5 Tradisi Lebaran di Indonesia: Perang Ketupat sampai Grebeg Syawal

Agatha Vidya Nariswari

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:15 WIB
5 Tradisi Lebaran di Indonesia: Perang Ketupat sampai Grebeg Syawal
Gunungan Grebeg Syawal di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. (Arendya/Suara)

Suara.com - Idulfitri di Indonesia selalu identik dengan suasana hangat, penuh maaf, dan kebersamaan. Namun, di balik tradisi umum seperti mudik, salat Ied, dan halal bihalal, setiap daerah di Nusantara memiliki cara khas dalam merayakan hari kemenangan ini. Tradisi-tradisi tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan sarat makna yang diwariskan turun-temurun.

Menariknya, beberapa tradisi Idulfitri di Indonesia terbilang unik dan tidak ditemukan di negara lain. Mulai dari ritual berbasis budaya kerajaan hingga perayaan yang melibatkan “perang” makanan, semuanya mencerminkan kekayaan budaya sekaligus semangat kebersamaan masyarakat.

Berikut lima tradisi Idulfitri paling unik dari berbagai daerah di Indonesia yang wajib kamu ketahui.

1. Grebeg Syawal Yogyakarta

Gunungan Grebeg Syawal di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. (Arendya/Suara)
Gunungan Grebeg Syawal di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. (Arendya/Suara)

Grebeg Syawal merupakan tradisi yang berasal dari lingkungan Keraton Yogyakarta dan hingga kini masih dilestarikan dengan penuh khidmat. Tradisi ini digelar setelah pelaksanaan salat Idulfitri, ditandai dengan arak-arakan gunungan dari dalam keraton menuju Masjid Gedhe Kauman.

Gunungan tersebut tersusun dari berbagai hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan, hingga makanan tradisional. Setelah didoakan, masyarakat akan berebut isi gunungan karena dipercaya membawa berkah dan keberuntungan. Bagi warga, mendapatkan bagian dari gunungan bukan sekadar soal materi, melainkan simbol harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Selain nilai spiritual, Grebeg Syawal juga memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi. Tradisi ini mencerminkan hubungan antara raja dan rakyat, sekaligus bentuk sedekah dari pihak keraton kepada masyarakat. Tak heran jika setiap tahunnya, acara ini selalu dipadati pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah.

2. Bakar Gunung Api Bengkulu

Di Bengkulu, malam takbiran terasa sangat berbeda berkat tradisi Bakar Gunung Api. Masyarakat setempat mengumpulkan batok kelapa yang kemudian disusun menyerupai gunung. Setelah itu, tumpukan tersebut dibakar hingga menghasilkan kobaran api yang besar dan dramatis.

Api yang menyala terang di malam hari menciptakan suasana yang meriah sekaligus magis. Tradisi ini dipercaya sebagai simbol pembersihan diri dari segala hal buruk selama setahun terakhir, sekaligus penyambutan atas datangnya hari kemenangan.

Lebih dari itu, Bakar Gunung Api juga menjadi ajang kebersamaan warga. Proses pengumpulan hingga penyusunan batok kelapa dilakukan secara gotong royong, mempererat hubungan antarwarga. Momen ini juga sering dimanfaatkan sebagai ajang berkumpul keluarga dan generasi muda.

baca juga

3. Ronjok Sayak Bengkulu Selatan

Masih dari Provinsi Bengkulu, tepatnya di Bengkulu Selatan, terdapat tradisi Ronjok Sayak yang tak kalah menarik. Tradisi ini dilakukan dengan menyusun tempurung kelapa menjadi menara tinggi yang disebut ronjok.

Setiap kelompok masyarakat berlomba-lomba membuat ronjok setinggi dan sekokoh mungkin. Saat malam takbiran tiba, ronjok-ronjok tersebut dibakar secara serentak, menciptakan pemandangan spektakuler dengan nyala api yang menjulang ke langit.

Selain menjadi simbol kemenangan setelah menjalani ibadah puasa, Ronjok Sayak juga mencerminkan kreativitas dan kekompakan masyarakat. Tradisi ini menjadi ruang ekspresi budaya yang unik, sekaligus sarana mempererat solidaritas sosial di tengah perayaan Idulfitri.

4. Perang Topat Lombok

Kemeriahan tradisi Perang Topat di Lombok Barat (Antara/Awaludin)
Kemeriahan tradisi Perang Topat di Lombok Barat (Antara/Awaludin)

Jika biasanya makanan disajikan untuk dinikmati, di Lombok ketupat justru digunakan dalam sebuah perang yang penuh keceriaan. Tradisi Perang Topat digelar beberapa hari setelah Idulfitri, biasanya di area tertentu yang menjadi pusat perayaan.

