Suara.com - Kontroversi mencuat di media sosial setelah pernyataan seorang perempuan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang menyebut, "cukup saya WNI, anak jangan," viral di media sosial.
Ucapan itu menuai kritik dan perdebatan publik karena dinilai bertentangan dengan semangat nasionalisme, terlebih beasiswa LPDP bersumber dari dana negara.
Video itu diunggah, perempuan DS atau pemilik akun Instagram @/sasetyaningtyas. Dalam video yang viral, ia memperlihatkan tengah membuka sebuah paket yang sudah dinantikannya yang ternyata isinya adalah selembar surat dari Home Office Inggris.
Surat itu menyatakan anak kedua si pemilik akun, resmi menjadi warga negara Inggris. Perempuan itu juga memperlihatkan paspor Inggris yang datang bersamaan dengan surat tersebut.
Pernyataan yang dilontarkan wanita tersebut setelahnya berhasil memancing rujakan warganet. Banyak yang menyayangkan sikapnya itu, apalagi setelah diketahui bahwa ternyata ia merupakan alumni penerima LPDP.
Berikut beberapa fakta terkait penerima LPDP yang pamer paspor Inggris anak, berujung dirujak netizen dan akhirnya minta maaf.
1. Tidak Ingin Anaknya Jadi WNI
"Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang merubah nasib dan masa depan anak-anaku, kita buka ya," ujarnya.
"Ini adalah surat dari Home Office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua sudah diterima jadi WN Inggris," lanjutnya.
Baca Juga: Polemik Paspor Asing: Refleksi Nasionalisme atau Krisis Kepercayaan?
Ia lantas menyebut anak-anaknya kelak akan diupayakan memiliki kewarganegaraan asing.
"I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anaku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujarnya.
2. Latar Belakang Dikuliti
Pernyataan DS nyatanya mengundang beragam reaksi. Tak sedikit yang menyayangkan hingga mengulik latar belakang keluarganya.
Viral di Threads, cuitan berisi narasi tentang DS merupakan menantu dari pejabat kementrian. Bertolak belakang dengan pengakuannya yang berasal dari keluarga sederhana.
"Mba S bilang dia dan suami itu hidup susah dulu. Gue nemu kalo ternyata mertua alias bokap suaminya itu pejabat tinggi kementrian ya?. Mana langganan (dipanggil) KPK lagi," kata @/birkindust_.
3. LPDP Buka Suara
Dalam story Instagram yang dibagikan akun Instagram @lpdp_ri, Jumat (20/2/2026), LPDP menyayangkan polemik tersebut. LPDP menyebut DS itu dinilai tidak mencerminkan nilai integritas.
"LPDP menyayangkan terjadinya polemik di media sosial yang dipicu oleh tindakan salah satu alumni, Saudari DS. Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa," tulisnya di akun Instagram resmi LPDP.
4. Suami DS yang Juga Penerima LPDP Belum Menyelesaikan Pengabdian
LPDP menyebut suami DS yang juga merupakan awardee LPDP diduga belum menyelesaikan pengabdian. Mereka kini menetap di Inggris.
"Sesuai ketentuan, seluruh awardee dan alumni LPDP memiliki kewajiban untuk melaksanakan masa pengabdian berkontribusi di Indonesia selama 2 kali masa studi+1 tahun," ujarnya.
"Dalam kasus Saudari DS yang menempuh studi selama dua tahun, kewajiban kontribusi tersebut adalah lima tahun," tambahnya.
5. LPDP akan Memanggil Suami DS
LPDP tengah melakukan pendalaman internal terkait dugaan suami DS yang belum menyelesaikan pengabdian.
"LPDP akan melakukan pemanggilan kepada AP untuk meminta klarifikasi, serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi," jelas lembaga.
6. LPDP Imbau DS untuk Bijak Bermedia Sosial
LPDP akan melakukan komunikasi dengan DS atas polemik tersebut. Pihaknya meminta DS bijak bermedia sosial.
"Meskipun demikian, LPDP akan tetap berupaya melakukan komunikasi dengan Saudari DS untuk mengimbau agar yang bersangkutan dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memperhatikan sensitivitas publik, serta memahamkan kembali penerima beasiswa LPDP mempunyai kewajiban kebangsaan untuk mengabdi kepada negeri," tambahnya.
7. DS Panen Hujatan Warganet
Usai videonya viral dan ditonton banyak orang, DS pun menerima berbagai hujatan warganet. Banyak yang tidak terima dengan sikap DS yang dianggap 'kabur' setelah menerima beasiswa LPDP dan tidak mengabdi sebagai balas budi terhadap negara.
"Tapi katanya dia 'kabur' pake uang pajak kita ya? (LPDP). Gimana ya mau nanggapinnya, ibarat kita habis ngasih minum ke orang yang haus terus diludahin sama yang dikasih minum pas dia udah gak haus," komentar akun @DeilyUpd***.
"Hi Mbak, di balik privilege LPDP yang kamu terima ada banyak anak Indonesia yang susah sekolah, guru-guru yang gajinya kecil dan sekolah pedalaman yang fasilitasnya kurang. Kalo LPDP ujungnya cuman ngejelek-jelekin negara sendiri dan banggain negara lain, malu-maluin sih," sindir akun @O5Br***.
"Lintah. Nyedot uang rakyat. Dan dia bangga," kata akun @GhibranJarin***.
8. DS Menyampaikan Permintaan Maaf setelah Dirujak Warganet
Alumnus beasiswa negara LPDP itu pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas pernyataan kontroversialnya di media sosial.
"Saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut," tulisnya di Instagram.
Kontributor : Rizky Melinda