Suara.com - Jumat Agung dan Paskah merupakan dua hari besar agama Kristen yang berbeda tetapi saling berkaitan satu sama lain. Lantas, apa perbedaan di antara keduanya?
Meski keduanya sama-sama memperingati peristiwa penting dalam kehidupan dan pengorbanan Yesus Kristus, banyak orang masih keliru dalam membedakan makna dan tujuan dari masing-masing hari suci tersebut.
Untuk memahami kedalaman iman Kristiani, penting bagi kita untuk mengenali perbedaan esensial antara Jumat Agung dan Paskah merupakan dua momen yang menjadi inti dari kisah keselamatan umat manusia.
Perlu dipahami bahwa kedua hari besar keagamaan ini diperingati untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus di masa lalu saat menebus dosa seluruh manusia.
Umat Kristiani memperingati hari besar tersebut dengan melakukan ibadah khusus di gereja.
Perbedaan Jumat Agung dan Paskah
Jumat Agung adalah hari untuk mengenang dan memperingati kematian Yesus Kristus di kayu salib. Sedangkan Paskah merupakan peringatan atas kebangkitan Yesus Kristus untuk membebaskan manusia dari dosa yang telah mengikat.
Dua hari besar ini menandakan bahwa karya penyelamatan Allah melalui anak-Nya Yesus Kristus tidak berhenti pada penyaliban, tapi sampai pada proses kebangkitan. Melalui kebangkitan inilah makna penyaliban Yesus menjadi jelas.
Sejak manusia pertama, yakni Adam jatuh ke dalam dosa, hubungan manusia dengan Allah menjadi buruk. Mengutip laman Kemenag, seiring berlalunya waktu, dosa manusia semakin menumpuk, sehingga usia mereka pun makin pendek.
Semua usaha manusia untuk kembali kepada Tuhan pun menjadi sia-sia. Akhirnya Allah mengambil inisiatif untuk menyelamatkan manusia dari dosa karena kasih sayang-Nya.
"Atas inisiatif Allah Bapa, maka Yesus Kristus, Anak Allah akhirnya datang pertama kali ke dunia untuk menebus dosa manusia yang menjadi sumber permasalahan. Upah dosa seharusnya adalah maut, tetapi Ia datang untuk memberi hidup, bahkan hidup dalam segala kelimpahannya." (Roma 6:23; Yohanes 10:10b).
Ritual Malam Paskah
Merujuk pada dokumen gereja berjudul Perayaan Paskah dan Persiapannya yang disusun Congregatio Pro Cultu Divino, perayaan Malam Paskah dibagi ke dalam empat bagian penting, berikut uraiannya:
- Bagian I terdiri dari tindakan simbolis yang harus dilaksanakan dengan memerhatikan aspek keindahan sekaligus makna. Di luar gereja sebaiknya diletakkan perapian untuk memberkati api dan membuat malam menjadi terang. Selain itu, umat dianjurkan memasuki gereja dengan menyalakan lilin paskah.
- Bagian II, pembacaan kitab suci. Di dalamnya diceritakan karya-karya agung yang harus direnungkan kaum beriman dengan tenang.
- Bagian III, perayaan baptis. Apabila tidak ada umat yang akan dibaptis, maka air yang diberkati akan dipercikkan kepada umat.
- Bagian IV, perayaan ekaristi, yakni mengenang kesengsaraan dan kebangkitan Tuhan.
Tradisi Menghias Telur Paskah
Tradisi yang kerap dilakukan ketika hari raya Paskah yaitu menghias telur paskah dan makan telur Paskah. Tradisi ini sudah dilakukan sejak abad ke-13 di Gereja Ortodoks Timur dan Barat.
Telur menjadi lambang kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, kehidupan baru dan harapan serta menjadi simbol berakhirnya masa penebusan dan puasa. Telur juga melambangkan makam batu Yesus Kristus yang kemudian Ia bangkit, keluar menyambut hidup baru.
Jumat Agung dan Paskah memiliki arti yang sangat berbeda namun, keduanya merupakan ada di dalam satu rangkaian perayaan dalam agama katolik yang umumnya disebut Trihari Suci yang meliputi Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi yang akan mengantar umat Katolik menuju perayaan Paskah.
Kontributor : Rizky Melinda