Dalam tradisi ini, masyarakat saling melempar ketupat satu sama lain. Meski terdengar seperti konflik, suasana yang tercipta justru penuh tawa dan kebahagiaan. Tidak ada unsur permusuhan, melainkan semangat kebersamaan dan rasa syukur.

Menariknya, tradisi ini juga mencerminkan toleransi antarumat beragama, khususnya antara umat Muslim dan Hindu di Lombok. Setelah acara selesai, ketupat yang tersisa biasanya dikumpulkan dan digunakan sebagai pupuk, karena dipercaya membawa kesuburan bagi tanaman.

5. Lebaran Ketupat Jawa

Ilustrasi Lebaran Ketupat. (Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko)
Ilustrasi Lebaran Ketupat. (Antara/Andreas Fitri Atmoko)

Berbeda dari perayaan Idulfitri pada umumnya, masyarakat Jawa mengenal tradisi Lebaran Ketupat yang dirayakan sekitar satu minggu setelah hari raya. Tradisi ini erat kaitannya dengan puasa Syawal selama enam hari yang dianjurkan setelah Idulfitri.

Pada hari Lebaran Ketupat, masyarakat berkumpul bersama keluarga dan tetangga untuk menikmati hidangan khas seperti ketupat, opor ayam, dan sambal goreng. Suasana silaturahmi kembali terasa hangat, seolah memperpanjang euforia hari raya.

Ketupat sendiri memiliki filosofi mendalam dalam budaya Jawa. Anyaman daun kelapa melambangkan kesalahan manusia yang rumit, sementara isi beras putih mencerminkan kesucian setelah saling memaafkan. Tradisi ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga refleksi nilai spiritual dan sosial yang kuat.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hilal Tak Terlihat, Warga Iran Bakal Rayakan Lebaran 2026 pada Sabtu 21 Maret

Hilal Tak Terlihat, Warga Iran Bakal Rayakan Lebaran 2026 pada Sabtu 21 Maret

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:21 WIB

Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026 Diumumkan Jam Berapa? Ini Jadwal Resminya

Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026 Diumumkan Jam Berapa? Ini Jadwal Resminya

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:01 WIB

Lebaran dan Tradisi: Antara Rindu, Ritual, dan Makna yang Selalu Kembali

Lebaran dan Tradisi: Antara Rindu, Ritual, dan Makna yang Selalu Kembali

Your Say | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Begini Urutan Pemakaian yang Benar agar Kulit Bersih Maksimal

Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Begini Urutan Pemakaian yang Benar agar Kulit Bersih Maksimal

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:35 WIB

4 Lipstik Matte Tahan Lama Terbaik untuk Bibir Cantik Menurut Review

4 Lipstik Matte Tahan Lama Terbaik untuk Bibir Cantik Menurut Review

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:15 WIB

Lebih dari Sekadar Awet Muda, Ini Alasan Healthy Aging Jadi Tren Baru Dunia Kecantikan

Lebih dari Sekadar Awet Muda, Ini Alasan Healthy Aging Jadi Tren Baru Dunia Kecantikan

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:52 WIB

8 Cara Feng Shui untuk Mendapatkan Jodoh, Mulai dari Menata Kamar hingga Dekorasi Rumah

8 Cara Feng Shui untuk Mendapatkan Jodoh, Mulai dari Menata Kamar hingga Dekorasi Rumah

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:48 WIB

Apa Bedanya Lip Balm dan Lip Serum? Ciptakan Bibir Sehat dan Cantik

Apa Bedanya Lip Balm dan Lip Serum? Ciptakan Bibir Sehat dan Cantik

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:15 WIB

Tak Lagi Cuma untuk Olahraga, Ini Alasan Athleisure Makin Jadi Andalan Outfit Harian

Tak Lagi Cuma untuk Olahraga, Ini Alasan Athleisure Makin Jadi Andalan Outfit Harian

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:32 WIB

8 Cara Merawat Sepatu Lari agar Awet dan Tetap Nyaman Digunakan

8 Cara Merawat Sepatu Lari agar Awet dan Tetap Nyaman Digunakan

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:47 WIB

7 Tips agar Outsole Sepatu Lari Awet, Tidak Cepat Gundul dan Tetap Nyaman Dipakai

7 Tips agar Outsole Sepatu Lari Awet, Tidak Cepat Gundul dan Tetap Nyaman Dipakai

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:42 WIB

Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna

Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:20 WIB

4 Cushion Terbaik untuk Kulit Berminyak, Hasil Matte dan Oil Control Tahan Lama

4 Cushion Terbaik untuk Kulit Berminyak, Hasil Matte dan Oil Control Tahan Lama

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:20 WIB