- Dwi Sasetyaningtyas viral setelah inginkan anaknya memiliki paspor WNA.
- Netizen bongkar latar belakang ayahnya yang menjabat sebagai Manajer Keuangan.
- Alumni LPDP ini merupakan lulusan ITB dengan rekam jejak karier mentereng.
"Kalau lagi kumpul-umpul biasa, suka ditanya, SMP mau masuk ke mana dan seterusnya. Pas saya bilang masuk ITB saja, saya harus 'jualan' ke mereka, kenapa saya pilih ITB," kenang Tyas.
Tyas sendiri sebenarnya memiliki rekam jejak akademik yang impresif.
Ia merupakan lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2009 dengan IPK 3,34.
Kecerdasannya membawa Tyas meraih beasiswa penuh LPDP untuk melanjutkan studi S-2 di Delft University of Technology, Belanda.
Di sana, ia mendalami bidang Sustainable Energy Technology dan sempat melakukan penelitian model bisnis listrik untuk wilayah Sumba, NTT.
Tak hanya itu, Dwi Sasetyaningtyas juga pernah berkarier sebagai manajer di perusahaan multinasional P&G dan aktif dalam kegiatan sosial, seperti menanam 10 ribu pohon bakau serta menginisiasi komunitas @ceritakompos.
Namun, segala prestasi dan aksi sosialnya kini seolah tertutup oleh pernyataan kontroversialnya soal kewarganegaraan anaknya.
Sebagai alumni beasiswa yang dibiayai dari pajak rakyat (APBN), publik menilai Tyas tidak sepatutnya mengeluarkan pernyataan yang dianggap tidak nasionalis.
Saat ini, Tyas diketahui menetap di Inggris untuk mendampingi suaminya, Arya Iwantoro, yang bekerja di University of Plymouth.
Sang suami sendiri dikabarkan tengah berproses untuk mengembalikan seluruh dana beasiswa LPDP yang pernah diterimanya ke negara.