- Warga Iran diprediksi merayakan Lebaran 2026 pada Sabtu, 20 Maret, di tengah ancaman agresi militer pihak luar.
- Pemerintah kota Teheran menyiapkan 15 titik layanan bus khusus untuk mengantar jemaah ke Masjid Mosalla Imam Khomeini.
- Kota Mashhad memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan penutupan jalan bagi kendaraan pribadi menuju kompleks Imam Reza.
Suara.com - Warga Iran diprediksi akan merayakan Lebaran 2026 pada Sabtu 20 Maret 2026.
Perayaan Idul Fitri tahun ini terasa amat berbeda, karena warga Iran merayakannya di tengah gempuran Israel dan Amerika Serikat.
Lantas seperti apa persiapan warga Iran untuk merayakan Idul Fitri 2026?
Melansir dari laporan media lokal Iran, tinn.ir, meski di tengah ancaman agresi militer Israel dan Amerika Serikat, otoritas Iran mempersiapkan sejumlah fasilitas umum yang akan digunakan masyarakat.
Pemerintah kota Teheran melalui perusahaan transportasi umum menyiapkan layanan khusus bagi warga yang akan mengikuti salat Id.
Sebanyak 15 titik keberangkatan disediakan untuk memudahkan mobilitas jemaah menuju lokasi ibadah.
Berdasarkan keterangan resmi, armada bus akan mulai beroperasi sejak pukul 05.30 waktu setempat.
![Perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu terus memicu korban besar di berbagai negara Timur Tengah. [Aljazeera]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/19/76138-korban-perang-iran.jpg)
Seluruh layanan difokuskan untuk mengangkut warga menuju Masjid Mosalla Imam Khomeini, yang menjadi pusat pelaksanaan salat Idul Fitri di ibu kota.
Layanan ini mencakup berbagai titik strategis seperti Tehrnpars, Azadi, Khorasan, hingga Shahr-e Rey.
Selain itu, bus juga disiapkan dari masjid dan pos komunitas di 22 distrik untuk memastikan akses merata bagi masyarakat.
Sementara itu, pemerintah Kota Mashhad menyiapkan rekayasa lalu lintas khusus menjelang Idul Fitri dan awal tahun baru Persia.
Kendaraan pribadi dipastikan tidak dapat memasuki kawasan inti menuju kompleks makam Imam Syiah ke-8, Haram Imam Reza karena lonjakan pejalan kaki yang sangat tinggi.
Direktur Organisasi Manajemen dan Rekayasa Transportasi kota Mashhad, Reza Norouzi, menyatakan sejumlah ruas utama akan ditutup total untuk kendaraan pribadi.
Jalur seperti Tabarsi, Shirazi, Imam Reza, hingga Navab Safavi hanya akan dilalui transportasi umum pada periode padat tersebut.
Pembatasan ini berlaku mulai pukul 12.00 setelah salat Idul Fitri hingga pukul 23.30 waktu setempat, Sabtu 20 Maret 2026.