Kenapa Ban Mobil Sering Pecah saat Arus Mudik? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Agatha Vidya Nariswari

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:05 WIB
Kenapa Ban Mobil Sering Pecah saat Arus Mudik? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Ilustrasi ban mobil pecah (Freepik)

Suara.com - Mudik Lebaran yang menjadi momen bahagia bagi keluarga kerap menjadi petaka dengan adanya segudang perkara teknis, termasuk ban mobil pecah.

Kejadian ban mobil pecah kerap terjadi saat mobil atau kendaraan untuk mudik digunakan dalam jangka waktu yang panjang dan dengan kecepatan tinggi.

Adapun momen kerap terjadi ban pecah adalah kala melewati jalan tol ratusan kilometer saat arus mudik.

Ban pecah dapat mengakibatkan petaka dan kecelakaan lalu lintas ketika terjadi kala mobil melaju kencang.

Tak hanya berhenti di situ, perbaikannya juga tak murah serta berpotensi mengganggu arus lalu lintas kala mobil harus dievakuasi.

Fenomena ban pecah tentu dapat dicegah dengan beberapa upaya teknis dari pemudik.

Kenali penyebab dan cara pencegahan ban pecah berikut.

Penyebab ban pecah kala mudik

  • Tekanan udara yang rendah

Fenomena ban pecah saat arus mudik sering kali menjadi risiko yang mengintai akibat akumulasi panas berlebih pada karet ban.

baca juga

Saat melaju konstan di jalan tol yang panjang, gesekan antara ban dan permukaan aspal yang panas menciptakan suhu ekstrem.

Penyebab paling krusial adalah tekanan udara yang rendah atau kurang angin.

Ketika ban kekurangan tekanan, dinding samping ban akan melentur secara berlebihan atau mengalami defleksi hebat.

Gerakan terus-menerus ini merusak struktur kawat di dalam ban hingga akhirnya robek secara mendadak.

  • Beban muatan berlebih

Selain itu, beban muatan yang berlebih menjadi faktor pemicu yang sering diabaikan.

Tradisi mudik yang membawa banyak barang bawaan serta penumpang tambahan membuat ban bekerja melampaui batas kemampuan maksimalnya.

Tekanan beban ini, jika bertemu dengan kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan, akan mempercepat kerusakan struktur ban yang sudah mengalami kelelahan.

  • Fisik ban yang sudah berumur atau tua

Terakhir, kondisi fisik ban yang sudah berumur atau adanya keretakan halus pada dinding ban membuat material karet tidak lagi elastis.

Hal ini menyebabkan ban tidak mampu menahan tekanan udara yang memuai akibat panas, sehingga mengakibatkan pecah ban yang fatal di tengah perjalanan.

Pencegahan ban pecah saat di perjalanan mudik

Menjaga keselamatan selama perjalanan mudik dapat dimulai dari perawatan ban yang disiplin.

Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

  • Menyesuaikan tekanan udara standar

Selalu pastikan tekanan angin berada pada angka yang direkomendasikan pabrikan, biasanya tertera pada pilar pintu pengemudi.

Tekanan yang tepat memastikan luas tapak ban yang menempel di aspal tetap ideal, sehingga distribusi panas merata dan risiko dinding ban robek dapat diminimalisir secara efektif.

  • Melakukan rotasi dan pengecekan fisik

Periksalah seluruh permukaan ban untuk memastikan tidak ada benjolan, retakan, atau benda tajam yang menempel.

Melakukan rotasi ban secara berkala juga membantu meratakan tingkat keausan, sehingga tidak ada satu ban yang menanggung beban lebih berat dibandingkan ban lainnya saat dipacu di jalan tol.

  • Memperhatikan batas kecepatan dan muatan

Selalu patuhi batas kecepatan di jalan tol dan jangan memaksakan kendaraan membawa beban yang melampaui kapasitas angkut.

Kecepatan yang terkontrol membantu menjaga suhu ban tetap stabil, sementara muatan yang proporsional menjaga agar integritas struktur ban tidak terancam selama perjalanan jauh.

  • Memanfaatkan waktu istirahat di rest area

Manfaatkan waktu istirahat setiap 3 hingga 4 jam sekali bukan hanya untuk pengemudi, tetapi juga untuk kendaraan.

Berhenti sejenak di tempat yang teduh memberikan kesempatan bagi material karet ban untuk mendinginkan suhunya secara alami sebelum kembali bergesekan dengan aspal panas di sisa perjalanan.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Pengumuman Sidang Isbat Sering Molor? Ini Penjelasan Kementerian Agama

Kenapa Pengumuman Sidang Isbat Sering Molor? Ini Penjelasan Kementerian Agama

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:57 WIB

5 Tradisi Lebaran di Indonesia: Perang Ketupat sampai Grebeg Syawal

5 Tradisi Lebaran di Indonesia: Perang Ketupat sampai Grebeg Syawal

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 17:15 WIB

Bukan Cuma Jalan Tol, 3 Rute Mudik Lebaran Bebas Stres Ini Wajib Dicoba

Bukan Cuma Jalan Tol, 3 Rute Mudik Lebaran Bebas Stres Ini Wajib Dicoba

Otomotif | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:35 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:48 WIB

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:47 WIB

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:46 WIB

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 09:44 WIB

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 09:43 WIB

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:40 WIB

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:26 WIB

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:25 WIB

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:23 WIB

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:19 WIB

×