7 Beasiswa Fully Funded yang Tidak Wajib Pulang ke Indonesia, Alternatif LPDP

Yasinta Rahmawati

Selasa, 24 Februari 2026 | 14:16 WIB
7 Beasiswa Fully Funded yang Tidak Wajib Pulang ke Indonesia, Alternatif LPDP
Ilustrasi Beasiswa Fully Funded yang Tidak Wajib Pulang ke Indonesia. (Freepik)

Seluruh biaya kuliah ditanggung, disertai tunjangan hidup bulanan, tiket pesawat, asuransi kesehatan, tunjangan kedatangan, dan bahkan kursus bahasa Korea selama satu tahun sebelum perkuliahan dimulai. Dukungan yang diberikan memungkinkan mahasiswa fokus sepenuhnya pada studi dan adaptasi budaya.

Pendanaan ini berasal dari pemerintah Korea Selatan dan bukan dari Indonesia, sehingga tidak ada klausul yang mewajibkan penerima kembali ke tanah air. Setelah lulus, alumni GKS bebas memilih jalur karier mereka, termasuk bekerja di Korea Selatan.

3. Turkiye Burslari

Turkiye Burslari adalah program beasiswa dari pemerintah Turki untuk mahasiswa internasional di jenjang sarjana hingga doktoral. Program ini menanggung biaya kuliah penuh, menyediakan uang saku bulanan, asrama, asuransi kesehatan, tiket pesawat, serta kursus bahasa Turki selama satu tahun.

Selain pembiayaan, mahasiswa juga mendapatkan dukungan integrasi sosial dan akademik yang kuat. Lingkungan multikultural di Turki membuat banyak penerima beasiswa membangun jejaring global yang luas.

Tidak ada kewajiban kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi. Keputusan untuk pulang atau berkarier di luar negeri sepenuhnya menjadi hak pribadi penerima.

4. Erasmus Mundus

Erasmus Mundus Joint Masters adalah program beasiswa dari Uni Eropa yang memungkinkan mahasiswa menempuh studi master di dua hingga tiga negara Eropa dalam satu program terpadu. Pengalaman akademik lintas negara ini menjadi salah satu daya tarik utama.

Beasiswa ini mencakup biaya kuliah penuh, tunjangan hidup bulanan, biaya perjalanan internasional, serta asuransi kesehatan. Selama studi, mahasiswa berpindah universitas sesuai struktur program, sehingga mendapatkan perspektif global yang lebih luas.

baca juga

Program ini bersifat internasional dan tidak terikat dengan pemerintah Indonesia sehingga tidak ada kewajiban pulang setelah lulus. Banyak alumninya bekerja di Eropa atau melanjutkan studi doktoral di berbagai negara.

ilustrasi IPK beasiswa LPDP (freepik)
Ilustrasi beasiswa. (Freepik)

5. DAAD

DAAD merupakan lembaga pertukaran akademik Jerman yang menyediakan berbagai skema beasiswa untuk jenjang magister dan doktoral.

Jerman sendiri dikenal memiliki banyak universitas negeri dengan biaya kuliah rendah, sehingga dukungan dari DAAD semakin meringankan kebutuhan finansial mahasiswa.

Beasiswa ini biasanya mencakup tunjangan hidup bulanan, subsidi perjalanan, asuransi kesehatan, serta dukungan penelitian. Fokus seleksi terletak pada kualitas akademik dan proposal riset.

Setelah lulus, penerima beasiswa tidak terikat kontrak untuk kembali ke negara asal. Banyak alumni yang kemudian bekerja di Jerman atau di perusahaan internasional lainnya.

6. Taiwan MOE

Taiwan melalui Ministry of Education menawarkan beasiswa bagi mahasiswa internasional yang ingin menempuh studi di universitas Taiwan. Program ini mencakup subsidi biaya kuliah serta tunjangan hidup bulanan sesuai jenjang pendidikan.

Taiwan dikenal unggul di bidang teknologi dan sains, sehingga banyak mahasiswa internasional tertarik mengembangkan karier di sektor tersebut. Tidak ada kewajiban kembali ke Indonesia setelah lulus.

Persyaratan umumnya mencakup latar belakang akademik yang baik, bukan warga negara Taiwan, serta kelengkapan dokumen administrasi sesuai ketentuan.

7. Gates Cambridge Scholarship  

Gates Cambridge Scholarship adalah beasiswa prestisius untuk studi master dan doktoral di University of Cambridge, Inggris. Beasiswa ini mencakup biaya kuliah penuh, tunjangan hidup tahunan, tiket pesawat, visa, serta dukungan tambahan bagi kebutuhan akademik maupun keluarga.

Program ini menyeleksi kandidat dengan rekam jejak akademik luar biasa, kemampuan kepemimpinan, dan komitmen memberikan dampak global. Karena bukan beasiswa pemerintah Indonesia, tidak ada kewajiban untuk kembali setelah studi selesai. 

Kasus Dwi Sasetyaningtyas dan perbincangan seputar LPDP menjadi pengingat bahwa setiap beasiswa memiliki konsekuensi dan aturan berbeda.

Jika memilih beasiswa dari pemerintah Indonesia, maka kewajiban kembali adalah bagian dari komitmen. Namun, jika memilih beasiswa dari pemerintah asing atau lembaga internasional seperti tujuh program di atas, maka tidak ada kontrak yang mengharuskan pulang.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Dapat Beasiswa LPDP seperti Dwi Sasetyaningtyas, Lengkap dengan Syarat dan Trik Jitu Biar Lolos

Cara Dapat Beasiswa LPDP seperti Dwi Sasetyaningtyas, Lengkap dengan Syarat dan Trik Jitu Biar Lolos

Lifestyle | Selasa, 24 Februari 2026 | 14:01 WIB

Apakah Alumni LPDP Harus Kembali ke Indonesia? Pahami Aturannya!

Apakah Alumni LPDP Harus Kembali ke Indonesia? Pahami Aturannya!

Lifestyle | Selasa, 24 Februari 2026 | 13:29 WIB

Deretan Fasilitas Penerima Beasiswa LPDP seperti Dwi Sasetyaningtyas

Deretan Fasilitas Penerima Beasiswa LPDP seperti Dwi Sasetyaningtyas

Lifestyle | Selasa, 24 Februari 2026 | 13:08 WIB

Terkini

Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji

Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 10:05 WIB

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

News | Senin, 14 September 2026 | 10:00 WIB

Sungai Jeneberang Kering, Warga Bikin Wisata Dadakan

Sungai Jeneberang Kering, Warga Bikin Wisata Dadakan

Foto | Senin, 14 September 2026 | 10:00 WIB

Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan

Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 09:57 WIB

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:55 WIB

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

News | Senin, 14 September 2026 | 09:53 WIB

Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat

Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 09:51 WIB

6 Shio Anak Pembawa Hoki dan Rezeki Besar bagi Orang Tua

6 Shio Anak Pembawa Hoki dan Rezeki Besar bagi Orang Tua

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:50 WIB

Lille Rebut Puncak Ligue 1, Calvin Verdonk Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Lille Rebut Puncak Ligue 1, Calvin Verdonk Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:45 WIB

Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya

Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 09:43 WIB

×