- Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin meninggal dunia di usia 75 tahun.
- Almarhum memiliki riwayat pendidikan mentereng dari Universitas Trisakti hingga Harvard.
- Alex Noerdin meninggalkan warisan infrastruktur besar seperti LRT dan Jakabaring.
Suara.com - Mantan Gubernur Sumsel dua periode, Alex Noerdin (75) meninggal dunia pada Rabu (25/2/2026) siang di RS Siloam Jakarta. Saat masih menjadi aktivis, jejak pendidikan Alex Noerdin ternyata cukup mentereng.
Mantan politisi senior Golkar itu ternyata pernah mengikuti beberapa program dan pelatihan luar negeri, termasuk universitas di Inggris serta Belanda.
Alex Noerdin diketahui lahir pada 9 September 1950 di Palembang, Sumatera Selatan.
Ia merupakan putra ketiga dari tujuh bersaudara pasangan H. Muhamad Noerdin Pandji dengan Hj. Siti Fatimah.
Sang ayah, Muhamad Noerdin Pandji, bukan orang sembarangan di Sumatera Selatan.
Noerdin Pandji yang lahir pada 1924 adalah tokoh pejuang kemerdekaan yang menjabat sebagai Komandemen Sub Teritorial Lampung (STL) dan sekaligus Komandan Front Utara STL.

Ayah Alex Noerdin dikenal berjasa berkat perjuangannya melawan Belanda.
Meski sempat terkena kasus korupsi, Alex Noerdin sendiri sempat dijuluki 'Bapak Pembangunan Sumsel' oleh para pendukungnya.
Alex Noerdin sempat menjabat Gubernur Sumatera Selatan dua periode sejak 2008 hingga 2018 dan Bupati Musi Banyuasin dua periode sejak 2001 hingga 2008.
Di tingkat nasional, ia pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia 2019–2021.
Nama keluarga Alex Noerdin tercoreng beberapa tahun lalu. Kejaksaan Agung menetapkan Alex Noerdin sebagai tersangka beberapa kasus korupsi sekaligus.
Alex Noerdon resmi menjadi tersangka kasus korupsi Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi Sumatera Selatan 2010–2019 yang merugikan negara 30 juta dolar AS.
Pada 22 September 2021, Alex Noerdin menjadi tersangka kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang, dengan kerugian Rp130 miliar.
Pengadilan akhirnya memberikan vonis 12 tahun penjara kepada Alex Noerdin. Pada Oktober 2021, putra Alex Noerdin, Dodi Reza Alex Noerdin, terciduk OTT KPK di Jakarta.
Menjelang akhir jabatan sebagai Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin menjadi tersangka kasus suap infrastruktur jalan Kabupaten Musi Banyuasin.