6 Cara Masak Ketupat agar Tidak Cepat Basi, Kunci Awet Berhari-hari

Yasinta Rahmawati

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:35 WIB
6 Cara Masak Ketupat agar Tidak Cepat Basi, Kunci Awet Berhari-hari
Ilustrasi ketupat. (Freepik)

Suara.com - Ketupat merupakan salah satu makanan yang hampir selalu hadir saat perayaan Idulfitri di Indonesia. Hidangan yang terbuat dari beras dan dibungkus dengan anyaman daun kelapa ini biasanya disajikan bersama opor ayam, rendang, sambal goreng ati, atau sayur labu.

Teksturnya yang padat namun lembut membuat ketupat menjadi pengganti nasi yang sangat cocok untuk berbagai hidangan khas Lebaran.

Namun, banyak orang mengalami masalah yang sama setiap tahun: ketupat cepat basi. Kadang ketupat baru dimasak sehari, tetapi sudah mulai berlendir atau mengeluarkan aroma tidak sedap.

Hal ini biasanya terjadi karena cara memasak yang kurang tepat, kualitas bahan yang kurang baik, atau cara penyimpanan yang kurang benar.

Padahal jika dimasak dengan teknik yang benar, ketupat sebenarnya bisa bertahan hingga dua sampai tiga hari pada suhu ruang, bahkan lebih lama jika disimpan dengan baik.

Kunci utamanya adalah memastikan kebersihan bahan, waktu memasak yang cukup, serta proses pendinginan yang benar setelah ketupat matang.

Agar ketupat Lebaran tetap awet dan tidak cepat basi, berikut beberapa cara memasak ketupat yang bisa Anda terapkan di rumah.

Tradisi Lebaran Ketupat menjadi tradisi turun temurun di berbagai daerah di Pulau Jawa.
Ilustrasi ketupat.

1. Pilih Daun Kelapa yang Masih Segar

Langkah pertama yang sangat penting adalah memilih daun kelapa muda yang masih segar untuk membuat anyaman ketupat. Daun yang segar biasanya berwarna hijau cerah, tidak kering, dan tidak mudah patah.

baca juga

Daun kelapa yang sudah tua atau mulai mengering bisa membuat ketupat lebih mudah terkontaminasi bakteri. Selain itu, daun yang segar juga memberikan aroma khas yang membuat ketupat lebih harum saat dimasak.

Jika membeli selongsong ketupat yang sudah jadi, pastikan kondisinya masih bersih dan tidak berjamur. Sebelum digunakan, sebaiknya selongsong ketupat juga dicuci terlebih dahulu dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran atau debu.

2. Gunakan Beras Berkualitas Baik

Kualitas beras sangat memengaruhi ketahanan ketupat. Pilih beras yang pulen dan masih baru agar hasil ketupat lebih padat serta tidak mudah rusak.

Sebelum dimasukkan ke dalam selongsong ketupat, beras sebaiknya dicuci hingga airnya benar-benar jernih. Proses ini penting untuk menghilangkan sisa pati dan kotoran yang bisa mempercepat proses pembusukan.

Setelah dicuci bersih, tiriskan beras terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam anyaman ketupat. Isi selongsong ketupat sekitar setengah hingga dua pertiga bagian saja, karena beras akan mengembang saat dimasak.

Ilustrasi ketupat lebaran (Unsplash/Mufid Majnun)
Ilustrasi ketupat lebaran (Unsplash/Mufid Majnun)

3. Masak Ketupat dengan Waktu yang Cukup Lama

Salah satu penyebab ketupat cepat basi adalah waktu memasak yang terlalu singkat. Ketupat idealnya dimasak selama sekitar 4-5 jam agar beras benar-benar matang sempurna.

Pastikan seluruh ketupat terendam air selama proses perebusan. Jika air mulai berkurang, tambahkan air panas agar suhu tetap stabil dan proses pemasakan tidak terganggu.

Memasak ketupat hingga benar-benar matang membantu membunuh bakteri serta membuat teksturnya lebih padat. Ketupat yang matang sempurna biasanya terasa kenyal dan tidak lembek.

4. Gunakan Air Rebusan yang Bersih

Air yang digunakan untuk merebus ketupat juga memengaruhi ketahanannya. Sebaiknya gunakan air bersih yang layak konsumsi.

Selama proses memasak, jangan sampai air rebusan berubah menjadi terlalu keruh atau kotor. Jika perlu, Anda bisa mengganti sebagian air rebusan dengan air panas baru untuk menjaga kebersihannya.

Air yang bersih membantu menjaga kualitas ketupat dan mengurangi risiko pertumbuhan mikroorganisme yang menyebabkan makanan cepat basi.

5. Tiriskan Ketupat dengan Cara Digantung

Setelah ketupat matang, jangan langsung menumpuknya di dalam wadah. Ketupat sebaiknya ditiriskan dengan cara digantung agar airnya bisa menetes keluar secara maksimal.

Cara ini sangat penting karena sisa air yang terperangkap di dalam ketupat bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri. Dengan menggantung ketupat, udara dapat mengalir dengan baik sehingga proses pendinginan berlangsung lebih cepat.

Biasanya ketupat digantung menggunakan tali atau diletakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.

6. Simpan di Tempat yang Sejuk dan Kering

Setelah ketupat benar-benar dingin, simpan di tempat yang sejuk dan tidak lembap. Hindari menyimpan ketupat dalam wadah tertutup saat masih hangat karena uap air dapat mempercepat pembusukan.

Jika ingin menyimpannya lebih lama, ketupat bisa dimasukkan ke dalam kulkas. Saat akan disajikan kembali, kamu bisa menghangatkannya dengan cara dikukus agar teksturnya kembali lembut.

Dengan penyimpanan yang baik, ketupat bisa bertahan hingga tiga hari tanpa mengalami perubahan rasa atau aroma.

Ketupat yang tahan lama sebenarnya tidak sulit dibuat jika kita memperhatikan beberapa halo penting. Mulai dari memilih daun kelapa yang segar, menggunakan beras berkualitas, memasak dalam waktu yang cukup lama, hingga meniriskan ketupat dengan cara digantung.

Langkah-langkah sederhana ini sangat membantu menjaga ketupat tetap awet dan tidak cepat basi. Dengan begitu, kamu bisa menikmati hidangan khas Lebaran ini bersama keluarga tanpa khawatir ketupat cepat rusak.

Ketupat yang dimasak dengan benar tidak hanya lebih tahan lama, tetapi juga memiliki tekstur yang lebih pulen dan rasa yang lebih nikmat saat disantap bersama berbagai lauk khas Hari Raya.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Kepanjangan Kata Ketupat? Kuliner Khas Lebaran yang Sarat Makna

Apa Kepanjangan Kata Ketupat? Kuliner Khas Lebaran yang Sarat Makna

Lifestyle | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:30 WIB

Kenapa Ketupat Masih Berbentuk Nasi dan Tidak Padat? Ini Solusinya

Kenapa Ketupat Masih Berbentuk Nasi dan Tidak Padat? Ini Solusinya

Lifestyle | Kamis, 12 Maret 2026 | 19:03 WIB

Nyepi dan Idulfitri 2026 Berdekatan, Polri Gelar Operasi Ketupat dan Pengamanan Khusus di Bali

Nyepi dan Idulfitri 2026 Berdekatan, Polri Gelar Operasi Ketupat dan Pengamanan Khusus di Bali

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:13 WIB

Terkini

Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran

Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran

Sulsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 05:37 WIB

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

×