Perbedaan ini menjadi hal yang biasa terjadi dalam penentuan kalender Hijriah di Indonesia. Meskipun tanggalnya berbeda, namun makna Nuzulul Quran tetaplah sama, yaitu sebagai kesempatan untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an, meningkatkan amalan, memperbanyak tilawah, hingga menerapkan sunnah Nabi selama bulan Ramadhan.
Sejarah Singkat Malam Nuzulul Quran
Malam Nuzulul Quran adalah peristiwa dimana Al-Quran diturunkan terhadap Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril sebagai wahyu pertama sekaligus tanda dimulainya kenabian Rasulullah SAW. Menurut bahasa, peristiwa Nuzulul Quran terdiri atas dua kata, yakni 'Nuzulul' dan 'Quran'.
Nuzulul bermakna menurunkan sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah dan Quran yang berasal dari kata Al-Quran, yaitu kitab suci umat Islam.
Dapat disimpulkan bahwa, Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al-Quran dari tempat yang tinggi (Lauful Mahfuz) ke tanah (bumi). Turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad ini diperantarai oleh Malaikat Jibril.
Menurut sejarahnya, hari itu terjadi pada 17 Ramadhan 610 M, saat Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun sedang menyendiri di Gua Hira. Tanpa didiga ada sosok tinggi dan besar menghampirinya. Sosok yang dimaksud adalah Malaikat Jibril.
Tubuh Rasulullah SAW pun langsung bergetar lantaran merasa terkejut dan ketakutan karena kehadiran Malaikat Jibril. Malaikat Jibril lantas memeluk Rasulullah SAW dalam keadaan tubuh bergetar dan kemudian mengucapkan kata "Iqra’" sebanyak tiga kali. Kata "iqra" sendiri memiliki arti"bacalah".
Nabi Muhammad SAW yang ketakutan pun lalu menjawab "Aku belum mengenal bacaan,". Kemudian, Malaikat Jibril melanjutkan perkataannya dengan kutipan ayat Al-Alaq 1-5 yang artinya:
"Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."
Surat Al-Alaq ini pun jadi wahyu pertama sekaligus surat pertama yang turun dan ditulis di dalam Al-Quran. Setelah itu, Al-Quran diturunkan ke bumi secara berangsur-angsur selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari.
Perbedaan Pendapat tentang Waktu Nuzulul Quran
Di balik keistimewaannya, Para ulama mempunyai perbedaan pandangan tebtang kapan tepatnya peristiwa Nuzulul Quran terjadi. Namun, perbedaan tersebut tidak lantas menjadi persoalan besar lantaran keduanya mempunyai dasar dalil yang kuat.
1. Nuzulul Quran Terjadi pada 17 Ramadan
Pendapat pertama, menyatakan bahwa Nuzulul Quran terjadi pada tanggal 17 Ramadhan. Pandangan tersebut muncul karena merujuk pada turunnya wahyu pertama, yaitu Surah Al-'Alaq ayat 1-5, kepada Nabi Muhammad SAW saat beliau sedang berada di Gua Hira.
Peristiwa turunnya Al-Qur'an secara bertahap pun juga dijelaskan dalam Surah Al-Isra ayat 106:
"Dan Al-Qur'an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar engkau membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian." (QS Al-Isra: 106).
Mayoritas umat Islam di Indonesia pun banyaknyang memperingati malam Nuzulul Quran pada tanggal 17 Ramadhan.
2. Nuzulul Quran Terjadi pada 10 Malam Terakhir Ramadan
Pendapat kedua mengatakan bahwa Nuzulul Quran bertepatan dengan malam Lailatulqadar, yang terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Adapun dasarnya merujuk pada firman Allah dalam Surah Al-Qadr ayat 1-5 yang menjelaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan tepat di malam kemuliaan tersebut.
Malam Lailatulqadar sendiri dipercayai sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karena terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, sebagian ulama pun meyakini bahwa peristiwa turunnya Al-Qur'an juga terjadi pada rentang waktu itu.
Demikian ulasan terkait Nuzulul Quran tanggal berapa. Semoga informasi di atas bisa menjadi acuan umat Islam dalam melaksanakan berbagai amalan di malam Nuzulul Quran.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari