- Cinta Laura tidak gunakan LPDP demi berikan kesempatan bagi warga membutuhkan.
- Mendirikan Yayasan Soekarseno Peduli dan kelola 12 sekolah gratis di Bogor.
- Konsisten donasikan Rp30 juta per bulan dari pendapatan pribadi untuk pendidikan.
Bahkan, beberapa alumni dari sekolah binaannya dilaporkan berhasil menembus pendidikan tinggi hingga ada yang melanjutkan studi S2 di Jerman.
3. Rela Sisihkan Rp 30 Juta per Bulan dari Kantong Pribadi
Cinta Laura membuktikan bahwa kepeduliannya bukan sekadar pajangan.
Ia secara konsisten menyisihkan pendapatannya sekitar Rp 30 juta setiap bulan demi biaya operasional sekolah.
Uang tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari renovasi fasilitas, pengadaan alat tulis, hingga membayar subsidi gaji para guru.
Baginya, menyisihkan materi untuk pendidikan adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa.
4. Bekali Siswa dengan Keahlian Wirausaha
Cinta Laura sadar bahwa pendidikan bukan hanya soal buku teks.
Di sekolah-sekolah binaannya, para siswa juga dibekali dengan pelatihan non-formal seperti kursus komputer dan menjahit.
Hal ini bertujuan agar para lulusan memiliki bekal skill nyata untuk berwirausaha atau bekerja jika mereka tidak bisa langsung melanjutkan ke perguruan tinggi.
5. Jadi Duta Nasional UNICEF dan Anti Kekerasan
Berkat dedikasinya, Cinta Laura ditunjuk sebagai Duta Nasional UNICEF Indonesia.
Ia vokal menyuarakan hak-hak pendidikan anak dan gencar mencegah pernikahan dini yang seringkali menjadi penyebab utama anak perempuan putus sekolah.
Selain itu, ia juga dinobatkan sebagai Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak oleh Kemen PPPA pada 2019.
Cinta Laura percaya bahwa lingkungan sekolah yang aman dari kekerasan adalah kunci utama terciptanya generasi yang cerdas dan berkarakter.