah, Warga Kini Bisa Ikut Bangun Ibu Kota

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:17 WIB

Kasad Maruli Tegaskan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Permintaan Pemda, Bukan Instruksi TNI

Kasad Maruli Tegaskan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Permintaan Pemda, Bukan Instruksi TNI

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:13 WIB

Prof Siti Zuhro: Elit Jadi Penghambat Kemajuan, Visi Prabowo Harus Dibuktikan

Prof Siti Zuhro: Elit Jadi Penghambat Kemajuan, Visi Prabowo Harus Dibuktikan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:13 WIB