suara mereka

Niat Sholat Hajat 2 Rakaat di Bulan Ramadan, Amalkan Doa Ini Agar Segera Terkabul

Sabtu, 07 Maret 2026 | 19:53 WIB
Niat Sholat Hajat 2 Rakaat di Bulan Ramadan, Amalkan Doa Ini Agar Segera Terkabul
Niat Sholat Hajat 2 Rakaat Bulan Ramadan (Freepik)

Suara.com - Sholat hajat merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Ramadan. Bacaan sholat hajat bisa dikatakan sama dengan sholat sunnah lainnya. Hanya saja niat sholat hajat dan bacaan doa setelahnya berbeda.

Sholat hajat merupakan sholat sunnah yang dikerjakan dengan tujuan khusus untuk memohon kepada Allah SWT agar mengabulkan segala hajat, kebutuhan maupun keperluannya. Setiap orang pasti memiliki hajat, memiliki kebutuhan dan keperluan. Terkadang, keperluan itu sifatnya ringan dan biasa. Misalnya kesehatan bagi orang yang sehat dan kebutuhan sehari-hari.

Sholat sunnah hajat dapat menjadi salah satu jalan untuk menemukan solusi atas kesulitan dan kesempitan di dunia. Sholat ini dapat dikerjakan minimal 2 rakaat.  Lantas, bagaimana bacaan niat sholat hajat 2 rakaat bulan Ramadan? Mari simak uraian selengkapnya berikut ini!

Hukum Sholat Hajat

Sholat hajat hukumnya adalag sunnah. Dalam kitab-kitab fiqih, beberapa ulama mencantumkan tentang sholat hajat namun sebagian lainyya tidak membahasnya.

Sebagai contoh Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah, Prof Dr Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu dan Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam Fiqih Empat Mazhab mencantumkan pembahasan sholat hajat. Sedangkan Syaikh Musthofa Al Bugho dalam Fiqih Manhaji tidak mencantumkan uraian tentang sholat hajat.

Meski hukumnya sunnah, namun sholat ini memiliki keutamaan yang luar biasa jika dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadan. Sebab Ramadan adalah bulan istimewa, sehingga segala keinginan (hajat) bisa diutarakan kepada Allah SWT.

Niat Sholat Hajat 2 Rakaat Bulan Ramadan

Adapun niat sholat hajat sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatal ḫâjati rak'ataini adâ'an lillâhi ta'âlâ

Baca Juga: Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-18 Ramadan: Ridha Allah untuk Diri dan Kedua Orang Tua

Artinya: Aku menyengaja shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT.”

Tata Cara Sholat Hajat

Berikut ini adalah tata cara sholat hajat dua rakaat yang dapat diikuti:

1. Membaca niat sholat hajat dalam hati sebanyak rakaat dikerjakan (2 rakaat)

2. Melaksanakan sholat

Rakaat Pertama : Setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat Al-Kafirun sebanyak tiga kali.
Rakaat Kedua : Setelah membaca Al-Fatihah, membaca surat Al-Ikhlas sebanyak tiga kali

3. Lakukan rukuk, sujud, serta gerakan sholat seperti sholat lainnya hingga salam.

4. Setelah selesai, lanjutkan dengan membaca sebuah doa khusus yang dianjurkan dalam sholat hajat. Doa tersebut biasanya berisi permohoman agar Allah SWT mengabulkan hajat atau kebutuhan yang diinginkan.

Doa Setelah Sholat Hajat 

Setelah selesai menunaikan sholat hajat, barulah kita bisa menyampaikan hajat kepada Allah. Awali momen ini dengan memuji Allah dan membaca shalawat untuk Rasulullah SAW terlebih dahulu. Lalu kita, bacalah doa seperti yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai berikut:

 الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهَ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 

Subḫânal-ladzî labisal-'izza wa qâla bihi. Subḫânal-ladzî ta'aththafa bil-majdi wa takarrama bihi. Subḫâna dzil-'izzi wal-kirami, subḫâna dzith-thauli as'aluka bimu'âqidil-'izzi min 'arsyika wa muntahar-raḫmati min kitâbika wa bismikal-a'dhami wa jaddikal-a'la wa kalimâtikat-tâmmâtil-'âmmâtil-latî lâ yujâwizuhunna birrun wa lâ fâjirun an tushalliya 'ala sayyidinâ Muḫammadin wa 'ala âli sayyidinâ Muḫammadin.

Artinya, “Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], cetakan pertama, halaman 103-104).

Kemudian lanjutkan dengan membaca doa berikut:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ 

Lâ ilâha illallâhul halîmul karîm. Subhânallâhi rabbil ‘arsyil karîmil ‘azhîm. Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. As’aluka mûjibâti rahmatik, wa ‘azâ’ima maghfiratik, wal ghanîmata min kulli birrin, was salâmata min kulli itsmin. La tada‘ lî dzanban illâ ghafartah, wa lâ hamman illâ farrajtah, wa lâ hâjatan hiya laka ridhan illâ qadhaitahâ ya arhamar râhimîn. 
 
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih.

Doa tersebut merupakan ungkapan mengandung pujian, pengakuan keesaan, permohonan ampunan, hingga permintaan agar Allah SWT memenuhi Hajatnya.

Keutamaan Shalat Hajat saat Ramadan

Sholat hajat mempunyai beberapa keutamaan, apalagi jika dikerjakan di bulan Ramadan. Salah satu yanh paling populer yaitu pengabulan hajat atau kebutuhan. Berikut ini adalah keutamaan sholat hajat:

1. Dicintai Allah

Melakukan ibadah-ibadah sunnah seperti sholat hajat, akan mendatangkan rasq cinta drai Allah SWT.

إِنَّ اللهَ تَعَالَـى قَالَ : مَنْ عَادَى لِـيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْـحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَـيَّ مِمَّـا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَـيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

Artinya: Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, “Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari).

2. Ditinggikan Derajatnya

Allah SWT akan meninggikan derajat orang-orang yang memperbanyak sholat sunnah, seperti sholat hajat ini.

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

"Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu” (HR. Muslim)

3. Diampuni Dosanya

Allah akan memberikan ampunan kepada orang-orang yang memperbanyak sholat sunnah, termasuk sholat hajat di bulan Ramadan.

4. Hajatnya Dikabulkan

Segala hajat dikabulkan merupakan keutamaan khusus daribsholat hajat. Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah mengutip hadits shahih dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ يُتِمُّهُمَا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ مُعَجِّلاً أَوْ مُؤَخِّراً

“Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian mengerjakan sholat dua rakaat dengan sempurna maka Allah memberi apa saja yang ia minta, baik segera maupun lambat.” (HR. Ahmad)

Sekian bacaan niat sholat hajat 2 rakaat bulan Ramadan lengkap dengan tata cara hingga keutamaannya. Semoga sholat hajat berikut doanya ini dapat membuka jalan untuk dikabulkan Allah SWT. 

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI