Suara.com - Hari Raya Idulfitri 1447 H tinggal menghitung hari, jalan nasional hingga sejumlah ruas tol utama mulai padat. Masyarakat banyak yang memanfaatkan masa libur sekolah untuk mudik Lebaran 2026 lebih awal.
Arus mudik maupun arus balik Lebaran kali ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Pihak berwenang memperkirakan akan ada dua gelombang mudik serta balik, mengingat libur sekolah mencapai 2 minggu.
Mengingat bulan Maret 2026 ini ada dua perayaan hari besar keagamaan yaitu Nyepi pada 19 Maret 2026, Idul Fitri pada 21 Maret 2026 dan 22 Maret 2026. Selebihnya masuk cuti bersama yang berada di antara tanggal tersebut.
Demi mengantisipasi kepadatan kendaraan karena momen pulang kampung halaman, Pemerintah melalui pihak terkait seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Korlantas Polri telah resmi menetapkan pengaturan lalu lintas.
Keputusan pihak-pihak terkait tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor KP-DRJD 854 Tahun 2026, HK 201/1/21/DJPL/2026. Kep/43/II/2026 dan 20/KPTS/Db/2026.
Peraturan tersebut dibuat supaya keselamatan, keamanan, kelancaran lalu lintas benar-benar terjaga selama periode mudik lebaran 2026.
Pengaturan tersebut pelaksanaannya dalam bentuk rekayasa lalu lintas yang terdiri dari sistem satu arah atau one way, pasang surut atau contra flow dan metode ganjil genap.
Bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan mudik lebaran, sebaiknya selalu mencatat jadwal serta ruas jalan yang terdampak demi kelancaran perjalanan.
Rincian Jalur One Way, Contra Flow dan Ganjil Genap Periode Mudik Lebaran 2026
Bagi Anda berencana mudik mulai hari ini dan seterusnya, perlu memahami pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan.
Jalur One Way Mudik Lebaran 2026
Jalur satu arah selama periode mudik, mulai diterapkan pada area ruas tol Jakarta Cikampek hingga lanjut tol Semarang Solo.
Area ruas tol paling terdampak mulai KM 70 Tol Jakarta Cikampek sampai dengan KM 421 Tol Semarang Solo.
Penerapannya mulai Selasa 17 Maret 2026, pukul 12.00 WIB sampai Jumat, 20 Maret 2026, pukul 24.00 WIB.
Ketika sistem lalu lintas satu arah tersebut diberlakukan, maka semua pintu masuk menuju Jakarta ditutup. Peraturan tersebut lebih mendahulukan kendaraan menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur.
Sistem One Way akan bukan hanya diterapkan saat periode mudik, tapi juga arus balik lebaran 2026. Penerapannya mulai KM 421 Tol Semarang Solo hingga KM 70 Tol Jakarta Cikampek.
Waktu pemberlakuan One Way arus balik lebaran 2026 mulai Senin 23 Maret 2026, pukul 12.00 WIB hingga Minggu 29 Maret 2026, pukul 24.00 WIB.
Saat pemberlakuan periode tersebut, semua pintu masuk menuju Semarang ditutup sementara, karena mengutamakan kendaraan yang menuju Jakarta.
Contra Flow atau Lajur Pasang Surut
Saat arus mudik lebaran 2026, sistem contra flow akan diterapkan pada Tol Jakarta Cikampek dari KM 47 sampai KM 70.
Periode pertama mulai diterapkan pada 17 Maret 2026, pukul 14.00 WIB hingga 20 Maret 2026, pukul 24.00 WIB.
Selanjutnya periode kedua mulai 21 Maret 2026, pukul 12.00 hingga 20.00 WIB serta 22 Maret 2026, pukul 09.00 sampai 18.00 WIB.
Lalu, contra flow arus balik berlaku pada Tol Jakarta Cikampek mulak KM 70 hingga KM 47. Peraturan tersebut mulai 23 Maret 2026, pukul 14.00 WIB sampai 29 Maret 2026, pukul 24.00 WIB.
Contra Flow juga diterapkan pada Tol Jagorawi KM 21 sampai KM 8, mulai 24 Maret 2026 hingga 29 Maret 2026, pukul 14.00 - 19.00 WIB.
Ganjil Genap Selama Mudik Lebaran 2026
Kebijakan ganjil genap juga diambil untuk mengurangi kepadatan di ruas jalan tol. Saat periode mudik, pemberlakuannya mulai 17 Maret 2026 pada pukul 14.00 WIB sampai 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Ruas tol tersebut meliputi KM 47 Tol Jakarta Cikampek sampai KM 414 Tol Semarang Batang. Selain itu, diterapkan juga pada KM 31 sampai KM 98 Tol Tangerang Merak.
Sedangkan Ganjil Genap untuk arus balik mulai diterapkan pada 23 Maret 2026, pukul 00.00 WIB sampai 29 Maret 2026, pukul 24.00 WIB.
Lokasinya meliputi KM 414 Tol Semarang Batang sampai KM 47 Tol Jakarta Cikampek, lalu KM 98 hingga KM 31 Tol Tangerang Merak.
Kontributor : Damayanti Kahyangan