- Beberapa bahan baju Lebaran bisa membuat gerah saat dipakai.
- Crinkle, crepe, wolfis, dan silk termasuk yang sebaiknya dihindari.
- Pilih bahan adem seperti katun, linen, atau rayon agar Lebaran lebih nyaman.
Suara.com - Di akhir pekan ketiga Maret 2026, umat Muslim di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idulfitri. Momen kemenangan ini selalu dinantikan setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan.
Menjelang Lebaran, tradisi berburu baju baru selalu ramai dilakukan. Banyak orang mencari model dan tren busana terbaru untuk dikenakan saat bersilaturahmi. Namun, selain memperhatikan desain dan potongan, pemilihan bahan juga tak kalah penting.
Pasalnya, beberapa jenis kain justru bisa terasa panas dan gerah saat dipakai seharian, apalagi jika digunakan untuk aktivitas luar ruangan atau berkunjung dari satu rumah ke rumah lainnya.
Belakangan pun, pembahasan soal bahan baju Lebaran ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah warganet menyoroti harga busana yang relatif mahal, tetapi dinilai tidak sebanding dengan kualitas bahan.
Salah satu unggahan di Threads bahkan menyebut beberapa brand menjual busana dengan label "premium", padahal bahannya berbasis poliester seperti silk sintetis, crepe, crinkle, hingga wolfis yang dinilai kurang nyaman dipakai saat cuaca panas.
Ramainya perbincangan ini membuat banyak orang mulai lebih selektif sebelum membeli tunik atau setelan Lebaran.
![Contoh model gamis kebanggaan mertua [Ilustrasi ChatGPT]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/26/72832-contoh-model-gamis-kebanggaan-mertua-ilustrasi-chatgpt.jpg)
Bahan Pakaian yang Sebaiknya Dihindari Saat Lebaran
Beberapa bahan yang kerap dikeluhkan antara lain crinkle, crepe, wolfis, dan silk sintetis. Sebaliknya, bahan seperti linen, rayon, viskosa, tencel, dan katun lebih direkomendasikan karena dikenal adem, halus, serta relatif lebih menyerap keringat.
1. Crinkle
Baca Juga: Lebaran Tinggal Berapa Hari Lagi? Begini Hitungan Versi Kemenag, NU, dan Muhammadiyah
Bahan crinkle memiliki serat yang mudah rapuh, sehingga rentan rusak jika sering dicuci dengan mesin atau terkena gesekan keras. Teksturnya yang berkerut memberi kesan kasual, membuatnya kurang cocok untuk acara resmi.
Selain itu, beberapa jenis crinkle kurang menyerap keringat, sehingga bisa membuat pemakainya merasa gerah dan memicu bau badan saat cuaca panas.
Kain ini juga sulit disetrika karena setrika panas dapat merusak tekstur alaminya, dan berisiko sedikit menyusut setelah beberapa kali pencucian. Sensitivitas terhadap panas membuat bahan crinkle tidak tahan air panas atau suhu setrika tinggi.
2. Crepe
Kekurangan bahan pakaian crepe, terutama jenis sintetis, yakni sering kurang nyaman karena tidak menyerap keringat dengan baik dan terasa panas saat dipakai lama.
Perawatannya juga relatif rumit, karena beberapa varian harus dicuci tangan atau dry cleaning agar tekstur kerutnya tetap terjaga.
Selain itu, bahan ini mudah mengkerut saat terkena panas setrika, cenderung tipis dan transparan sehingga kadang memerlukan lapisan tambahan. Teksturnya yang kasar atau berpasir juga tidak disukai semua orang, terutama bagi yang mengutamakan kenyamanan.
3. Wolfis
Wolfis adalah kain berbasis poliester yang minim daya serap sehingga kurang nyaman dipakai di cuaca panas. Bahan ini tidak tahan panas, sehingga harus disetrika dengan suhu rendah.
Kualitas wolfis bervariasi, ada yang tipis dan memerlukan furing tambahan, serta warna kain bisa berbeda antar-batch produksi. Selain itu, wolfis mudah kusut jika penyimpanan atau perawatan kurang tepat.
4. Silk (Sutra)
Sutra atau silk termasuk bahan premium yang memerlukan perawatan ekstra. Kain ini tidak bisa dicuci sembarangan atau dijemur di bawah sinar matahari langsung karena dapat merusak serat dan kilau alaminya.
Selain itu, sutra mudah kusut dan tersangkut karena seratnya halus, serta rentan meninggalkan noda akibat air atau keringat.
Meskipun awalnya terasa dingin, silk kurang nyaman digunakan pada cuaca panas atau saat berkeringat berlebih