Makna dari kata “Sijjil” sendiri dipahami sebagai batu dari tanah liat yang mengeras dan terbakar, yang menyiratkan kekuatan dan kehancuran yang dahsyat.
Beberapa ulama tafsir menjelaskan secara rinci bagaimana batu ini masuk dari kepala pasukan bergajah dan menghancurkan mereka sampai ke kaki, membuat pasukan tersebut bubar dan Abrahah tewas dalam keadaan tercerai-berai.
Penjelasan ini menekankan bahwa batu Sijjil bukan hanya simbol kekuatan fisik, tetapi juga campur tangan ilahi yang menegaskan keadilan dan perlindungan terhadap yang suci.
Dengan memberi nama Sejjil, Iran menekankan bahwa rudalnya bukan sekadar senjata militer, tetapi juga simbol kekuatan yang dahsyat dan bermakna religius.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas