- Seorang prajurit TNI gugur di Lebanon selatan saat bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL akibat meningkatnya konflik Israel dan Hezbollah.
- Korban jiwa terjadi karena berada di area konflik aktif yang terdampak oleh serangan artileri dan roket pihak bertikai.
- Sekjen PBB Antonio Guterres mengutuk keras insiden yang membahayakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB tersebut.
Dalam eskalasi terbaru Hezbollah meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel. Kemudian Israel membalas dengan serangan udara dan artileri ke Lebanon selatan.
Tujuan utama Israel adalah menghancurkan infrastruktur militer Hezbollah dan mengurangi ancaman di wilayah perbatasan. Namun, serangan balasan yang intens ini membuat kondisi di lapangan menjadi semakin tidak terkendali.
Posisi UNIFIL memang tidak mudah. Mereka bukan pasukan tempur dan tidak terlibat dalam serangan. Namun, mereka tetap berada di tengah wilayah konflik yang mempertemukan dua kekuatan yang saling berhadapan.
Kondisi ini membuat risiko bagi pasukan penjaga perdamaian menjadi sangat tinggi, terutama ketika eskalasi konflik meningkat.