Suara.com - Makan sahur menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan ketika mengejakan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Tak hanya sebagai persiapan fisik karena harus menahan lapar dan haus selama seharian, sahur juga bernilai ibadah yang begitu besar. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
"Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan." (HR. Bukhari & Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa sahur memiliki keberkahan, terutama jika dilakukan mendekati batasan waktu berakhinya sahur. Meski begitu, masih banyak yang bingung mengai waktu ahur sampai jam berapa?
Sebagian besar orang mengira bahwa sahur harus berhenti ketika waktu Imsak, sementara yang lainnya masih melanjutkan makan meski sudah terdengar adzan Subuh.
Penjelasan yang tepat terkait batasan waktu sahur sangatlah penting untuk dipahami. Hal ini bertujuan agar puasa yang dijalani sah dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Batas Waktu Sahur Sesuai Syariat dan Ulama

Merujuk pemaparan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang dikutip dari laman resminya, waktu sahur yang paling dianjurkan yaitu menjelang waktu salat Subuh atau saat mendekati terbitnya fajar.
Secara umum, pelaksanaan sahur tidak memiliki batas khusus selain masuknya waktu Subuh.
Penjelasan mengenai batasan waktu sahur disebutkan dalam sebuah dalil, dimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an yang artinya:
"Makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam." (QS. Al-Baqarah: 187)
Pernyataan tersebut juga didukung oleh hadis dari Rasulullah SAW yang artinya:
"Makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummu Maktum mengumandangkan adzan." (HR. Bukhari & Muslim)
Ayat dan hadis di atas menerangkan bahwa batasan waktu sahur adalah saat terbitnya fajar, yang menandai masuknya waktu salat.
Jadi, makan sahur masih diperbolehkan hingga fajar Shadiq muncul, yaitu saat azan Subuh berkumandang.
Apakah Harus Berhenti Sahur saat Imsak?
Perlu diketahui bahwa imsak merupakan periode waktu sebelum adzan subuh. Waktu imsak sendiri ditetapkan oleh ulama untuk berjaga-jaga supaya kaum muslim tidak melebihi batas waktu sahur yang telah ditentukan.
Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa waktu Imsak adalah batasan waktu sahur, padahal sebenarnya tidak. Imsak ditetapkan sebagai sebagai pengingat bahwa waktu sahur hampir habis.
Rasulullah SAW dan para sahabat tetap makan sahur hingga menjelang adzan Subuh.
Sunnah Mengakhirkan Sahur
Umat Islam disunnahkan untuk mengakhirkan waktu sabur. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuha hadis. Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:
Seberapa dekat dengan azan Subuh? Zaid bin Tsabit berkata: "Kami makan sahur bersama Rasulullah lalu beliau berdiri untuk salat. Ditanyakan kepada Zaid, Berapa jarak antara sahur dan adzan?' Ia menjawab, 'Sekitar bacaan 50 ayat Al-Qur’an'." (HR. Bukhari & Muslim)