Suara.com - Momen Idulfitri selalu identik dengan kebahagiaan, salah satunya ketika anak-anak menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dari keluarga. Amplop-amplop berisi uang yang diberikan saat silaturahmi sering kali membuat anak merasa “kaya mendadak”. Namun tanpa pengelolaan yang tepat, uang tersebut bisa habis dalam hitungan hari untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.
Di sinilah peran orang tua menjadi sangat penting. THR bukan hanya sekadar uang jajan tambahan, tetapi juga bisa menjadi sarana edukasi keuangan sejak dini. Dengan pendekatan yang tepat, anak bisa belajar menabung, berbagi, hingga memahami nilai uang.
Berikut lima tips yang bisa membantu orang tua mengelola uang THR anak dengan lebih bijak.
1. Ajak Anak Menghitung dan Mencatat THR
Langkah pertama yang penting adalah mengajak anak menghitung total uang THR yang mereka terima. Kegiatan ini sederhana, tetapi sangat efektif untuk mengenalkan konsep dasar keuangan.
Setelah dihitung, ajarkan anak untuk mencatat jumlah tersebut, baik di buku kecil maupun aplikasi sederhana. Dengan begitu, anak mulai memahami bahwa uang perlu dikelola, bukan sekadar digunakan. Kebiasaan mencatat ini juga bisa menjadi fondasi penting dalam membangun literasi keuangan sejak dini.
Selain itu, momen ini juga bisa menjadi kesempatan untuk berdiskusi ringan tentang dari siapa saja THR tersebut berasal, sehingga anak belajar menghargai pemberian orang lain.
2. Terapkan Sistem Pembagian Uang
Agar uang tidak cepat habis, orang tua bisa mengenalkan konsep pembagian uang ke dalam beberapa kategori. Misalnya: untuk ditabung, digunakan, dan disedekahkan.
Sebagai contoh sederhana, anak bisa diajarkan untuk membagi uang dengan porsi seperti 50% untuk tabungan, 30% untuk kebutuhan atau keinginan pribadi, dan 20% untuk berbagi. Pembagian ini tentu bisa disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak.
Dengan sistem ini, anak belajar bahwa uang tidak hanya untuk dihabiskan, tetapi juga perlu disimpan dan dibagikan kepada yang membutuhkan. Nilai tanggung jawab dan empati pun bisa tumbuh secara alami.
3. Prioritaskan Menabung Sejak Awal
Salah satu kesalahan umum adalah menabung dari sisa uang. Padahal, cara yang lebih efektif adalah langsung menyisihkan uang untuk tabungan di awal. Orang tua bisa membantu anak menyimpan uang tersebut di celengan, rekening tabungan anak, atau bahkan dompet khusus yang terpisah. Jika memungkinkan, ajak anak membuka rekening bank agar mereka lebih semangat menabung.
Menabung sejak awal membantu anak memahami konsep menunda kesenangan atau delayed gratification. Mereka belajar bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi sekarang, dan ada manfaat lebih besar jika uang disimpan untuk masa depan.
4. Beri Kebebasan Terbatas untuk Menggunakan Uang