Faktor berikutnya yang sering menyebabkan kastengel rapuh adalah suhu oven yang tidak stabil. Proses pemanggangan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir kue kering.
Jika suhu oven terlalu rendah, kastengel tidak akan matang sempurna dan teksturnya menjadi kurang kokoh. Sebaliknya, suhu yang terlalu tinggi dapat membuat bagian luar kue cepat gosong sementara bagian dalamnya belum benar-benar matang.
Untuk menghasilkan kastengel yang renyah dan matang merata, suhu oven perlu dijaga tetap stabil. Umumnya, kastengel dipanggang pada suhu sekitar 130–170 derajat Celsius, tergantung jenis oven yang digunakan.
Sebelum memanggang, sebaiknya oven dipanaskan terlebih dahulu selama sekitar 10–15 menit agar suhu di dalamnya stabil. Setelah itu, kastengel bisa dipanggang selama 20–35 menit hingga warnanya berubah menjadi keemasan.
Beberapa pembuat kue juga memilih memanggang kastengel dengan suhu yang lebih rendah namun dalam waktu yang lebih lama. Metode ini dapat membantu mengurangi kadar air dalam kue sehingga hasilnya lebih kering dan renyah.
3. Adonan Terlalu Lama Diuleni
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menguleni adonan terlalu lama. Banyak orang mengira adonan harus diuleni hingga kalis seperti saat membuat roti, padahal teknik tersebut tidak cocok untuk kue kering.
Menguleni adonan terlalu lama dapat memicu terbentuknya gluten secara berlebihan dari tepung terigu. Gluten yang terlalu kuat akan memengaruhi tekstur kastengel, membuatnya keras di bagian luar namun rapuh di bagian dalam.
Untuk mendapatkan tekstur kastengel yang ideal, adonan cukup diaduk hingga semua bahan tercampur rata dan dapat dibentuk. Tidak perlu menguleninya terlalu lama.
Baca Juga: Link Daftar Balik Rantau Gratis 2026 Pemprov Jateng, Simak Jadwal dan Syaratnya!
Dengan mengaduk adonan secukupnya, pembentukan gluten dapat diminimalkan. Hal ini membantu menjaga tekstur kastengel tetap lembut, renyah, dan tidak mudah hancur saat digigit.
4. Pemilihan Tepung Terigu yang Kurang Tepat
Jenis tepung terigu yang digunakan juga berpengaruh terhadap tekstur kastengel. Tepung terigu dengan kandungan protein rendah biasanya lebih disarankan untuk membuat kue kering.
Tepung protein rendah memiliki kadar gluten yang lebih sedikit sehingga menghasilkan tekstur kue yang lebih ringan dan renyah. Jika menggunakan tepung dengan protein tinggi, kastengel bisa menjadi lebih keras dan kurang rapuh.
Selain memilih jenis tepung yang tepat, beberapa pembuat kue juga melakukan proses sangrai atau oven tepung sebelum digunakan. Tujuan dari proses ini adalah untuk mengurangi kadar air dalam tepung.
Cara melakukannya cukup mudah. Tepung terigu dapat dioven pada suhu sekitar 100 derajat Celsius selama kurang lebih 30 menit sambil sesekali diaduk. Teknik ini dipercaya dapat membantu menghasilkan kastengel yang lebih kering dan renyah setelah dipanggang.