Satwa Liar Muncul di Perkotaan, Benarkah Tanda Rusaknya Habitat Alami?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:30 WIB
Satwa Liar Muncul di Perkotaan, Benarkah Tanda Rusaknya Habitat Alami?
Potret Biawak di Wilayah Perkotaan (Pexels/Ali Kazal)

Suara.com - Kemunculan berbagai hewan liar seperti biawak dan ular di sekitar kawasan permukiman semakin sering ditemui dalam beberapa waktu terakhir. Banyak masyarakat menganggap fenomena tersebut sebagai hal yang unik sekaligus mengagetkan. Namun, di balik itu semua, kemunculan satwa liar di tengah kota sebenarnya menjadi salah satu indikasi terjadinya kerusakan lingkungan dan menyempitnya habitat alami mereka.

Hal tersebut dibahas dalam diskusi bertajuk “Membedah Kontribusi Masyarakat Kota dalam Menjaga Biodiversitas” yang merupakan bagian dari acara Raksha Lokal Fest 2026 di M Bloc Space pada 22 Mei 2026.

Diskusi tersebut mengangkat bagaimana fenomena kemunculan hewan liar di kawasan perkotaan menjadi tanda terganggunya keseimbangan ekosistem.

Alih Fungsi Lahan Sebagai Penyebab Hewan Berada di Pemukiman 

Salah satu faktor utama yang menyebabkan fenomena ini terjadi adalah rusaknya habitat satwa akibat alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman maupun pembangunan perkotaan.

Head of Conservation Data Science di Javan Wildlife Institute, Tungga Dewi Hastomo Putri, menjelaskan bahwa perkembangan populasi hewan di perkotaan bisa terjadi karena perubahan kondisi lingkungan yang memaksa mereka untuk terus beradaptasi dengan cara berpindah ke wilayah yang bisa menopang kehidupan mereka, salah satunya wilayah perkotaan dan pemukiman. 

“Jadi yang pertama itu bisa blooming karena habitatnya hilang atau mungkin karena pakannya semakin banyak,” ujar Dewi.

Fenomena ini juga diperkuat dengan meningkatnya jumlah penduduk perkotaan di Indonesia. Data Worldometer menunjukkan bahwa sekitar 60,3 persen penduduk Indonesia kini tinggal di wilayah urban pada 2026. Kondisi tersebut membuat pembangunan kota terus meluas dan berpotensi menggerus habitat alami satwa liar.  

Kemunculan satwa liar di lingkungan warga tentu dapat menimbulkan risiko, baik bagi manusia maupun hewan itu sendiri. Jika satwa masuk ke wilayah pemukiman, maka kehidupan manusia di wilayah tersebut juga terancam. 

baca juga

Terjadinya Perubahan Cara Hidup Satwa Di Perkotaan 

Tidak hanya satwa buas yang mengganggu, kerusakan ekosistem juga mengganggu cara hidup beberapa satwa perkotaan lain seperti bajing yang mulai menerima dampak dari hilangnya pakan akibat ekosistem yang buruk. Perubahan ekosistem yang drastis membuat satwa-satwa tersebut harus beradaptasi demi bertahan hidup.  

Dewi menjelaskan bahwa perubahan pola makan menjadi salah satu bentuk adaptasi yang kini mulai terlihat pada beberapa hewan. 

“Jadi kalau bajing itu dia hewan omnivora. Namun, ketika makanannya hilang, buahnya hilang, maka dia terpaksa mengonsumsi daging,” ungkapnya.

“Nah, itu suatu kondisi yang sebenarnya masih belum tahu juga, apakah baik jika dibiarkan,” tambahnya.

RTH Sebagai Solusi 

Sementara itu, National Project Manager United Nations Development Programme (UNDP), Laksmi Banowati, menilai pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah konkret untuk menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan perkotaan.

“Dianjurkan pemerintah daerah membuat ruang terbuka hijau (RTH), kemudian hutan kota,” ujar Laksmi. 

Keberadaan ruang terbuka hijau dan hutan kota dinilai dapat menjadi habitat alternatif bagi satwa liar, sehingga mereka tidak lagi masuk ke kawasan permukiman warga. Selain menjaga biodiversitas, langkah tersebut juga penting untuk menciptakan lingkungan kota yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Visual Storytelling, Tren Baru Suarakan Pentingnya Jaga Alam dan Satwa Liar

Visual Storytelling, Tren Baru Suarakan Pentingnya Jaga Alam dan Satwa Liar

Lifestyle | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:21 WIB

Art Jakarta Gardens 2026: Kembali Hidupkan Hutan Kota dengan Seni dan Kolaborasi

Art Jakarta Gardens 2026: Kembali Hidupkan Hutan Kota dengan Seni dan Kolaborasi

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 13:13 WIB

Mengapa Video Owa Jawa yang Menggemaskan Bisa Jadi Ancaman?

Mengapa Video Owa Jawa yang Menggemaskan Bisa Jadi Ancaman?

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 17:55 WIB

Terkini

Tren Job Hugging di Kalangan Gen Z: Saat Bertahan Jadi Pilihan Paling Aman

Tren Job Hugging di Kalangan Gen Z: Saat Bertahan Jadi Pilihan Paling Aman

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:40 WIB

5 Rekomendasi Bedak untuk Touch Up Praktis Dilengkapi Cermin dan Spons

5 Rekomendasi Bedak untuk Touch Up Praktis Dilengkapi Cermin dan Spons

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Produksi Minyak RI Jeblok, Baru 578 Ribu Barel!

Produksi Minyak RI Jeblok, Baru 578 Ribu Barel!

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Budi Arie Dituding Makar, Relawan Prabowo Desak Polisi Periksa Soal 'Patahan Sejarah'

Budi Arie Dituding Makar, Relawan Prabowo Desak Polisi Periksa Soal 'Patahan Sejarah'

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:34 WIB

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:32 WIB

Jejak Digital Bripka E Pelaku Pelecehan Seksual Viral: Tak Dipecat karena Pendakwah

Jejak Digital Bripka E Pelaku Pelecehan Seksual Viral: Tak Dipecat karena Pendakwah

Entertainment | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:32 WIB

Geothermal Gunung Ungaran Ditargetkan Beroperasi 2031, Pengeboran Mulai 2028

Geothermal Gunung Ungaran Ditargetkan Beroperasi 2031, Pengeboran Mulai 2028

Jawa Tengah | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:29 WIB

Banyak Keluhan Akun WhatsApp Diblokir Sepihak, Kemkomdigi Panggil Meta Minta Penjelasan

Banyak Keluhan Akun WhatsApp Diblokir Sepihak, Kemkomdigi Panggil Meta Minta Penjelasan

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Pihak Swasta Diduga Beri Mobil Hingga Rumah Mewah ke Pejabat Kota Bengkulu

Pihak Swasta Diduga Beri Mobil Hingga Rumah Mewah ke Pejabat Kota Bengkulu

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:25 WIB

Besok Ada Demo Besar di DPR, Puan Maharani Buka Suara: Akan Kami Terima

Besok Ada Demo Besar di DPR, Puan Maharani Buka Suara: Akan Kami Terima

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:25 WIB

×