-
Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker ginjal ccRCC.
-
Kanker ginjal ccRCC bersifat agresif dan sering tanpa gejala stadium awal.
-
Imunoterapi dan terapi target menjadi inovasi pengobatan utama di tahun 2026.
Suara.com - Kabar meninggalnya Vidi Aldiano pada 7 Maret 2026 tengah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, teman sesama artis dan penyanyi serta publik.
Seperti yang diketahui, Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang melawan jenis kanker ginjal yang agresif, yakni Clear Cell Renal Cell Carcinoma (ccRCC).
Karena kondisi tersebut, suami Sheila Dara ini pun harus menjalani pengobatan rutin yang biasa disebutnya sebagai "spa day".
Namun, sebenarnya apa itu Clear Cell Renal Cell Carcinoma dan mengapa jenis ini dianggap lebih berbahaya dibanding kanker ginjal lainnya?
Mengenal Kanker Ginjal Clear Cell Renal Cell Carcinoma (ccRCC)
Bukan sekadar kanker ginjal biasa, Clear Cell Renal Cell Carcinoma adalah subtipe karsinoma sel ginjal yang paling umum ditemukan, mencakup sekitar 70-80 persen dari seluruh kasus kanker ginjal pada orang dewasa.

Nama "Clear Cell" atau sel jernih diberikan karena penampakan sel kankernya di bawah mikroskop.
Sel-sel ini tampak bening atau transparan karena mengandung banyak lemak (lipid) dan gula (glikogen).
Kanker ini bermula pada sel-sel yang melapisi tubulus kecil di ginjal, yang berfungsi menyaring darah dan nutrisi.
Kanker jenis ini bersifat agresif karena sel-selnya berkembang biak dengan sangat cepat.
Selain itu, ccRCC memiliki risiko tinggi untuk bermetastasis atau menyebar ke organ vital lain seperti paru-paru, tulang, hingga hati.
Satu hal yang menjadi tantangan besar adalah karakteristiknya yang resisten atau kebal terhadap kemoterapi konvensional.
Hal inilah yang membuat pasien ccRCC memerlukan penanganan khusus seperti terapi target atau imunoterapi.
Gejala Kanker Ginjal ccRCC
Salah satu alasan mengapa penyakit ini mematikan adalah sifatnya yang silent alias tanpa gejala pada stadium awal.
Vidi Aldiano sendiri awalnya menduga benjolan di tubuhnya hanyalah kista biasa sebelum akhirnya didiagnosis kanker stadium 3 pada 2019. Beberapa gejala yang patut Anda waspadai meliputi:
- Hematuria: Adanya darah dalam urine (warna urine kemerahan atau kecokelatan).
- Nyeri Pinggang: Rasa sakit menetap di satu sisi punggung bawah.
- Benjolan: Terasa ada massa di area perut atau pinggang.
- Kelelahan Ekstrem: Rasa lelah yang tidak hilang meski sudah istirahat cukup.
- Penurunan Berat Badan: Berat badan turun drastis tanpa alasan yang jelas.
Faktor Risiko Kanker Gijal ccRCC
Data dari Cleveland Clinic menyebutkan bahwa penyakit ini menyerang pria dua kali lebih banyak daripada wanita, terutama pada rentang usia 50 hingga 70 tahun.
Namun, faktor genetik seperti mutasi gen VHL (von Hippel-Lindau) bisa membuat seseorang terkena kanker ini di usia yang jauh lebih muda. Beberapa faktor pemicu lainnya antara lain:
- Kebiasaan merokok atau penggunaan rokok elektrik.
- Obesitas (Indeks Massa Tubuh di atas 25).
- Tekanan darah tinggi (hipertensi).
- Paparan zat kimia seperti pelarut trikloroetilen di tempat kerja.
Inovasi Pengobatan Kanker Ginjal ccRCC di Tahun 2026
Hingga tahun 2026, dunia medis telah mencapai kemajuan pesat dalam menangani kanker ginjal stadium lanjut. Inilah yang membuat pasien seperti Vidi Aldiano tetap memiliki harapan hidup dan kualitas hidup yang baik:
- Imunoterapi: Penggunaan obat-obatan untuk merangsang sistem imun tubuh agar mampu menghancurkan sel kanker secara mandiri.
- Terapi Target (Targeted Therapy): Obat spesifik yang memutus suplai nutrisi ke tumor tanpa merusak sel sehat di sekitarnya.
- Nefrektomi Sitoreduktif: Operasi pengangkatan tumor primer untuk meningkatkan efektivitas pengobatan sistemik lainnya.
Meskipun ccRCC adalah kondisi yang serius, deteksi dini melalui biopsi atau pemeriksaan pencitraan tetap menjadi kunci utama keberhasilan pengobatan.