- Muhammadiyah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
- Nahdlatul Ulama (NU) memprediksi 1 Syawal jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
- Waktu pelaksanaan salat Idulfitri bagi kedua organisasi adalah pagi hari setelah terbit matahari.
Sidang Isbat resmi baru digelar Kamis malam, 19 Maret 2026, tapi hampir dipastikan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari karena hilal belum memenuhi kriteria imkanur rukyah (minimal 3 derajat elongasi).
Waktu salat Idulfitri NU sama persis dengan Muhammadiyah: setelah matahari terbit, pukul 07.00–09.00 waktu setempat.
Di Jakarta misalnya, pengumuman masjid NU biasanya pukul 07.00–07.30 WIB. Perbedaannya hanya satu hari, sehingga umat NU yang mengikuti rukyat akan melaksanakan salat Idulfitri sehari setelah Muhammadiyah.
Meski tanggal berbeda, kedua organisasi tetap menghormati pilihan jemaah.
Banyak keluarga yang punya anggota dari Muhammadiyah dan NU justru saling mengunjungi di dua hari berbeda untuk mempererat silaturahmi.
Mengapa Waktu Salat Idulfitri Hampir Sama Meski Tanggal Beda?
Waktu pelaksanaan salat Idulfitri tidak ditentukan oleh organisasi, melainkan oleh posisi matahari.
Rasulullah SAW selalu melaksanakan salat Id lebih awal agar umat punya waktu panjang untuk bersilaturahmi.
Oleh karena itu, baik Muhammadiyah maupun NU menganjurkan jemaah datang pagi-pagi, memakai pakaian terbaik, membawa sajadah, dan menjaga khusyuk.
Jadi, salat Idulfitri jam berapa? Jawabannya pagi hari setelah terbit matahari (sekitar 06.30–08.00 waktu lokal).
Hanya tanggalnya saja yang kemungkinan berbeda. Muhammadiyah pada Jumat, 20 Maret 2026, sementara NU diprediksi Sabtu 21 Maret 2026. Tetap pantau pengumuman resmi pemerintah agar mendapatkan jadwal terakurat, ya.