- Tren busana Ramadan 2026 didominasi warna netral dan esensial, meskipun warna cerah seperti lime dan pink tetap tersedia.
- Siluet abaya menjadi sangat menonjol dengan modifikasi fleksibel yang bisa dipadukan berbagai bawahan atau digunakan sebagai *outer*.
- Konsep "buy better" menekankan kualitas bahan dan jahitan untuk keberlanjutan pemakaian busana dalam jangka waktu lama.
Suara.com - Memasuki Ramadan 2026, tren busana Lebaran bergerak ke arah yang lebih refined namun tetap ekspresif. Warna-warna basic seperti krem, khaki, dan nuansa netral kembali mendominasi.
Meski begitu Temi Sumarlin, CEO Scarf Media menjelaskan jika semburat cerah seperti lime dan pink, yang kini disebut sebagai “new black” tetap memberi ruang bagi mereka yang ingin tampil lebih standout di tahun ini.
Lebih lanjut, Temi juga melihat bahwa 2026 adalah momen di mana warna-warna esensial yang mudah dipadu padankan kembali.
“Kalau kita lihat 2026, mayoritas memang kembali ke warna-warna basic seperti krem dan khaki. Tapi warna cerah tetap ada, misalnya lime dan pink yang sekarang jadi ‘new black’,” ujarnya.
Dari sisi siluet pun bergeser, sebab kata dia abaya kini menjadi salah satu item paling menonjol, hadir dalam berbagai interpretasi mulai dari polos, printed, hingga lace dengan sentuhan modern.
Sementara potongan, Temi menambahkan bahwa abaya kini menjadi tren yang semakin kuat. Namun tampilannya tak lagi konvensional.
“Abaya is a new trend. Tapi sekarang bisa di-mix dengan palazzo atau rok, jadi lebih fleksibel. Bahkan bisa hanya jadi outer saja,” jelasnya.

Modifikasinya pun beragam, dari model minimalis hingga yang memiliki detail lace dan print, membuatnya lebih mudah diterima oleh generasi muda yang menginginkan modest look dengan sentuhan kontemporer.
Selain itu, cultural touch menjadi elemen penting dalam tren tahun ini. Inspirasi kebaya atau janggan diolah ulang menjadi tampilan profesional dan modern.
“Tidak melulu batik atau tenun, tapi ada sentuhan budaya yang dimodifikasi sehingga terlihat lebih modern dan wearable,” kata Temi.
Tren hijab juga bergerak ke arah yang lebih edgy, dengan dominasi pashmina dan motif abstrak menggantikan floral besar yang sebelumnya populer.
Soal harga, Temi menekankan pentingnya konsep “buy better”. “Kami tidak melarang belanja, tapi mengarahkan konsumen untuk buy better. Pilih produk yang berkualitas supaya lebih long lasting.Jadi secara jangka panjang justru lebih hemat,” tuturnya.
Kualitas bahan dan jahitan pun menjadi perhatian utama agar busana tak mudah rusak dan tetap layak pakai hingga beberapa musim. Pandangan ini sejalan dengan Nurdini Prihastiti dari Dama Kara, yang menyoroti pentingnya fleksibilitas busana.
“Satu baju bisa dipakai untuk beberapa style atau beberapa occasion. Jadi bukan hanya untuk Lebaran, tapi setelah itu masih bisa dipakai ke kantor atau acara lain,” jelasnya.
Detail desain seperti kancing multifungsi atau potongan two-in-one membuat satu item mampu menghadirkan beberapa tampilan berbeda.